• Avigdor Lieberman, mantan menteri peperangan Israel
    Avigdor Lieberman, mantan menteri peperangan Israel

Mantan menteri peperangan Israel, Avigdor Lieberman mengatakan, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) tidak dapat dihancurkan dengan kekuatan militer.

Seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Lieberman Ahad (18/11) saat diwawancarai Kanal 12 televisi Israel menjelaskan, Tel Aviv tidak dapat menghancurkan Hamas karena menggunakan kekerasan, maka Israel harus mencari opsi lain untuk mengalahkan kelompok muqawama ini.

Pejuang Hamas

 

Seraya menjelaskan kebijakan anti Gaza dirinya menuai kritik petinggi Israel lainnya, Lieberman menandaskan, Tel Aviv berusaha menghapus Hamas dari konstelasi kawasan dengan pertama-tama mengurangi blokade Jalur Gaza dan kemudoan berunding langsung dengan warga Gaza.

 

Lieberman Rabu (14/11) setelah Israel menerima gencatan senjata akibat serangan roket dan rudal muqawama, menyatakan, gencatan senjata ini sama halnya dengan menyerah. Ia kemudian mengundurkan diri dari posisi menteri peperangan.

 

Pejuang Palestina selama beberapa hari lalu, saat merespon serangan Israel ke Jalur Gaza, menembakkan sekitar 500 rudal dan roket dari Gaza ke bumi pendudukan.

 

Menurut laporan Koran Israel al-Youm, serangan rudal terbaru muqawama menimbulkan kerusakan terhadap 317 rumah, 81 kendaraan pemukim Zionis, empat ladang dan sejumlah infrastruktur. (MF)

 

Tags

Nov 19, 2018 13:03 Asia/Jakarta
Komentar