• Uni Eropa
    Uni Eropa

Seorang pejabat Uni Eropa menyatakan lembaga Eropa itu dapat memberlakukan "peraturan pemblokiran" guna memastikan bahwa perusahaannya dapat melanjutkan bisnis dengan Iran jika Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir multilateral Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Denis Chaibi, kepala satuan tugas Iran di layanan aksi eksternal Uni Eropa, mengatakan kepada Euromoney Iran Conference 2018 di Paris pada hari Kamis (08/2/2018) bahwa jika AS keluar, salah satu opsi UE adalah mengembalikan "peraturan pemblokiran," yang disepakati pada 1996 ketika Washington memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Kuba.

"Kami melihat beberapa kemungkinan. Tidaklah rumit untuk melakukannya secara legal karena instrumen hukumnya sudah ada, namun tidak memerlukan perdebatan internal yang besar," kata Chaibi.

Iran dan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB - Amerika Serikat, Rusia, Cina, Perancis, Inggris, dan Jerman – plus Jerman, mencapai kesepakatan nuklir, yang secara resmi disebut dengan nama JCPOA pada bulan Juli 2015 dan mulai menerapkannya pada bulan Januari 2016 .

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran bersedia membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan semua sanksi terkait nuklir Tehran.

Di lain pihak, Presiden AS Donald Trump menentang JCPOA, yang dinegosiasikan oleh pendahulunya, Barack Obama, dan memperingatkan bahwa pada akhirnya dia dapat "mengakhiri kesepakatan tersebut".

Bulan lalu, Trump memperpanjang penangguhan sanksi ekonomi terhadap Iran, yang dicabut berdasarkan kesepakatan nuklir, selama 120 hari namun mengatakan bahwa dia tidak akan mengulang perpanjangan itu.

Feb 09, 2018 05:51 Asia/Jakarta
Komentar