• al-Hudaydah.
    al-Hudaydah.

Pasukan lapis baja koalisi pimpinan Arab Saudi terjebak dalam lingkaran ledakan bom yang dipasang oleh pasukan Yaman di selatan Bandara al-Hudaydah.

Menurut sumber-sumber lokal Yaman, sejak dimulainya serangan besar-besaran pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke al-Hudaydah diperkirakan 7000-8000 pasukan bayaran dan pasukan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi tewas dan terluka.

 

Jebakan yang dipasang pasukan Yaman berperan besar dalam menghancurkan kendaran tempur dan kendaraan militer pasukan agresor.

 

Sementara itu, jet-jet tempur pasukan koalisi terus menerus membombardir al-Hudaydah. Bundaran al-Tas'in dan jalur penghubung Zubaid-Tahita juga menjadi sasaran serangan udara.

 

Menurut jaringan televisi al-Mayadeen, serangan udara jet tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke sebuah rumah di al-Salkhanah di selatan kota al-Hudaydah merenggut nyawa empat anak perempuan dalam sebuah keluarga dan melukai dua lainnya termasuk seorang anak.

 

Para saksi mata mengatakan bahwa tiga orang bersenjata yang mengendarai mobil menembaki Brigadir Jenderal Fahad Hussein Ghuramah ketika dia keluar dari rumahnya di kota Aden. Dalam serangan teror tersebut, Wakil Komandan Pasukan Khusus Provinsi Abyan itu tewas.

 

Sebuah sumber militer Yaman mengatakan, posisi pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di penyeberangan al-Alab dan distrik al-Majazah di Asir, Arab Saudi menjadi target serangan balasan pasukan Yaman. Kedua wilayah tersebut dihujani roket dan artileri pasukan Yaman. Pasukan Yaman juga menembakkan empat rudal Zelzal-2 ke posisi pasukan Arab Saudi di Jizan.

 

Di sisi lain, jet jempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi membombardir Provinsi Saada dan al-Hudaydah. Wilayah al-Tahita di selatan Provinsi al-Hudaydah dan kawasan 16 km di timur provinsi ini menjadi sasaran serangan udara pasukan agresor.

 

Pasukan koalisi juga mengakui tewasnya 15 tentara Arab Saudi dalam bentrokan dengan pasukan Yaman di Jizan, Najran dan Asir dalam beberapa hari lalu.

 

Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi sejak awal Juni 2018 melancarkan serangan besar-besaran ke al-Hudaydah untuk memaksa rakyat Yaman menyerah dan menduduki pelabuhan al-Hudaydah di barat negara ini. Namun pasukan koalisi harus menelan kekalahan di hari-hari awal serangan setelah berhadapan dengan perlawanan sengit dengan pasukan Yaman.

 

Selain kalah, pasukan koalisi juga harus kehilangan banyak tentaranya dan kondisi ini terus berlanjut. Pasukan Yaman dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri dan produksi berbagai jenis rudal, bersamaan dengan dimulainya serangan Arab Saudi, bahkan mampu membalas kejahatan koalisi pimpinan Riyadh ini dengan menggempur markas pasukan Arab Saudi di sejumlah wilayah negara itu.

 

Al-Hudaydah adalah sebuah pelabuhan strategis di pantai Laut Merah dan satu-satunya pintu masuk untuk distribusi bantuan kemanusiaan ke Yaman yang diblokade pasukan agresor. 70 persen bantuan bahan makanan dan obat-obatan masuk ke Yaman melalui pelabuhan tersebut.

 

Arab Saudi berusaha menduduki pelabuhan al-Hudaydah dengan harapan bisa menyempurnakan blokadenya terhadap Yaman, yang menyebabkan jutaan rakyat negara ini menderita, kelaparan dan meregang nyawa. Namun transformasi di Yaman menunjukkan bahwa upaya untuk menduduki pelabuhan tersebut gagal. Kegagalan ini adalah kekalahan lain bagi pasukan agresor.

 

Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi memulai serangan luas ke pelabuhan al-Hudaydah ketika pihak-pihak dan kalangan internasional memperingatkan memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman. Meski diperingatkan, namun mereka tidak mempedulikannya dan tetap menggelar operasi luas di pelabuhan al-Hudaydah untuk mendudukinya.

 

Militer dan pasukan relawan Yaman melakukan perlawanan keras terhadap serangan tersebut dan hingga sekarang berhasil menggagalkan operasi pasukan agresor. Meski di berbagai medan perang, pasukan koalisi yang didukung Amerika Serikat dan sekutunya ini mengalami kekalahan, namun mereka menyebarkan propaganda tentang kemenangan di medan tempur untuk menutupi kekalahan dan kegagalan itu.

 

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman sejak Maret 2015 ini telah merenggut nyawa lebih dari 14.000 orang dan melukai puluhan ribu lainnya.

 

Serangan militer ke Yaman dengan dukungan Amerika Serikat itu juga telah meluluhlantakkan infrastruktur negara Arab tersebut. Blokade laut, darat dan udara membuat jutaan orang, terutama anak-anak kelaparan.

 

Para ahli PBB dari Program Pangan Dunia mengatakan bahwa pengeboman pasukan koalisi terhadap warga sipil adalah potensi kejahatan perang dan bahwa blokade telah membuat 12 juta pria, wanita dan anak-anak Yaman berisiko kelaparan yang merupakan kelaparan terburuk dalam 100 tahun terakhir. (RA)

 

Tags

Nov 19, 2018 16:30 Asia/Jakarta
Komentar