• S-300
    S-300

Masalah tertembaknya pesawat intelijen Rusia di Suriah, dimana Moskow menyebut Israel sebagai penyabab utama, telah menemukan dimensi dan implikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun para pejabat Israel dengan tegas menyangkal peran Tel Aviv dalam insiden itu, Moskow telah menekankan hal ini dan telah mengambil langkah untuk menghukum rezim Zionis dan merevisi hubungan militer dan keamanannya dengan Suriah.

Sementara itu, pernyataan oleh pejabat senior Israel tentang kelanjutan aksi militer mereka di Suriah telah memicu reaksi negatif dari Moskow. Dalam hal ini, Jurubicara Rusia Dmitry Peskov memperingatkan Israel tentang langkah-langkah menciptakan ketegangan di Suriah.

Menurut Peskov, aksi sengaja yang dilakukan pilot Israel di Suriah dan menyebabkan hancurnya pesawat Ilyushin 20 buatan Rusia tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Moskow akan mengambil langkah lebih lanjut untuk membela pasukannya. Tindakan semacam itu merugikan hubungan Rusia-Israel.

Jurubicara Rusia Dmitry Peskov

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu, secara eksplisit menyatakan bahwa tindakan Angkatan Udara Israel faktor hancurnya pesawat IL-20. Dalam laporan final tentang bagaimana pesawat IL-20 tertembak dan hancur, Kementerian Pertahanan Rusia membantah pernyataan pihak berwenang Israel bahwa Tel Aviv tidak beperan dalam peristiwa tertembaknya pesawat Rusia di Suriah dan menyebut Tel Aviv bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

Sementara menurut Jurubicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, data-data intelijen membuktikan sekali lagi bahwa angkatan Udara Zionis Israel dan para komandannya bertanggung jawab seluruhnya atas peristiwa ini. Foto-foto yang diterima dari sistem S-400 Rusia yang berada di pangkalan militer Khmeimim di Suriah membuktikan Zionis Israel bertanggung jawab penuh tertembaknya pesawat IL-20 Rusia.

Rusia kini membuat langkah-langkah balasan untuk menciptakan pembatasan serius pada operasi udara Israel di Suriah dan juga untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara Suriah. Sejauh ini, reaksi Rusia terhadap peristiwa tertembaknya pesawat IL-20 di Suriah telah menyebabkan pembatasan penerbangan jet-jet tempur Israel di atas wilayah Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengumumkan bahwa Vladimir Putin akan melengkapi pasukan Suriah dengan sistem pertahanan udara S-300 yang canggih. Ini adalah berita yang sangat buruk bagi Zionis dan mereka bereaksi cepat terhadapnya.

Avigdor Lieberman, Menteri Peperangan Zionis Israel mengatakan, tentang kemungkinan pengiriman sistem pertahanan udara S-300, masalah yang paling penting adalah bahwa senjata-senjata ini tidak boleh digunakan untuk melawan Israel. Jika mereka menggunakannya untuk melawan kami, maka kami juga akan membalasnya.

Avigdor Lieberman, Menteri Peperangan Zionis Israel

Tampaknya, hubungan Rusia-Israel terus memburuk. Sekalipun ada ancaman Israel, tapi Moskow bertekad untuk melengkapi tentara Suriah dengan sistem S-300. Pengiriman sistem pertahanan anti udara ke Suriah adalah perkembangan yang sangat negatif bagi Tel Aviv. Karena dapat mengurangi volume serangan Israel ke Suriah. Israel sama sekali tidak dapat menerima pertahanan udara Suriah semakin kuat. Karena langkah seperti itu akan secara serius menghambat serangan udara dan rudal udara Israel di Suriah.

Tags

Sep 25, 2018 15:29 Asia/Jakarta
Komentar