• Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley di pertemuan Dewan Keamanan.
    Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley di pertemuan Dewan Keamanan.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley dalam sebuah komentar mengklaim bahwa Iran terus melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB. Dia mengatakan, laporan Sekjen PBB Antonio Guterres tentang pelaksanaan resolusi tersebut menunjukkan bahwa Iran terus mengirim senjatanya ke seluruh Timur Tengah dan melanggar resolusi Dewan.

Klaim ini disampaikan ketika masyarakat internasional secara kompak menolak keputusan sepihak AS keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran (JCPOA) dan penolakan negara itu untuk memenuhi komitmennya sesuai resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.

Pada 8 Mei 2018, Presiden Donald Trump secara sepihak mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan nuklir dengan Iran. Langkah ini mengundang kritik dari masyarakat internasional termasuk dari sekutu Washington di Eropa dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam negosiasi nuklir dengan Tehran.

Troika Eropa (Inggris, Perancis, dan Jerman) dan Uni Eropa telah meluncurkan pembicaraan dengan Iran untuk mempertahankan kesepakatan nuklir. Rusia dan Cina juga menekankan pelaksanaan kesepakatan tersebut dan memperingatkan tentang konsekuensi berbahaya pembatalan JCPOA.

Menurut Wakil Tetap Inggris untuk PBB, Karen Pierce, kesepakatan nuklir adalah bagian mendasar dari arsitektur rezim non-proliferasi dan yang lebih penting dari itu, perjanjian tersebut sedang bekerja dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam laporan terbarunya menegaskan kepatuhan Iran terhadap komitmennya.

Meskipun Sekjen PBB dalam laporannya menekankan kepatuhan mutlak Tehran terhadap kesepakatan nuklir, namun AS memanfaatkan laporan tersebut untuk membuat klaim-klaim tak berdasar dan menuding Iran telah melanggar resolusi 2231.

Pemerintah Rusia mengkritik laporan Guterres dan percaya bahwa Sekjen PBB seharusnya menyoroti pelanggaran resolusi 2231 oleh AS, termasuk pengembalian sanksi nuklir terhadap Iran. Namun, Guterres hanya menyampaikan penyesalan atas penarikan AS dari kesepakatan nuklir.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya mengatakan, "Tidak bisa dimengerti bahwa bagaimana sebuah laporan tentang pelaksanaan resolusi 2231, sama sekali tidak menyinggung langkah Washington yang mengembalikan sanksi terhadap Tehran. Ini sebuah masalah yang tidak hanya pelanggaran nyata negara itu terhadap komitmennya dalam JCPOA, tapi juga pelanggaran atas resolusi Dewan Keamanan."

AS menjustifikasi keputusannya meninggalkan JCPOA dengan menuding Iran telah melanggar resolusi 2231. Hal ini dilakukan demi menghindari kritik dari sekutu-sekutunya di Eropa.

Semua negara anggota Kelompok 5+1 dan IAEA dengan pengecualian AS, berkali-kali mengkonfirmasi kepatuhan Iran terhadap komitmennya di bawah kesepakatan nuklir.

Klaim AS soal pengiriman senjata Iran ke pihak tertentu di Timur Tengah disampaikan ketika Gerakan Ansarullah Yaman sudah sering mengatakan bahwa Tehran tidak memberikan senjata untuk Yaman.

Sebenarnya, AS adalah pelanggar utama resolusi 2231 dengan meninggalkan kesepakatan nuklir. Negara itu juga merupakan pemasok utama senjata untuk Arab Saudi dalam agresinya ke Yaman. (RM)

Tags

Jun 28, 2018 16:02 Asia/Jakarta
Komentar