• JCPOA
    JCPOA

Keputusan Presiden AS, Donald Trump menarik AS keluar dari JCPOA menimbulkan pertanyaan mengenai sikap Eropa yang selama ini menjadi sekutu dekat Washington, apakah akan mengamini langkah Gedung Putih ataukah sebaliknya.

Tampaknya, sebagian jawaban mengenai langkah apa yang akan diambil Eropa menyikapi masalah ini bisa dicermati dari kunjungan Komisioner Energi Eropa, Migeul Arias Canete ke Tehran yang dilakukan demi melindungi kepentingan ekonomi perusahaan negara-negara Eropa.

Langkah pertama yang dilakukan Uni Eropa untuk mempertahankan JCPOA dengan mengirim delegasi ke Tehran dipimpin oleh Canete baru-baru ini.

Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi setelah berunding dengan  pihak Uni Eropa hari Sabtu (19/5) mengatakan, Eropa saat ini menegaskan akan mempertahankan JCPOA dan melanjutkan kerja sama dengan Iran. Tapi seberapa besar tekad ini bisa menjaga Iran tetap berada di JCPOA masih membutuhkan waktu.

Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zangeneh setelah bertemu dengan Miguel Arias Canete kepada wartawan menjelaskan pertemuannya dengan delegasi Eropa untuk membahas masalah kerja sama di bidang minyak, gas dan petrokimia antara Iran dan Eropa.

"Upaya kedua belah pihak untuk menemukan cara melanjutkan hubungan antara Iran dan Uni Eropa di bidang energi tetap berlanjut," ujar Zangeneh.

Bloomberg dalam salah satu beritanya menulis, keputusan Uni Eropa, Rusia dan Cina tetap menjaga JCPOA tidak akan sia-sia.

Media AS ini menilai pihak Eropa yang tengah berselisih dengan AS dalam masalah pengenaan bea pajak untuk produk baja dan alumunium akan mempertimbangkan untuk tidak mengikuti kebijakan Trump.

Presiden AS, Donald Trump

 

Dari sini bisa dikatakan bahwa statemen tegas Uni Eropa yang tetap mempertahankan JCPOA menjadi pesan negatif  bagi Trump. Uni Eropa memulai proses hukum "Aturan Pertahanan" untuk menghadapi dampak buruk sanksi AS terhadap Iran.

Selain itu, Uni Eropa memberikan dukungan dari Bank Investasi Eropa terhadap investasi perusahaan Eropa terutama perusahaan kecil dan menengah yang beroperasi di Iran. Tidak hanya itu, Uni Eropa  meningkatkan investasi di Iran, terutama di bidang energi demi menarik kepercayaan dari pihak Iran.

Eropa juga memberikan jaminan bagi Iran mengenai pembayaran valuta asing hasil penjualan minyak negara ini ke rekening bank sentral Iran yang berada di berbagai negara dunia.

Meski demikian, sejumlah analis memberikan pandangannya mengenai implementasi komitmen tersebut. Meskipun Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa perusahaan kecil dan besar Eropa yang memiliki hubungan perdagangan dengan Amerika Utara tidak mau beresiko untuk menyenangkan politikus Brussels. Pasalnya, di Eropa sendiri terjadi kesenjangan. Mungkin saja Eropa sebagai pasar terbesar, tapi menjadi manusia kecil di ranah politik.

Kini, jika Eropa menjalankan apa yang dicapai dalam pertemuan para pemimpinnya untuk menjaga JCPOA, seberapa jauh bisa dipercaya untuk menjamin kepentingan Iran di JCPOA. Sebab, untuk menarik kepercayaan penuh masih perlu waktu untuk mengujinya.(PH) 

 

Mei 20, 2018 18:38 Asia/Jakarta
Komentar