• Kongres Amerika
    Kongres Amerika

Kongres Amerika untuk kedua kalinya dalam beberapa pekan terakhir tidak mampu mencapai kesepakatan soal anggaran pemerintah. Dengan demikian, untuk kedua kalinya di masa kepresiden Donald Trump, aktivitas pemerintah diliburkan.

Peristiwa ini terjadi ketika sebelumnya para pemimpin Republik dan Demokrat sepakat meratifikasi anggaran pemerintah federal. Tapi penolakan tidak disangka-sangka Senator Rand Paul dari kubu Republik membuat pemungutan suara di Senat hingga sebelum jam 24 tengah malam Kamis menjadi gagal. Dengan demikian, "shutdown" pemerintah federal kali ini terjadi justru akibat penolakan seorang senator dari kubu Donald Trump sendiri.

Rand Paul

Beberapa pekan lalu, kubu Demokrat dituding bertanggung jawab atas terjadinya "shutdown" pemerintah federal pada 20 Januari dikarenakan bersikeras untuk menyelesaikan masalah "Dreamers", yaitu memasukkan anggaran perlindungan bagi ribuan imigran muda. Dengan alasan ini, kali ini Demokrat berusaha mengurangi tekanan opini publik dengan tidak memaksakan masalah "Dreamers" masuk dalam anggaran pemerintah.

Sekalipun demikian, kekhawatiran akan pembengkakan defisit anggaran dan utang pemerintah dalam kesepakatan terakhir antara Demokrat dan Republik menyebabkan Senator Rand Paul menghentikan proses pengesahan anggaran hingga sebelum jam 24 malam Kamis.

Senator Rand Paul ketika menjustifikasi keputusannya mengatakan, "Saya terpilih menjadi anggota Kongres Amerika untuk mengritik pemerintah Obama karena bertambahnya defisit anggaran dan utang negara.. Tapi kini kubu Republik bersama Demokrat justru bermaksud menciptakan defisit anggaran mencapai triliunan dolar."

Namun dapat diprediksi bahwa dengan kesepakatan Gedung Putih dan Kongres di satu sisi serta Republik dan Demokrat di sisi lain, "shutdown" pemerintah federal di bulan Februari ini hanya beberapa jam, berbeda dengan "shutdown" tiga hari di bulan Januari. Sekalipun pada akhirnya anggaran pemerintah federal Amerika berhasil disahkan, tapi dampak politik dan ekonominya akan berlanjut.

Pertama, terbukti bahwa dominisasi satu partai atas tiga lembaga tinggi negara Amerika tidak menjamin pengesahan rencana anggaran. Kedua, dengan mengenyampingkan masalah kontroversi imigrasi, anggaran pemerintah federal tidak dapat dengan mudah melewati Kongres. Ketiga, proses penulisan anggaran di pemerintahan Trump justru menambah friksi internal di kubu Republik.

Capitol Hill

Setelah bertahun-tahun Amerika berusaha menyeimbangkan anggaran, tapi kembali lagi mereka berada di babak baru defisit anggaran triliunan dolar. Departemen Keuangan Amerika memprediksi bahwa defisit anggaran pemerintah federal hingga akhir tahun 2018 yang berakhir di awal November akan melewati satu triliun dolar dan utang pemerintah juga akan mencapai satu triliun dolar.

Dengan mencermati kondisi ini, Kongres berkewajiban di pekan-pekan depan mengambil keputusan sulit  soal penambahan plafon utang pemerintah federal. Saat ini, utang pemerintah Amerika mendekati 20 triliun, 500 miliar dolar. Bila plafon utang yang telah ditetapkan Kongres tidak mengalami kenaikan, maka "default" akan terjadi di Amerika dan itu berarti ekonomi terbesar dunia mengalami kebangkrutan.

Feb 09, 2018 18:23 Asia/Jakarta
Komentar