• Menlu AS Rex Tillerson
    Menlu AS Rex Tillerson

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson memulai lawatan pertamanya ke Afrika.

Selama kunjungan ini, menlu AS dilaporkan akan mengunjungi negara-negara Ethiopia, Kenya, Djibouti, Chad dan Nigeria. Tillerson sebelum bertolak ke Afrika mengatakan, keamanan dan perkembangan ekonomi negara kami di masa lalu tidak seperti saat ini.

Menlu AS Rex Tillerson

 

Meski demikian metode Presiden AS Donald Trump menyikapi isu Afrika mengindikasikan pemerintah Amerika saat ini tidak menjaga etika diplomasi meski standar yang paling minim. Beberapa waktu lalu, ucapan Trump yang menyebut negara Afrika sebagai lubang kotoran telah menimbulkan gelombang kemarahan di Afrika.

 

Seluruh negara Afrika dalam sebuah aksinya, merilis statemen mengecam pidato rasis presiden Amerika dan mayoritas dubes Amerika di benua Afrika dipanggil oleh negara setempat. Sebelumnya keputusan Trump yang melarang kunjungan warga sejumlah negara Afrika seperti Somalia, Libya dan Chad ke Amerika menuai protes keras.

 

Peristiwa ini yang bersamaan dengan ancaman Trump untuk menjatuhkan sanksi finansial kepada sejumlah negara yang menentang keputusan Washington mengakui secara resmi Quds sebagai ibukota Israel, kian menguak pendekatan AS menyalahgunakan kesulitan finansial negara-negara Afrika.

 

Reuben Brigety, mantan duta besar Amerika di Uni Afrika mengatakan, Turmp tidak memiliki pemahaman besar terkait benua Afrika dan sepertinya ia mulai ingin mengenal negara-negara Afrika.

 

Untuk meredam kemarahan negara-negara Afrika dari statemen rasis dan melecehkan Trump, Tillerson pada bulan Januari menyatakan untuk pertama kalinya sebagai menlu Amerika ia akan berkunjung ke Afrika. Kini Tillerson optimis dengan meredamnya kemarahan negara-negara Afrika, kerja sama keamanan dan ekonomi AS dengan benua Afrika akan meningkat.

 

Meluasnya aksi terorisme di Afrika, relokasi sisa-sisa anasir teroris Daesh dari Asia Barat ke berbagai wilayah Afrika serta eskalasi instabilitas politik-sosial di negara-negara benua ini berujung pada melonjaknya krisis kemanusiaan dan arus pengungsi. Hal ini dinilai sebagai bagian dari kekhawatiran Amerika di sektor keamanan. Bagaimanapun juga pemerintah Amerika berharap, di bawah bayang-bayang parahnya kondisi keamanan Afrika, Washington mampu menambah pangkalan militernya di Afrika dan membendung rival ekonominya termasuk Cina untuk memperluas pengaruhnya di Afrika.

Presiden AS Donald Trump

 

Meningkatnya aktivitas ekonomi Cina, negara yang tercatat diurutan pertama di bidang ekspor ke Afrika dan investasi di benuai ini telah memicu kekhawatiran para mantan imperialis Eropa termasuk pemerintah Amerika. Meski demikian, fokus Cina terhadap ekspor produk murah, pemberian konsesi dan bantuan finansial, investasi besar-besaran membuat negara ini menjadi penguasa ekonomi dan finansial di Afrika.

 

Washington sangat khawatir aktivitas ekonomi Cina di Afrika pada akhirnya berujung pada kehadiran politik dan militer di benua ini dan membahayakan pengaruh Amerika Serikat. Oleh karena itu, bertepatan dengan dimulainya safari Tillerson ke Afrika, Washington menyatakan akan memberi paket bantuan finansial sebesar 500 juta dolar kepada negara-negara Afrika yang terancam krisis pangan. Meski demikan kecil kemungkinan langkah seperti ini akan berhasil memulihkan posisi politik dan ekonomi Amerika di Afrika seperti sebelumnya. (MF)

 

 

Tags

Mar 07, 2018 20:12 Asia/Jakarta
Komentar