• Sejumlah diplomat AS meragukan kemampuan Washington membendung pengaruh Iran di Timur Tengah.
    Sejumlah diplomat AS meragukan kemampuan Washington membendung pengaruh Iran di Timur Tengah.

Profesor Ilmu Politik University of Malaya, Chandra Muzaffar menganggap Republik Islam Iran sebagai sebuah negara kuat dan pemain berpengaruh di wilayah Timur Tengah.

Menurut laporan IRNA, Chandra dalam sebuah pernyataan, Rabu (10/1/2018) mengatakan, bagian dari kekuatan dan pengaruh Iran di wilayah ini merupakan hasil dari kebijakan konyol Amerika Serikat dan sekutunya.

"Berbeda dengan AS yang melancarkan serangan ke Irak pada tahun 2003, Iran – tanpa melepaskan sebutir peluru – mampu meningkatkan posisinya di tengah pemerintah dan rakyat Irak, dan masalah ini masih menjadi tanda tanya bagi para pejabat Amerika," jelasnya.

Dia menekankan bahwa tahun-tahun kehadiran militer AS di Irak, dianggap oleh masyarakat setempat sebagai periode paling mematikan bagi warga Irak.

Menurut Doktor Chandra, Arab Saudi dan rezim Zionis Israel juga takut dengan pengaruh Iran yang semakin meningkat di Timur Tengah, dan mereka berusaha melawan Republik Islam, namun tidak berhasil. (RM)

Tags

Jan 11, 2018 13:40 Asia/Jakarta
Komentar