Mei 16, 2019 17:02 Asia/Jakarta
  • Bendera Ansarullah Yaman
    Bendera Ansarullah Yaman

Seorang anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman menekankan bahwa pasukan Yaman akan membalas dendam darah perempuan dan anak-anak tak berdosa yang tumpah di atas tanah selama pemboman baru-baru ini musuh agresor Saudi di Sanaa.

Dalam serangan udara Kamis pagi (16/05) para agresor Saudi ke kawasan pemukiman penduduk di kota Sanaa, ibukota Yaman, sedikitnya 30 warga sipil tewas dan luka-luka.

Ansarullah Yaman

Abdul Wahab al-Mahbashi, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullahy Yaman hari ini (Kamis, 16/05) dalam wawancara dengan televisi al-Masirah mengatakan, "Kejahatan yang dilakukan musuh agresor Arab Saudi selama empat tahun terakhir terhadap rakyat Yaman di semua kota dan desa di depan di mata masyarakat internasional, tetapi komunitas internasional, dengan diamnya, terlibat dengan koalisi agresor Saudi dalam membunuh warga tidak berdosa di Yaman dan secara tidak langsung mengakuinya."

"Tindakan musuh agresor dalam menumpahkan darah warga tidak bersalah menunjukkan dilema yang bakal melilit negara-negara yang mengirim pasukan bayaran, sejauh darah orang-orang tak berdosa ditumpahkan. Karena mereka tidak mampu menghadapi pejuang Yaman satu lawan satu, makanya menyerang warga sipil," ungkap al-Mahbashi.

Youssef al-Hadiri, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Yaman menyatakan bahwa musuh agresor Kamis dini hari membombardir rumah-rumah penduduk dan rakyat yang tengah berpuasa dan tindakan ini tidak sesuai dengan parameter agama, moral dan kemanusiaan.

Abdul Wahab al-Kheil, pengacara dan aktivis hukum Yaman dalam wawancara dengan televisi al-Masirah mengatakan, "Kejahatan ini merupakan respons keras terhadap keberhasilan Angkatan Udara Yaman, yang berhasil menarget fasilitas minyak Saudi."

Tags

Komentar