• Bom nuklir AS
    Bom nuklir AS

Peneliti senior universitas Princeton menilai AS dan Israel tidak memiliki kelayakan menjadi polisi nuklir dunia.

Hossein Mousavian dalam wawancara dengan radio AS mengatakan, JCPOA adalah resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur IAEA, dan sepak terjang Presiden AS, Donald Trump terhadap JCPOA  melanggar aturan internasional.

"Sikap Trump terhadap JCPOA menyebabkan rakyat, parlemen dan pemerintah Iran percaya bahwa AS tidak bisa dipercaya, perundingan tidak bermanfaat dan kesepakatan yang dicapai dengan negara ini juga tidak permanen," ujar mantan diplomat Iran ini.

Di bagian lain statemennya, Mousavian menyinggung bom nuklir rezim Zionis sebagai ancaman bagi Iran dan kawasan Timur Tengah, dan menyebut bom nuklir AS terbukti telah dipergunakan di dunia yang menyebabkan ratusan ribu orang menjadi korbannya.

Sementara itu, tutur Mousavian, Iran justru menjadi korban senjata nuklir.

"Iran korban ribuan rudal dan senjata pemusnah massal serta agresi negara tetangganya. Kini, ancaman keamanan terhadap Iran sangat serius, oleh karena itu Iran tidak akan pernah mau menegosiasikan pertahanan dan rudalnya dalam perundingan apapun," pungkas peneliti senior universitas Princeton ini.(PH) 

Nov 14, 2017 05:56 Asia/Jakarta
Komentar