Kebijakan pemerintah Ankara bersekutu dengan Washington dan Tel Aviv memicu reaksi sejumlah partai politik Turki.

Ketua Partai Saadat Turki,  Temel Karamollaoğlu mengatakan, Aksi terbuka dan tersembunyi AS dan rezim Zionis menghalangi kemajuan dan pembangunan Turki.

Politisi senior Turki ini mengingatkan sepak terjang konfrontatif  rezim Zionis dan AS terhadap Turki, dan menjelaskan bahwa AS dan Israel tidak bisa dijadikan sebagai sekutu. Sebab, selama ini AS memasok senjata kepada teroris dan oposisi Turki di kawasan. Oleh karena itu, pemerintah Turki tidak boleh mengakui negara pendukung teroris sebagai mitranya.

Meskipun melancarkan kritik dan penentangan terhadap sebagian kebijakan pemerintah Ankara, terutama mengenai kerja sama dengan AS dan Israel, partai Saadat selama ini dikenal sebagai partai Islam pendukung partai berkuasa, partai keadilan dan pembangunan dalam kebijakan domestik dan internasional. 

Walapun kedua partai ini tidak bisa disamakan, tapi pada praktiknya, para pemimpin kedua partai memiliki pandangan yang sama dalam berbagai masalah. Misalnya, sikap mereka mengenai kerja sama dengan Israel dan AS.

Sebelumnya, pejabat tinggi pemerintah Turki berulangkali menyinggung masalah pasokan senjata AS terhadap kelompok pemberontak bersenjata Kurdi. Bahkan berulangkali pejabat Turki mengancam akan membalas sepak terjang tersebut.

Pada Mei 2017, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya menyinggung bantuan senjata AS terhadap PKK dan bantuan logistik, militer dan finansial terhadap YPG di Suriah. Erdogan ketika itu mengancam akan membalas tindakan AS tersebut. Presiden Turki mengatakan, Turki akan menembus setiap tetesan darah yang tumpah akibat senjata AS dan membalas  pemilik senjata itu.

 Recep Tayyip Erdogan

 

Pernyataan senada juga disampaikan menteri pertahanan Turki mengenai aksi AS membantu kelompok teroris dengan dalih menumpas terorisme. Pejabat tinggi Turki menyebut Gedung Putih sebagai pendukung terbesar Kurdi di kawasan. Sebab, AS memanfaatkan orang-orang Kurdi di kawasan demi mewujudkan kepentingan jangka panjang Washington.

Terkait hal ini, analis Turki, Mousa Ghorbanov menjelaskan, "Teroris Muslim menjadi alat utama AS untuk memukul dunia Islam dan merusak sejumlah negara,".

Pengamat regional ini mengingatkan supaya para pemimpin negara Muslim senantiasa waspada. Sebab tujuan barat, terutama AS adalah mendukung teroris dan mengkotak-kotakan negar-negara kaya Arab dan non-Arab di dunia Islam, dan juga Turki.

Pada akhirnya, pernyataan ketua partai Saadat mengingatkan pemerintah Ankara mengenai rekam jejak AS dan Israel  selama ini, terutama di tahun 2017, sebab Ankara masih tetap melanjutkan kerja sama dengan Washington, dan tidak mengambil pelajaran dari sebelumnya.(PH)  

Tags

Jan 02, 2018 19:52 Asia/Jakarta
Komentar