Jan 16, 2019 17:44 Asia/Jakarta
  • Pesawat tanpa awak (drone)
    Pesawat tanpa awak (drone)

Militer dan komite rakyat Yaman melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Arab Saudi di wilayah Jizan barat daya negara ini sebagai bentuk balasan atas kelanjutan agresi keji militer koalisi pimpinan Arab Saudi.

Media Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah pada hari Selasa, 15 Januari 2019  merilis rekaman yang menunjukkan drone tempur Yaman menarget kendaraan militer di pangkalan Awjebah, Jizan

 

Sebelumnya, pasukan Yaman menembakkan rudal balistik Zelzal-1 dan beberapa peluru artileri ke posisi pasukan bayaran Arab Saudi di sebelah timur gunung al-Nar, Provinsi Hajjah, Yaman utara.

 

Sejumlah tentara bayaran Arab Saudi tewas dan terluka dalam serangan balasan tersebut. Di sisi lain,  sniper Yaman pada pada hari Selasa juga menembak mati lima penjaga perbatasan Arab Saudi di pinggiran gunung MBC di wilayah Jizan.

 

Sebelumnya, drone Qasef-2K menyerang posisi pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Provinsi Lahij untuk merespon kelanjutan agresi pasukan koalisi ke Yaman. Serangan balasan pada hari Kamis, 10 Januari 2019 itu menarget parade militer di pangkalan al-Anad di Provinsi Lahij, selatan Yaman

 

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah lebih dari 437 kali melanggar gencatan senjata yang ditengahi PBB di kota pelabuhan strategis al-Hudaydah selama 72 jam terakhir.

 

Hal itu disampaikan Saree dalam konferensi pers Sana'a, ibu kota Yaman pada hari Selasa. Dia menambahkan, pasukan Arab Saudi dan tentara bayarannya telah menembakkan 316 mortir ke berbagai lingkungan perumahan di al-Hudaydah selama periode tersebut.

 

Rakyat Yaman hingga detik ini melanjutkan perlawanan dan perjuangan mereka untuk membela negara dari serangan pasukan Arab Saudi dan sekutunya.  

 

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman dimulai sejak Maret 2015 dan telah merenggut nyawa belasan ribu orang dan melukai puluhan ribu lainnya.

 
Invasi militer ke Yaman dengan dukungan Amerika Serikat itu juga telah meluluhlantakkan infrastruktur negara Arab tersebut. Blokade laut, darat dan udara membuat jutaan orang, terutama anak-anak kelaparan. (RA)

 

Tags

Komentar