• Perang Dagang AS-Eropa
    Perang Dagang AS-Eropa

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui kebijakan proteksionismenya dengan menaikkan tarif produk impor secara praktis telah memasuki medan perang dagang dengan banyak kekuatan ekonomi dunia. Meski ada kesepakatan sementara antara AS dan Uni Eropa terkait tarif dan bea cukai, namun menyusul ancaman terbaru Trump, kini Uni Eropa berada dalam kondisi konfrontasi dagang dengan AS.

Komisaris Dagang Uni Eropa, Cecilia Malmstrom seraya menekankan bahwa jika Amerika menerapkan tarif tinggi bagi produk otomotif Eropa, Uni Eropa juga akan menunjukkan respon serupa. Malmstrom dalam wawancaranya memperingatkan cukai baru AS terhadap produk otomotif Eropa dan mengatakan, langkah ini jelas-jelas akan mempersulit perundingan untuk menyelesaikan konflik perdagangan. Uni Eropa harus menunjukkan respon serupa atas langkah tersebut.

 

Baru-baru ini Trump seraya menuding Eropa memiliki permusuhan dengan Amerika mengungkapkan bahwa Uni Eropa dibentuk untuk memanfaatkan Washington.

Perang Tarif Dagang

 

Menurut perspektif Komisaris Dagang Uni Eropa, statemen provokatif seperti ini tidak akan membantu hubungan kedua pihak. Khususnya bahwa negara-negara Uni Eropa mengingat kebijakan dagang Trump telah menanggung banyak kerugian dan kini presiden AS masih melanjutkan ancamannya kepada Eropa untuk menaikkan tarif impor otomotif.

 

Dengan demikian Malmstrom menilai Trump sosok yang tak dapat diprediksi dan penerapan cukai tinggi terhadap produk otomotif Eropa sesuai yang diinginkan presiden Amerika sangat disesalkan. Selain itu menurutnya, kedua pihak selama perundingan beberapa waktu lalu di Gedung Putih menyatakan bahwa Kami tidak ingin menerapkan tarif baru yang akan merusak kerja sama dagang lebih dekat kedua pihak.

 

Menurut Malmstrom, Jika Amerika menerapkan tarif 25 persen terhadap otomotif Eropa, kita tidak dapat hanya duduk diam dan tidak melakukan apa-apa. Kita harus menunjukkan respon. Menurut Komisi Eropa sebagai pilar eksekutif Uni Eropa, perang dagang terbaru antara AS dan kekuatan ekonomi global mendorong penurunan laju ekonomi dunia dan ketidaknyamanan baru. Khususnya konsumen akan menjadi pihak yang paling dirugikan dari perang dagang ini dan harga produk akhirnya akan bertambah mahal.

 

Dalam perspektif Komisi Dagang Uni Eropa, kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa dapat menciptakan ratusan ribu peluang kerja di antara kedua pihak. Tapi mengingat sikap negatif Trump terhadap Uni Eropa dan pesimisme presiden AS terhadap organisasi Eropa serta pelanggaran janji berulangnya, tidak ada rasa kepercayaan sedikit pun terhadap Trump dan dapat diprediksikan bahwa meski ada gencatan senjata antara AS dan Eropa di bidang perdagangan, perang dagang antara kedua pihak dipastikan akan berkobar kembali.

 

Ketua Dewan Eropa, Donald Tusk seraya memperingatkan meletusnya perang dagang total antara AS dan Uni Eropa mengatakan, organisasi ini mengingat kebijakan destruktif Donald Trump, harus mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk.

 

Kinerja Trump menunjukkan bahwa ia tidak puas hanya dengan meraih konsesi dari pihak lawan, bahkan presiden AS ini menutut konsesi baru. Hal ini ditunjukkan Trump melalui penerapan represi dengan berbagai metode dan sarana termasuk penambahan tarif. Sejatinya perang dagang dan ekonomi menjadi salah salah satu indeks utama pemerintahan Trump. (MF)

 

 

Tags

Oct 17, 2018 18:53 Asia/Jakarta
Komentar