Mar 20, 2019 19:51 Asia/Jakarta
  • Pawai Akbar Hak Kepulangan Palestina.
    Pawai Akbar Hak Kepulangan Palestina.

Komite Penyelidikan PBB menerbitkan laporan mengenai unjuk rasa warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza dan kejahatan rezim Zionis Israel. Menurut laporan yang akan diserahkan kepada Pengadilan Pidana Internasional ini, Israel dianggap melakukan kejahatan kemanusiaan di perbatasan Gaza.

Dalam laporan tersebut, Israel diperkenalkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran Hukum Humaniter Internasional. Laporan setebal 250 halaman Komite Penyelidikan PBB ini menyebutkan bahwa Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan dengan menggunakan senjata terhadap pengunjuk rasa Palestina dalam Pawai Hak Kepulangan.

Berdasarkan definisi hukum, pembunuhan yang disengaja terhadap warga sipil –yang tidak secara langsung terlibat dalam tindakan bermusuhan– adalah kejahatan perang. Sejak dimulainya Pawai Akbar Hak Kepulangan Palestina di perbatasan Gaza pada 30 Maret 2019, pasukan rezim Zionis telah melakukan banyak kejahatan terhadap warga Palestina.

Tentara Israel menembaki peserta Pawai Hak Kepulangan dan menyebabkan lebih dari 270 warga Palestina gugur syahid. Hingga sekarang, lebih dari 27.000 peserta pawai juga terluka. Sniper rezim Zionis secara sengaja dan sadar menarget anak-anak, petugas medis dan wartawan Palestina.

Beberapa waktu lalu, Ketua Komite Investigasi Dewan HAM PBB Santiago Canton mengatakan bahwa militer Israel telah melanggar hukum internasional dan HAM, di mana pelanggaran ini adalah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Para pakar PBB telah berulang kali menegaskan bahwa Israel telah terlibat kejahatan kemanusiaan terhadap pengunjuk rasa di perbatasan Gaza.

Unjuk rasa damai "Hak Kepulangan" berlanjut setiap Jumat dan mesin-mesin pembunuh rezim Zionis juga terus menarget demonstran Palestina untuk menghentikan aksi tersebut.

Kejahatan terhadap kemanusiaan merupakan salah satu kejahatan terpenting yang telah dimulai rezim Zionis, bahkan sejak berdirinya rezim ilegal ini pada tanggal 14 Mei 1948. Kejahatan itu dilakukan dalam berbagai bentuk seperti pembunuhan, teror, pengusiran dan pengasingan paksa.

Berdasarkan banyak konvensi internasional, termasuk Statuta Mahkamah Pidana Internasional, pembunuhan seperti yang dilakukan Israel di perbatasan Gaza adalah dalam kategori genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.

Selain melakukan beragam kejahatan di Gaza, rezim Zionis juga memblokade wilayah ini dari darat, laut dan udara sejak akhir 2006. Israel melarang masuknya bahan makanan dan obat-obatan dan bahan bangunan ke Gaza. Rezim Zionis juga melarang keluarnya pasien dari wilayah tersebut untuk berobat dan menyiksa para tahanan Palestina. Semua ini adalah bentuk nyata dari kejahatan rezim Apartheid terhadap bangsa Palestina, di mana dalam Pasal 7 Statuta Pidana Internasional disebut sebagai perilaku yang membentuk kejahatan terhadap kemanusian.

Yang pasti, pembantaian terhadap warga Palestina adalah contoh nyata dari kejahatan rezim Zionis terhadap kemanusiaan. Dalam beberapa tahun terakhir, kejahatan ini meningkat, terutama di perbatasan Gaza. Pembunuhan secara sengaja terhadap peserta Pawai Hak Kepulangan Palestina oleh sniper-sniper Israel telah melukai hati masyarakat dunia.

Kejahatan tersebut begitu parahnya sehingga lembaga-lembaga hukum internasional termasuk Komite HAM PBB mengevaluasi dan menyelidiki peristiwa ini. Pelanggaran serius rezim Zionis terhadap HAM telah menunjukkan jati diri rezim anti-kemanusiaan ini kepada masyarakat internasional, bahkan Israel dianggap sebagai simbol nyata dari kejahatan terhadap kemanusiaan. (RA)

Tags

Komentar