Jan 21, 2019 17:05 Asia/Jakarta
  • Serangan jet-jet tempur Arab Saudi ke Yaman
    Serangan jet-jet tempur Arab Saudi ke Yaman

Kementerian Kesehatan Yaman mengeluarkan pernyataan yang mengutuk diamnya PBB dan perwakilannya terhadap kejahatan pasukan koalisi agresor Arab Saudi di Sanaa, ibukota Yaman.

Jet-jet tempur rezim Arab Saudi telah meningkatkan intensitas serangan mereka di Sanaa, ibukota Yaman dalam beberapa hari terakhir yang telah menyebabkan ratusan warga tewas dan luka-luka. Sementara itu, agresor Saudi telah melanggar 3.273 kali gencatan senjata di provinsi al-Hudaydah. Pemerintah Yaman yang telah mengundurkan diri dan koalisi agresor Saudi tidak berkomitmen pada kesepakatan apa pun dan terus melanggar gencatan senjata di provinsi al-Hudaydah.

Kesepakatan Stockholm

Pada tanggal 6 Desember 2018, dicapai kesepakatan antara pihak Yaman soal gencatan senjata yang akan dilaksanakan di al-Hudaydah pada 18 Desember, tetapi koalisi agresif Saudi dan tentara bayarannya melanggar gencatan senjata setiap hari. Perang yang digelar Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sejak Maret 2015 telah menewaskan lebih dari 14.000 orang Yaman dan melukai puluhan ribu orang serta membuat jutaan orang terlantar di Yaman.

Sikap pasif PBB terhadap pembantaian rakyat Yaman oleh rezim agresor Saudi dan agen-agennya adalah proses berbahaya yang bertentangan dengan misi dan tujuan PBB. Pendapat publik dan rakyat Yaman tidak senang dengan peran PBB dalam krisis negara itu.

Jaringan televisi al-Manar melaporkan bahwa para agresor Saudi dan tentara bayarannya di Yaman tidak membuat keputusan untuk memenuhi kewajiban mereka berdasarkan Perjanjian Stockholm dan harus dipaksa untuk menegakkan kewajiban mereka hanya di bawah tekanan dari PBB. Menurut saluran TV al-Manar, Khalil al-Amri, korespondennya di Sanaa mengatakan pihak Yaman telah menerapkan fase pertama kesepakatan Stockholm, tetapi para agresor tetap tidak memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian.

Menurut perjanjian ini, semua pasukan tentara bayaran dan tentara agresor harus mundur dari timur dan selatan al-Hudaydah. Tetapi perkembangan Yaman menunjukkan bahwa para agresor tidak akan melakukan ini tanpa tekanan dari komite pemantauan internasional dan bahkan menciptakan pangkalan baru di daerah dimana mereka harus mundur, yang menunjukkan bahwa mereka harus proaktif dalam memenuhi kewajiban mereka. Surat kabar  Media Parta cetakan Perancis juga menggambarkan kebungkaman PBB dalam agresi Arab Saudi terhadap Yaman sebagai aib bagi organisasi itu.

Kesepakatan Stockholm

PBB diam terhadap kejahatan koalisi agresor Saudi di Yaman, sementara Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi 2451 pada 21 Desember 2018 untuk mendukung perjanjian gencatan senjata di pelabuhan-pelabuhan utama negara ini. Resolusi tersebut merupakan jaminan implementasi PBB untuk perjanjian damai dengan Yaman.

Saudi dan tentara bayaran mereka berharap bahwa apapun yang mereka tidak bisa menangkan melalui perang dan kejahatan di Yaman, mereka akan mencapai tujuan yang sama melalui negosiasi dan kesepakatan. Di bawah keadaan ini, PBB dengan diamnya, praktis bekerja sama dengan konspirasi melawan Yaman yang telah menimbulkan kritik tajam opini publik, terutama rakyat Yaman.

Tags

Komentar