Mei 15, 2019 00:37 Asia/Jakarta

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan serangan terbaru Yaman adalah respon yang tepat terhadap kejahatan pasukan agresor. Dia menekankan bahwa militer Yaman mampu melakukan operasi jauh ke dalam wilayah Arab Saudi.

“Angkatan Bersenjata Yaman siap dan mampu melakukan lebih banyak operasi, lebih besar dan lebih dalam di Arab Saudi, negara agresor,” jara Saree seperti dikutip jaringan televisi al-Masirah, Selasa (14/5/2019).

Pejabat militer Yaman ini juga memperingatkan negara-negara agresor  tentang "konsekuensi dari menjarah sumber daya rakyat Yaman yang tabah".

"Kami memperingatkan musuh tentang konsekuensi memblokade dan membuat kelaparan rakyat kami. Operasi yang menargetkan situs-situs sensitif musuh, adalah respons yang tepat terhadap kejahatan agresi dan blokade," pungkasnya.

Sebelumnya, Arab Saudi telah mengkonfirmasi laporan tentang serangan militer terhadap dua stasiun pompa minyak Aramco di dekat Riyadh.

Tujuh pesawat tanpa awak Yaman meluncur ke wilayah Arab Saudi dan menarget fasilitas vital negara ini di sektor minyak. Serangan inj merupakan balasan terhadap agresi militer dan blokade terhadap Yaman oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.

"Kami siap melakukan lebih banyak serangan signifikan dan keras ini selama blokade terhadap Yaman berlanjut, “ kata sumber militer Yaman seperti dikutip televisi al-Masirah, Selasa.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan serangan militer ke Yaman sejak Maret 2015. Agresi ini telah menyebabkan 40.000 warga Yaman tewas dan belasan ribu lainnya terluka.

Blokade penuh dari darat, laut dan udara terhadap Yaman juga telah menciptakan tragedi kemanusiaan di negara Arab tersebut.

Menanggapi serangan balasan Yaman tersebut, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan dua stasiun pompa minyak di jalur pipa minyak timur-barat negara ini diserang drone Yaman, dan serangan ini sebenarnya menargetkan pasokan minyak global.

Dia menambahkan sabotase terbaru di Teluk Arab ini tidak hanya menargetkan Arab Saudi tetapi juga keamanan pasokan minyak global dan perekonomian dunia.

Menurutnya, produksi dan ekspor minyak mentah serta olahan Arab Saudi akan terus berlanjut tanpa gangguan, namun perusahaan minyak nasional Saudi, Aramco telah menghentikan pemompaan minyak karena jalur minyak yang diserang tengah diperbaiki.

Pipa minyak Arab Saudi yang menjadi target serangan balasan Yaman itu memiliki panjang 1.200 kilometer, dan berfungsi menyalurkan minyak dari ladang minyak utama Saudi ke Yanbu di barat negara itu. (RA)

 

Tags

Komentar