• Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova.
    Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova.

Penerapan kembali sanksi nuklir Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran menyusul keluarnya Washington dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) di mana babak pertama sanksi tersebut diterapkan pada 7 Agustus 2018 menuai bahkan reaksi negatif.

Dalam hal ini, anggoka Kelompok 4+1 yakni trioka Eropa (Jerman, Perancis dan Inggris), Cina serta Rusia mengecam langak sepihak dan ilegal Amerika tersebut.

 

Menurut perspektif negara-negara ini, penerapan sanksi dapat menimbulkan dampak negatif yang tidak dapat dibentuk di tingkat regional dan internasional. Selain itu, kebijakan Amerika terkait JCPOA tidak konstruktif dan Washington bertindak tidak selaras dengan tuntutan berbagai negara terkait kesepakatan internasional ini.

 

Dalam hal ini, Juru bicara Departemen Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova hari Kamis (9/8) menyatakan bahwa sanksi yang telah dijatuhkan Amerika terhadap Iran sangat merusak bagi Timur Tengah. Zakharova menandaskan, langkah AS terkait JCPOA bertentangan dengan tuntutan mayoritas negara dunia. Keluarnya AS dari JCPOA bukan demi kepentingan nasional negara ini, tapi tuntutan sekelompok kecil di Amerika.

Sanksi terhadap Iran

 

Sanksi Amerika memiliki dua lapis yang sepenuhnya terpisah. Sanksi pertama yang dalam bentuk pemerintah Amerika meminta perusahaan dan lembaga negara ini menghindari transaksi perdagangan dan ekonomi dengan Iran. Bagian lain adalah sanksi kedua dalam koridor meningkatkan otoritas kedaulatannya di luar perbatasan serta bertentangan dengan hukum internasional, meminta berbagai negara dan perusahaan non Amerika untuk tidak melakukan transaksi dengan Iran. Jika tidak, maka mereka akan dikenakan sanksi dan tidak dapat mengakses pasar Amerika serta partisipasi perdagangan, ekonomi, finansial, asuransi dan lainnya.

 

Dengan demikian langkah Amerika anti Iran adakag trans-nasional dan juga mencakup negara lain. Pendekatan Amerika dalam hal ini sekedar bertumpu pada ancaman, arogansi dan pemaksaan. Sementara itu, Iran selama 40 tahun lalu senantiasa melawan sanksi Amerika.

 

Ali al Hil, dosen Universitas Qatar terkait sanksi sepihak AS terhadap Iran mengatakan, Iran kini tercatat pemain besar di konstelasi Timur Tengah dan memiliki banyak opsi untuk membalas pergerakan Amerika Serikat.

 

Menurut perspektif Rusia, penerapan sanksi terbaru Amerika terhadap Iran akan memicu banyak dampak negatif bagi kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, hal ini mungkin yang mendorong sejumlah negara di kawasan ini yang memiliki interaksi besar dengan Republik Islam Iran akhirnya berani merespon negatif pendekatan Washington tersebut.

 

Di antara negara tersebut adalah Turki yang memiliki hubungan luas di bidang perdagangan, ekonomi dan energi dengan Iran dan menyatakan bahwa Ankara tidak akan mengkuti sanksi Amerika terhadap Iran.

 

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan, Ankara tidak akan melaksanakan sanksi AS terhadap Iran.

 

Meski demikian isu ini menunjukkan bahwa dampak sanksi terhadap Iran tidak sekedar terbatas pada negara-negara tersebut, tapi negara lain di kawasan baik itu disadari atau tidak akan terkena dampak negatifnya. Ini adalah kasus yang diperingatkan oleh juru bicara Deplu Rusia. (MF)

 

 

Tags

Aug 11, 2018 19:49 Asia/Jakarta
Komentar