• Dukungan Yahudi Dunia untuk Aksi Boikot Israel

Protes global terhadap kebijakan rezim Zionis terus menggema di tengah meningkatnya tindakan tidak manusiawi Israel terhadap rakyat Palestina. Saat ini, banyak komunitas Yahudi juga menyatakan penentangan mereka terhadap brutalitas Israel di Palestina.

Baru-baru ini, 39 kelompok Yahudi dari seluruh dunia menandatangani sebuah surat untuk mendukung gerakan boikot dan menarik investasi serta memberlakukan sanksi terhadap Israel.

Komunitas Yahudi dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Swedia, Afrika Selatan, dan Palestina pendudukan dan negara lain dalam surat tersebut menyatakan bahwa pada saat-saat seperti ini, adalah sangat penting untuk membedakan antara permusuhan atau prasangka terhadap warga Yahudi di satu sisi dan kritik yang sah terhadap kebijakan dan kekejaman Israel di sisi lain.

Kebijakan anti-kemanusiaan Israel dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong lahirnya sebuah aksi global yang dikenal Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS). Tujuan dari aksi ini adalah menekan Israel lewat tuas ekonomi sehingga mengakhiri pendudukan Palestina.

Para pendukung BDS menyerukan penarikan investasi dari tanah pendudukan sehingga Israel mengakhiri pendudukan serta menghentikan pembangunan distrik Zionis dan perampasan tanah warga Palestina. Dengan demikian, negara merdeka Palestina akan berdiri.

Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS).

Kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina terus meningkat dari waktu ke waktu. Dalam beberapa bulan terakhir, dunia menyaksikan pembantaian orang-orang Palestina dalam Pawai Kepulangan, pembunuhan di Jalur Gaza, dan yang terbaru pengesahan Undang-Undang Negara Bangsa Yahudi, yang menistakan seluruh hak rakyat Palestina. Aksi-aksi tersebut telah memicu kebencian dan protes terhadap rezim Zionis.

Dalam hal ini, juru bicara gerakan rabi anti-Zionis, David Feldman mengatakan, "Sayangnya, apa yang kita saksikan selama bertahun-tahun ini adalah meluasnya penindasan terhadap orang-orang Palestina. Apa yang membuat Israel marah bukan hanya gerakan global boikot, tetapi dokumen dan bukti-bukti yang dimiliki aktivis hak asasi manusia tentang kejahatan Israel."

Gelombang protes telah memaksa para pejabat Tel Aviv untuk meminta bantuan sekutunya. Kementerian Strategis Israel baru-baru ini meminta Uni Eropa untuk menghentikan pendanaan lebih dari selusin organisasi sipil Eropa dan Palestina yang berusaha memboikot rezim itu. Dewan Perwakilan Rakyat AS dengan tekanan lobi Zionis, juga menyetujui undang-undang yang akan menghukum perusahaan-perusahaan yang memboikot Israel.

Meski demikian, banyak dari sekutu Israel mengkritik kebijakan anti-kemanusiaan yang dijalankan rezim itu dan mereka mendesak penghentian pembunuhan warga Palestina dan menghormati hukum internasional dan hak asasi manusia.

Layanan Diplomatik Uni Eropa dalam sebuah pernyataan mengutuk aksi kekerasan Israel terhadap warga Palestina dan menuntut untuk dihentikan.

Sekarang, dukungan 39 kelompok Yahudi untuk aksi boikot global merupakan indikasi dari protes warga Yahudi dunia terhadap kebijakan Zionis, yang akan membuat Israel semakin terisolasi bahkan di tengah komunitas Yahudi sendiri. (RM)

Tags

Jul 22, 2018 18:36 Asia/Jakarta
Komentar