Dec 10, 2018 15:09 Asia/Jakarta
  • Mohammad Abdul Salam
    Mohammad Abdul Salam

Ketua juru runding Ansarullah Yaman di perundingan damai Swedia menekankan, jika koalisi agresor menggagalkan dialog damai, maka solusi yang tertinggal bagi bangsa Yaman adalah perlawanan terhadap musuh.

Seperti dilaporkan IRNA, Mohammad Abdul Salam Ahad malam (9/12) seraya mengisyaratkan bahwa perwakilan negara-negara Dewan Keamanan bertemu di Swedia menjelaskan, di pertemuan ini ditekankan represi kepada Arab Saudi untuk memasuki babak baru perundingan politik.

 

Anggota senior Ansarullah Yaman ini menjelaskan bahwa koalisi Arab Saudi terbiasa melakukan kejahatannya mengingatkan, delegasi nasional Yaman secara serius menghadiri perundingan damai meski serangan musuh ke berbagai wilayah Yaman terus berlanjut.

 

Sabtu malam (8/12) Abdul Salam juga menjelaskan bahwa delegasi Ansarullah datang ke Swedia bukan untuk menyerah, tapi menuntut dihentikannya serangan koalisi Arab Saudi ke negara mereka.

 

Dialog damai Yaman keempat digelar sejak 6 Desember di Swedia dengan dihadiri kubu-kubu Yaman serta Utusan khusus sekjen PBB untuk Yaman, Martin Griffiths.

 

Perundingan ini sedianya akan digelar di Jenewa Swiss pada 6 Desember, namun karena sabotase Arab Saudi dan Uni Emirat Arab akhirnya dialog ini ditangguhkan.

 

Dialog politik untuk menyelesaikan krisis Yaman sampai saat ini beberapa kali digelar, namun tetap gagal karena sabotase Arab Saudi dan sekutunya.

 

Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan serangan besar-besaran ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut. (MF)

 

 

 

Tags

Komentar