Pemilu presiden Rusia akan diikuti delapan calon presiden, termasuk Vladimir Putin, Presiden Rusia saat ini.

Kandidat Pemilu Presiden Rusia

Mayoritas survei yang dilakukan menunjukkan Vladimir Putin akan kembali memenangi pemilu presiden Rusia kali ini. Itu berarti untuk keempat kalinya Putin memenangkan pemilu presiden Rusia dan akan berkuasa di istana Kremlin selama enam tahun ke depan. Kemenangan mudah ini, selain berdampak besar di dalam Rusia sendiri, juga sangat mempengaruhi transformasi internasional. Oleh karenanya, negara-negara Barat di bulan-bulan terakhir berusaha keras mempengaruhi hasil pilpres ini.

Mencermati elektabilitas Putin yang tinggi, tampaknya upaya Barat ini lebih fokus pada upaya menurunkan tingkat partisipasi rakyat dalam pemilu presiden dan dengan sendirinya persentase suara yang diraih kali ini lebih sedikit bila dibandingkan dengan pilpres tahun 2012. Sekaitan dengan hal ini, negara-negara Barat mulai melakukan pembunuhan karakter Putin. Selain itu, mereka berusaha menggambarkan tidak ada demokrasi di Rusia dan pemilu yang diselenggarakan sudah didesain sedemikian rupa, sehingga telah dipastikan siapa pemenangnya.

Semua telah dirancang jauh-jauh hari sebelumnya dan kini menjelang penyelenggaraan pemilu Putin dituding mengeluarkan perintah meneror agen ganda Rusia, Sergei Skripal dengan zat kimia berbahaya di Inggris. Menyusul tuduhan ini, London mengusir 23 diplomat Rusia dari Inggris dan kepala-kepala negara Amerika, Jerman dan Perancis mendukung langkah Inggris. Sementara di Amerika, Donald Trump menerapkan sanksi baru terhadap Rusia dengan alasan campur tangan Rusia dalam pemilu presiden Amerika pada 2016.

Menanggapi provokasi Barat, Valentina Matviyenko, Ketua Dewan Federasi Rusia mengatakan, langkah provokatif dan memalukan Inggris disusun dengan skenario lemah. Hal itu dikarenakan semakin dekatnya pemilu presiden Rusia dan dengan tujuan memberikan gambaran negatif negara ini kepada masyarakat internasional.

Valentina Matviyenko

Sekalipun demikian, ada banyak bukti bahwa propaganda dan agitasi yang dilakukan Barat tidak akan mempengaruhi banyak hasil suara rakyat dalam pilpres Rusia. Karena selama ini Putin mampu mengeluarkan Rusia dari periode penuh pergolakan pasca runtuhnya Uni Soviet dan menghadapi dampak negatif sanksi ekonomi yang diterapkan Barat akibat menggabungkan Krimea dengan Rusia. Bukti-bukti ini yang membuat politikus berusia 65 tahun ini masih tetap populer setelah menduduki sejumlah posisi penting seperti perdana menteri dan presiden Rusia.

Kemenangan keempat kalinya Putin dalam pilpres Rusia bakal memperkuat orientasi kebijakan luar neger negara ini. Rusia tengah berusaha mengembalikan kekuatannya seperti di era Uni Soviet tanpa ideologi Komunis dan menjadi pemain utama di kancah internasional. Peran gemilang Rusia di sejumlah kawasan seperti Kaukasus utara, Eropa timur, Asia Barat, Afrika Utara dan bahkan mampu menghadapi klaim-klaim Amerika menunjukkan tekad Kremlin untuk berperan lebih aktif dalam transformasi dunia.

Proses ini bakal lebih jelas dengan kemenangan Vladimir Putin dalam pemilu, khususnya bila partisipasi rakyat lebih besar dan suara yang diraih lebih banyak. Itulah mengapa menjelang pemilu presiden Rusia, negara-negara Barat tidak henti-hentinya berusaha merusak citra pemerintah Rusia dan pribadi Putin.(SL/PH)

Tags

Mar 18, 2018 18:45 Asia/Jakarta
Komentar