Dec 17, 2018 21:26 Asia/Jakarta
  • Rusia kepung pangkalan pasukan AS di al-Tanf.
    Rusia kepung pangkalan pasukan AS di al-Tanf.

Rusia pada tanggal 12 Desember 2018 dilaporkan telah mendirikan beberapa posisi militer di dekat zona yang dikontrol militer Amerika Serikat di al-Tanf.

Beberapa sistem pertahanan udara dan peralatan militer lainnya juga dikerahkan ke posisi-posisi Rusia itu. Senjata-senjata termasuk peluncur roket berat diperkirakan akan tiba di sana dalam beberapa hari mendatang.

 

Surat kabar yang bermarkas di Arab Saudi, Asharq Al-Awsat bahkan mengklaim bahwa Rusia akan mengerahkan sistem pertahanan rudal S-300 ke Provinsi Deir Ezzor. Namun, rumor ini adalah umum di media Arab Saudi tersebut. Pasalnya, media itu telah secara aktif bekerja untuk memicu ketegangan antara aliansi Suriah-Iran-Rusia dan koalisi pimpinan AS-Israel, serta antara Rusia dan Iran.

 

Pada awal Desember, pasukan koalisi pimpinan AS menggunakan Sistem Roket Artileri M142 untuk menembakkan beberapa roket ke posisi pasukan (SAA) di daerah al-Ghurab Mount. Serangan tersebut menyebabkan korban tetapi berkontribusi terhadap peningkatan ketegangan lebih lanjut di bagian Suriah ini.

 

Pada 13 Desember, milisi Kurdi Suriah, SDF yang didukung oleh AS berusaha merebut kota Hajin dari kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS). Menurut sumber-sumber pro-SDF, milisi ini sekarang mengendalikan pusat kota dan bentrok dengan para teroris di bagian selatan. Beberapa sumber bahkan telah berspekulasi bahwa Hajin berada di bawah kendali penuh SDF. Namun, ini belum terjadi.

 

Seorang juru bicara koalisi kelompok milisi pro-Turki yang disebut sebagai The Syrian National Arma Mayor Youssef Hamoud, kepada Reuters mengatakan bahwa 15.000 milisi yang didukung Turki akan berpartisipasi dalam operasi mendatang untuk memerangi milisi Kurdi, YPG /YPJ di Suriah utara .

 

Pernyataan itu muncul ketika Pasukan Bersenjata Turki (TAF) mengerahkan belasan kendaraan lapis baja ke provinsi-provinsinya yang berbatasan dengan Provinsi Aleppo, Suriah.

 

Sementara itu, seorang tentara Turki tewas dalam serangan YPG di dekat kota Tell Rifaat di utara Aleppo. Militet Turki merespon serangan itu dengan meluncurkan serangkaian serangan artileri kuat ke posisi YPG dan pasukan Suriah di dekat Tell Rifaat.

 

Pada tahun 2018, sejumlah anggota senior YPG melarikan diri dari serangan Turki di Afrin ke daerah yang dilindungi oleh militer Suriah dekat kota Aleppo. Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa anggota YPG mencoba menggunakan posisi pasukan Suriah sebagai perisai untuk serangan mereka terhadap tentara Turki. Langkah tersebut dapat menyebabkan permusuhan terbuka antara militer Suriah dan pasukan Turki di daerah tersebut.  (RA)

 

Tags

Komentar