• Kapal Perang Perancis
    Kapal Perang Perancis

Departemen Pertahanan Cina seraya memperingatkan AS, Perancis dan Inggris karena mengirim kapal perangnya ke Laut Cina Selatan menyatakan, Beijing tidak akan mentolerir berlanjutnya pergerakan ini.

Dephan Cina di statemennya memperingatkan AS, Inggris dan Perancis bahwa militer negara ini tak diragukan lagi akan membela kepentingan dan integritas wilayah Cina dihadapan pergerakan Barat di Laut Cina Selatan.

 

Di statemen ini dijelaskan, Cina menilai penempatan sistem, senjata dan peralatan logistik militer di Laut Cina Selatan sebagai bentuk pertahanan dan tidak membutuhkan ijin dari negara lain dalam hal ini.

 

Inggris dan Perancis baru-baru ini mengumumkan, dalam waktu dekat akan mengirim kapal perangnya ke Laut Cina Selatan, lokasi utama sengketa antara AS dan Cina.

Armada Laut AS

 

Sekitar sepuluh hari lalu, Departemen Luat Negeri Cina seraya merilis statemen memperingatkan ulah sebuah kapal perang Amerika yang mendekati kepulauan yang disengketakan di Laut Cina Selatan.

 

Dalam hal ini, seorang petinggi Amerika menyatakan, negara ini tengah membahas pengiriman sebuah kapal perang ke Selat Taiwan.

 

Langkah provokatif Amerika di Laut Cina Selatan melalui keputusan untuk mengirim kapal perang ke wilayah ini dan sikap Perancis serta Inggris yang mengamini pendekatan pengobaran tensi Gedung Putih seiring dengan berkuasanya Donald Trump meningkat tajam.

 

Jiao Xiao Joe, pengamat politik di Cina mengatakan, Amerika ingin memasuki kawasan Laut Cina Selatan dan menetapkan posisinya di kawasan ini untuk merusak stabilitas keamanan dan perdagangan. Sementara itu, mengingat kesiapan Cina, keinginan Amerika ini bisa berujung pada konfrontasi bersenjata.

 

Namun begitu langkah provokatif Amerika tidak terbatas di Laut Cina Selatan, dan kebijakan pengobaran tensi akan berpengaruh besar terhadap Asia Timur temasuk Semenanjung Korea.

 

Friksi Cina dengan sejumlah negara di kawasan termasuk Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam dan Vietnam terkait kepemilikan Cina terhadap wilayah dan kepulauan di Laut Cina Selatan berubah menjadi peluang bagi langkah provokatif Amerika di kawasan ini.

 

Gedung Putih selain memprovokasi negara-negara yang terlibat tensi dengan Cina, dengan mengirim kapal perangnya ke kawasan ini secara praktis berusaha memperbesar tensi serta memaksa Cina menghadapi kendala besar dengan negara kawasan. Melalui langkah ini, Washington berharap mampu mengendalikan kekuatan Beijing.

 

Sisi perbedaan transformasi terbaru soal sengketa di Laut Cina Selatan dan langkah provokatif pemain trans-regional adalah keterlibatan Perancis dan Inggris yang bersedia mengekor kebijakan petualangan Amerika. Hal ini selain meningkatkan tensi di kawasan, juga hubungan Cina dengan Paris serta London akan mengalami fluktuasi.

 

Ketika kekuatan Barat dengan poros Amerika berusaha memperbesar tensi di Laut Cina Selatan untuk melemahkan kekuatan Beijing, pemerintah Cina dengan menempatkan sistem anti rudal di kawasan ini ingin memperkuat sistem pertahannnya.

 

Seorang pengamat di lembaga nasional Laut Cina Selatan mengatakan, kekuatan militer Amerika aktif di kawasan ini dan Beijing seraya menyikapi kondisi ini juga menempatkan sistem pertahanan untuk menjaga perairannya.

 

Ada pandangan lain bahwa Amerika dengan meningkatkan represi terhadap cina melalui langkah provokatifnya di Laut Cina Selatan, ingin memaksa Beijing memberikan konsesi perdagangan kepada Gedung Putih sehingga mampu menutupi defisit perdagangannya sekitar 400 miliar dolar di neraca perdagangannya dengan Cina. (MF)

 

 

 

Tags

Jun 07, 2018 09:57 Asia/Jakarta
Komentar