• Laporan tahunan Komunitas Intelijen Amerika Serikat.
    Laporan tahunan Komunitas Intelijen Amerika Serikat.

Komunitas Intelijen Amerika Serikat dalam laporan tahunan mengenai penilaian ancaman global yang dihadapi Washington, mengkonfirmasi komitmen Iran terhadap butir-butir kesepakatan nuklir atau Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Seperti dikutip Tasnimnews, Rabu (14/2/2018), laporan tahunan yang disebut "Worldwide Threat Assessment" mengkonfirmasi kepatuhan Iran terhadap JCPOA meskipun ada propaganda luas oleh Presiden Donald Trump.

Laporan tersebut dirilis pada sidang dengar pendapat di Komite Intelijen Senat, yang dihadiri oleh kepala Badan Keamanan Nasional (NSA), direktur CIA, kepala Polisi Federal (FBI) dan direktur intelijen nasional AS, Selasa kemarin.

"Kesepakatan nuklir telah meningkatkan transparansi aktivitas nuklir Iran, dengan bertambahnya akses Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke fasilitas nuklir dan memberikan wewenang investigasi kepada IAEA, sesuai dengan Protokol Tambahan untuk Perjanjian Pengamanan Komprehensif," kata laporan tersebut.

Komunitas Intelijen AS menganggap komitmen Iran terhadap kesepakatan nuklir sebagai sarana untuk menghapus sanksi sambil mempertahankan beberapa kemampuan nuklirnya.

Direktur Badan Intelijen Nasional AS, Dan Coats mengklaim bahwa implementasi kesepakatan nuklir telah menunda upaya Iran untuk memperoleh senjata nuklir dari beberapa bulan meningkat menjadi satu tahun.

Pada Januari lalu, Trump memperpanjang penangguhan sanksi nuklir Iran, namun mengancam bahwa ini akan menjadi perpanjangan terakhir, dan AS akan keluar jika Kongres tidak memperbaiki kesepakatan tersebut.

Sejauh ini, negara-negara Eropa, Uni Eropa, Rusia dan Cina dengan tegas mendukung kesepakatan nuklir Iran, yang juga didukung oleh Dewan Keamanan PBB dan memperingatkan tindakan AS yang ingin merusak kesepakatan yang sangat penting ini. (RM)

Feb 14, 2018 20:02 Asia/Jakarta
Komentar