• PM Inggris, Theresa May
    PM Inggris, Theresa May

Perdana Menteri Inggris, Theresa May memulai lawatan perdananya ke Timur Tengah tahun ini pada 3 April dari Yordania dan tiga hari kemudian disusul ke Arab Saudi.

Theresa May sekitar empat bulan lalu setelah berkunjung ke Bahrain, kali ini kembali mengunjungi kawasan Timur Tengah. May pada Desember 2016 menghadiri sidang ke 37 Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) di Bahrain dan mulai 3 April 2017 kembali melawat Timur Tengah. Kali ini kunjungan May diawali dari Yordania dan kemudian ke Arab Saudi.

 

Banyak isu yang dapat dicermati untuk menentukan motif kunjungan May ke Timur Tengah. Salah satu motif kunjungan Theresa May adalah tujuan ekonomi yang bakal ditindaklanjuti dalam berbagai bentuk. Setelah warga Inggris setuju keluar dari Uni Eropa, Timur Tengah termasuk wilayah yang menjadi target ekonomi London.

 

Meningkatkan hubungan perdagangan disebut-sebut sebagai salah satu tujuan utama lawatan May ke Amman dan Riyadh. Arab Saudi tercatat sebagai salah satu mitra dagang terbesar London di Timur Tengah. Volume ekspor Inggris ke Arab Saudi di tahun 2015 sekitar tujuh miliar dolar dan salah satunya berkaitan dengan ekspor senjata. Inggris sejak Maret 2015 hingga akhir 2016 menjual senjata ke Arab Saudi senilai lebih dari 3,3 miliar Pound sterling.

 

Mengingat posisi Timur Tengah sebagai salah satu pasar senjata terpenting Inggris, pengokohan kerjasama keamanan juga termasuk tujuan lawatan May ke kawasan. Tapi demikian, meski perang kontra-terorisme dan menciptakan kawasan yang stabil disebut-sebut juga sebagai tujuan terpenting pengokohan kerjasama keamanan oleh Theresa May, namun realitanya adalah kerjasama keamanan dimaksukan juga untuk meraih kepentingan ekonomi Inggris.

 

Kerjasama keamanan dan pertahanan Inggris dengan negara-negara Arab Teluk Persia termasuk Yordania dan Arab Saudi dilakukan dalam koridor pelatihan militer negara-negara ini, penjualan senjata baru dan pengiriman penasehat militer.

 

Dalam hal ini, Koran Independent seraya mengisyaratkan lawatan May ke Yordania menulis, perdana menteri Inggris di Amman akan menggulirkan paket langkah-langkah untuk memperkokoh kerjasama militer Inggris dengan angkatan udara Yordania dan melawan radikalisme serta terorisme.

 

Theresa May sebelum sebelum bertolak ke Amman menyebut Yordania sebagai negara terdepan dalam melawan kelompok teroris Takfiri Daesh, padahal setelah Tunisia, mayoritas anggota Daesh terdiri dari warga Yordania. (MF)

 

 

Apr 04, 2017 09:08 Asia/Jakarta
Komentar