Apr 23, 2019 14:12 Asia/Jakarta
  • Tolak Patuhi Sanksi AS, Irak akan Tetap Impor Energi dari Iran

Para pejabat Irak menekankan bahwa pemerintah Baghdad akan tetap mengimpor gas dan listrik dari Iran meskipun AS akan menerapkan babak baru sanksi.

Gedung Putih pada hari Senin (22/4/2019) menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak akan memperpanjang kebijakan pengecualian sanksi yang diberikan sejak November 2018 kepada beberapa negara importir minyak Iran.

Selama periode itu, AS telah memberikan pengecualian kepada Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Turki, Italia dan Yunani.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan AS tidak akan memperpanjang pengecualian sanksi terhadap delapan negara importir minyak Iran mulai 2 Mei 2019.

Jalur pipa pengiriman gas Iran ke Irak.

Anggota Komisi Energi Parlemen Irak, Razak Muhaibis kepada surat kabar al-Arabi al-Jadid, mengatakan Washington perlu mengetahui bahwa Baghdad tidak berkewajiban mematuhi sanksi sepihak AS.

"Irak memiliki hubungan perdagangan, ekonomi, keamanan dan wilayah perbatasan dengan Iran, dan mustahil tidak membutuhkan energi dari Iran," tegasnya.

Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Irak, Masna Amin menuturkan bahwa jika AS bertekad tidak akan memperpanjang pengecualian sanksi minyak Iran, maka kawasan ini akan terjebak dalam sebuah krisis besar.

Irak, lanjutnya, tidak bisa memutuskan hubungannya dengan Iran dan kedua negara ini memiliki hubungan yang sangat dekat.

Kementerian Kelistrikan Irak pada Senin kemarin menyatakan bahwa gas Iran masih terus dikirim ke pembangkit-pembangkit listrik di selatan Irak dan tidak ada tanda-tanda akan terputus. (RM)

Tags

Komentar