• Presiden AS harus mengkonfirmasi komitmen Iran terhadap JCPOA setiap 90 hari sekali.
    Presiden AS harus mengkonfirmasi komitmen Iran terhadap JCPOA setiap 90 hari sekali.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali memperpanjang penangguhan sanksi nuklir Iran meski menyuarakan ketidakpuasan terhadap perjanjian nuklir atau Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Seperti dikutip IRNA, Gedung Putih mengumumkan pada Jumat (12/1/2018) malam bahwa Trump untuk terakhir kalinya telah menangguhkan sanksi dan mengkonfirmasi JCPOA.

"Jika tidak ada perubahan yang diminta oleh presiden AS terkait intensifikasi pengawasan dan penambahan isu rudal Iran ke dalam kesepakatan tersebut, maka AS akan keluar dari perjanjian ini," tambahnya.

Bersamaan dengan keputusan Trump, Departemen Keuangan AS telah menambahkan 14 individu dan entitas ke daftar sanksinya dengan alasan pelanggaran hak asasi manusia dan terlibat program rudal Iran.

Menurut ketentuan Kongres AS, Trump harus mengkonfirmasi komitmen Iran terhadap JCPOA setiap 90 hari sekali.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) – sebagai satu-satunya otoritas yang kompeten untuk mengawasi kinerja Iran – sejauh ini sudah 9 kali mengkonfirmasi kepatuhan Tehran terhadap perjanjian nuklir.

Berdasarkan perjanjian nuklir yang dicapai pada tahun 2015 antara Iran dan Kelompok 5+1 (AS, Rusia, Cina, Inggris, Perancis dan Jerman), Tehran setuju untuk membatasi bagian tertentu dari kegiatan nuklirnya dan sebagai imbalan, Washington berkomitmen untuk membatalkan sanksi nuklir terhadap Iran. (RM)

Jan 13, 2018 04:13 Asia/Jakarta
Komentar