Delegasi tingkat tinggi Korea Utara yang dipimpin Kim Yong-chol, deputi komite pusat Partai Buruh tiba di Korea Selatan untuk mengikuti acara penutupan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

Sementara itu, saat pembukaan olimpiade ini, sebuah delegasi tingkat tinggi Korea Utara, di mana Kim Yoo-jung, adik pemimpin Korut dan Kim Yong-nam juga termasuk di dalamnya, dilaporkan juga berkunjung ke Korsel.

Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang

 

Penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang merupakan peluang yang tepat bagi kedua Korea untuk mengambil langkah penting dan bersejarah demi mereduksi tensi dan menetapkan stabilitas serta keamanan di Semenanjung Korea melalui pertemuan delegasi politik tingkat tinggi.

 

Pengiriman delegasi tinggi politik Korea Utara ke Korsel serta sambutan pemimpin negara ini kepada mereka khususnya adik pemimpin tinggi Korut, menunjukkan bahwa Seoul dan Pyongyang menyambut setiap peluang dan kondisi yang dapat membantu mereduksi tensi.

 

Di sisi lain, Amerika Serikat tetap tidak puas dengan upaya Korea Utara yang ingin menyelesaikan krisis di Semenanjung Korea melalui jalur damai tersebut. Oleh karena itu, Washington selama pertandingan olimpiade musim dingin juga berusaha mensabotase upaya kedua Korea tersebut dengan mengumbar ancaman kepada Pyongyang dan menebar agitasi anti Korut. Tudingan Korea Utara kepada AS terkait serangan cyber ke instalasi dan berbagai program Korea Utara dapat dicermati sebagai upaya Washington mencegah rekonsiliasi kedua Korea.

 

Igor Marguliev, pengamat politik mengatakan, "Langkah praktis untuk membentuk mekanisme yang tepat untuk memperkuat perdamaian dan keamanan di wilayah Timur Laut Asia  dan di saat bersamaan memecahkan masalah di Semenanjung Korea mengharuskan negara-negara untuk  menjadi pelopor dalam hal ini."

 

Realitanya adalah Amerika dengan berbagai cara berusaha mencegah konvergensi dan persatuan kedua Korea. Karena Amerika mengejar tujuan jangka panjang dan lebih dari sekedar mengancam Korut. Amerika dengan memblokade total Cina di perairannya, berusaha memaksa Beijing terlibat di perlombaan militer seperti era perang dingin dengan Uni Soviet.

 

Andrei Baklisky, pengamat di pusat riset politik Rusia mengatakan, "Kini sangat penting upaya menghadapi kendala ini. Dan sikap baru ini dapat berujung pada kesepakatan dua pihak serta mampu mencegah Korea Utara melakukan uji coba rudal baru dengan imbalan pencabutan sanksi secara bertahap. Selain itu, Pyongyang diberi kesempatan untuk melanjutkan aktivitas nuklir sipil di bawah kontrol internasional."

Perundingan Korsel dan Korut

 

Sepertinya menurut perspektif pendukung Korea Utara seperti Rusia dan Cina, Pyongyang meraih kemajuan di bidang nuklir dan upaya menarik kembai Korut tidak mungkin dilakukan, khususnya ketika Amerika enggan mengurangi ancaman militernya terhadap Korut.

 

Meski demikian statemen terbaru pemimpin Korut yang bersedia memberi jaminan kepada Korsel bahwa program rudal dan nuklirnya tidak akan pernah digunakan mengancam Seoul, sedikit banyak membuat rakyat negara ini optimis akan masa depan transformasi Semenanjung Korea. Tapi kekhawatiran ini masih ada di antara elit politik Korut dan regional bahwa Korea Selatan akan menunjukkan sikap fleksibelnya untuk menggelar olimpiade musim dingin dengan aman dan tanpa keributan.  (MF)

 

Tags

Feb 25, 2018 19:58 Asia/Jakarta
Komentar