• Konferensi pers Vladimir Putin dan Angela Merkel
    Konferensi pers Vladimir Putin dan Angela Merkel

Sekalipun Amerika Serikat menarik diri dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) pada Mei 2018, anggota kelompok 5 + 1 lainnya, sekarang dalam bentuk kelompok 4 + 1, tetap berkomitmen untuk mempertahankan perjanjian kunci ini, yang dalam pandangan mereka sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan regional dan internasional.

Sikap terbaru Presiden Rusia Vladimir Putin dalam masalah ini pada konferensi pers bersamanya dengan Angela Merkel, Kanselir Jerman menekankan pentingnya mempertahankan JCPOA. Merkel sendiri dalam konferensi pers bersama ini menyatakan dukungannya terhadap JCPOA.

Angela Merkel dan Vladimir Putin

Ini merupakan sikap terbaru dua anggota penting kelompok 4 + 1, yakni Jerman, sebagai negara paling penting di Eropa dan Rusia yang dianggap saingan utama Amerika Serikat di tingkat internasional soal mempertahankan JCPOA. Menurut anggota-anggota kelompok ini, seperti Rusia dan Jerman, JCPOA memainkan peran penting dalam memonitor program nuklir damai Iran dan pada saat yang sama, mencegah proliferasi nuklir dan penyebaran perlombaan senjata nuklir antara negara-negara di kawasan serta memiliki dampak positif bagi keamanan internasional. Selain itu, JCPOA telah menghilangkan kemungkinan serangan militer untuk menghancurkan program nuklir Iran.

Dengan demikian, JCPOA telah menjadi model yang berhasil untuk menyelesaikan masalah internasional dengan cara multilateral. Jelas bahwa pembatalan perjanjian ini memiliki banyak efek negatif pada perdamaian dan keamanan internasional. Hal ini jugalah yang telah menyebabkan Rusia dan Jerman dalam beberapa bulan terakhir dan dalam kata-kata para pejabat seniornya untuk tetap mempertahankan JCPOA sehubungan dengan keefektifannya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun desakan Presiden AS Donald Trump pada pembatalan, pendekatan kekuatan internasional benar-benar bertentangan dengan pandangannya.

Richard Sokolsky, ahli politik Rusia percaya bahwa presiden Amerika Serikat tidak memiliki tujuan dan strategi yang realistis dalam pernyataannya keluar dari JCPOA dan menghadapi Iran di kawasan.

Itulah sebabnya meskipun ada upaya luas Washington untuk memperburuk tekanan pada Iran agar keluar dari JCPOA, tapi Eropa mendorong untuk mempertahankan JCPOA dengan mengadopsi serangkaian langkah untuk mengurangi dampak dari penerapan kembali sanksi nuklir AS. Sanksi dalam dua tahap; pada tahap pertama yang dilaksanakan sejak 7 Agustus 2018 dan putaran berikutnya akan dilaksanakan pada bulan November 2018.

Di antara langkah-langkah yang diambil oleh Uni Eropa dalam hal ini adalah penerapan versi terbaru dari "UU Pemblokiran" yang bertujuan untuk mengurangi dampak sanksi terhadap kepentingan perusahaan-perusahaan Eropa yang melakukan aktivitas komersial legal di Iran. Tindakan ini merupakan bagian dari langkah-langkah dukungan Uni Eropa untuk melanjutkan pelaksanaan secara penuh dan efektif, termasuk melalui mempertahankan hubungan perdagangan dan ekonomi antara Eropa dan Iran.

Amerika Serikat berusaha menunjukkan langkah-langkah dukungan Uni Eropa tidak penting saat mereaksi aksi permusuhan Washington terhadap Iran. Tetapi Rusia seperti Eropa telah menekankan upaya mempertahankan JCPOA. Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri Rusia pada 18 Agustus mengeluarkan sebuah pernyataan yang menekankan adopsi langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan dan melaksanakan sepenuhnya JCPOA sekaligus menjelaskan perannya dalam memajukan perjanjian tersebut.

Vladimir Putin, Presiden Rusia

Moskow telah berulang kali menyatakan bahwa posisinya tidak berubah dan menuntut implementasi perjanjian penting ini. Dari sudut pandang Moskow, Amerika Serikat harus mencari cara lain untuk menyelesaikan perbedaannya dengan Iran yang membahayakan JCPOA dengan mencermati percapaiannya merupakan langkah yang tidak logis dan rasional. Sekaitan dengan hal ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, kami percaya bahwa JCPOA adalah alat yang, secara umum dan khususnya di Timur Tengah telah memfasilitasi larangan proliferasi nuklir. Tidak ada keraguan bahwa instrumen ini tidak boleh dihilangkan.

Sekalipun sikap Rusia dan Jerman dalam hal ini adalah satu, tapi Trump terus mengabaikan konsensus kekuatan-kekuatan besar dunia untuk mempertahnkan JCPOA dan tetap bersikeras memusnahkan kesepakatan penting internasional ini. Suatu masalah yang telah menyebabkan Amerika Serikat semakin terisolasi di tingkat global.

Tags

Aug 19, 2018 14:41 Asia/Jakarta
Komentar