• Vladimir Putin
    Vladimir Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan bahwa Moskow tidak akan masuk ke dalam persaingan senjata baru.

Putin lebih menekankan penguatan kemampuan pertahanan Rusia ketimbang masuk ke dalam persaingan senjata. Ia bahkan ingin membangun hubungan yang konstruktif dengan seluruh negara dunia.

Presiden Rusia mengatakan, anggaran militer negara ini untuk tahun 2018 dan 2019 akan dipangkas, pasalnya anggaran militer beberapa tahun terakhir lebih banyak dihabiskan untuk memproduksi senjata canggih.

Penegasan Putin untuk tidak masuk ke dalam persaingan senjata baru diduga sebagai respon atas langkah terang-terangan Amerika sebagai investor terbesar NATO untuk menyeret Rusia ke dalam permainan usang yaitu persaingan senjata.

Di dekade 90-an, Rusia sempat mengalami kolaps di sejumlah sektor termasuk di sektor militer, namun sejak Putin menjabat presiden tahun 2000, proses modernisasi persenjataan dan militer Rusia mulai dilakukan.

Akan tetapi proses tersebut berjalan bukan dalam kerangka persaingan senjata dengan Amerika, tapi lebih merupakan upaya modernisasi angkatan bersenjata terutama unit nuklir strategis sebagai salah satu pilar kekuatan nasional Rusia.

sistem rudal Rusia

Dalam pandangan Moskow, kemampuan nuklir strategis negara ini dapat menjamin eksistensi dan melindungi negara dari segala bentuk serangan Barat terutama Amerika. Di sisi lain, melihat rekam jejak Amerika sebagai negara terkuat di NATO selama dua dekade terakhir, selalu berusaha menciptakan konfrontasi militer dengan Rusia.

Salah seorang pengamat politik Rusia meyakini, sejumlah isu provokatif sengaja diproduksi NATO, dan hal ini menunjukkan bahwa organisasi itu tidak ingin menyelesaikan ketegangan dengan Rusia.

Salah satu bukti paling jelas adalah upaya kontinu Amerika dan NATO untuk menempatkan sistem anti-rudal di Eropa Timur. Tujuannya untuk menciptakan penghambat serius bagi kekuatan pencegahan utama Rusia yaitu unit rudal nuklir strategis.

Washington mengira Rusia akan terpaksa mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi dan mengoperasikan rudal-rudal balistik nuklir baru, yang berarti tekanan keras pada perekonomian negara itu, dan ini tidak lain adalah siasat yang pernah digunakan Amerika di masa perang dingin untuk melemahkan Uni Soviet.

Taktik itu terbukti manjur, karena Uni Soviet terlena dengan kekuatan militer dan senjata, tapi melupakan perekonomian dan kehidupan masyarakatnya. Sejumlah analis percaya, salah satu faktor terpenting keruntuhan Uni Soviet adalah adanya persaingan senjata negara itu dengan Amerika.

Oleh karena itu, selain memperhatikan secara serius urusan militer, Rusia juga berusaha memproduksi dan mengembangkan senjata yang bisa membalikkan perimbangan strategis sehingga berubah menguntungkan pihaknya.

Sebagaimana dikatakan Dmitry Rogozin, Deputi Perdana Menteri Rusia, Moskow akan menanamkan investasi besar-besaran di bidang teknologi super canggih dalam program persenjataan baru.

Persenjataan yang dipamerkan Putin dalam pidato tahunannya sehingga dapat menjadi peringatan serius bagi Barat khususnya Amerika terkait kekuatan militer Rusia. (HS/PH)

Tags

Mar 20, 2018 17:29 Asia/Jakarta
Komentar