• Mevlut Cavusoglu
    Mevlut Cavusoglu

Menteri Luar Negeri Turki mengancam akan membongkar hasil penyelidikan kasus hilangnya wartawan pengkritik pemerintah Arab Saudi, Jamal Khashoggi dan memberikan informasi penyeldikan ini kepada media dunia secara transparan.

Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu mengumumkan, Ankara mengantongi informasi dan bukti-bukti kuat terkait nasib Khashoggi yang diperoleh dari penyelidikan atas kasus hilangnya wartawan Saudi itu dan jika informasi sudah lengkap, hasilnya akan diserahkan ke media dunia untuk dipublikasikan.

Statemen Menlu Tukri harus dibaca sebagai bagian lain dari tekanan Ankara terhadap Arab Saudi. Sebelumnya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan ancaman serupa terhadap Riyadh.

Sepertinya pejabat pemerintah Turki sedang berusaha membalas ancaman dan penolakan Saudi terhadap Ankara selama dua tahun terakhir sehingga ia bisa memainkan kembali peran regional dan internasionalnya yang sempat hilang.

Di tengah semua ini, Amerika Serikat sebagai pendukung terbesar dan terpenting kerajaan Saudi juga berada pada kondisi krisis. Contohnya, sejumlah senator Amerika menuntut reaksi serius dan penanganan kasus Khashoggi oleh pemerintah Gedung Putih serta jawaban pemerintah Saudi.

Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat Amerika, Bob Corker memprotes sikap Gedung Putih dalam menyikapi pembunuhan wartawan Arab Saudi itu dan menuturkan, perubahan terus menerus sikap para pejabat Saudi terkait pembunuhan Jamal Khashoggi tidak bisa diterima.

Jamal Khashoggi

Senator Partai Demokrat, Tim Kaine mengatakan, penjelasan Arab Saudi tentang pembunuhan Jamal Khashoggi termasuk penghinaan dan brutalitas ini harus dihentikan.

Dalam situasi seperti ini, tidak diragukan Turki selain berusaha membalas sikap Saudi terhadapnya juga ingin meraih keunggulan dari Riyadh. Turki, pasca pembebasan pastor mata-mata Amerika tidak mampu meraih tuntutannya dari Washington. Oleh karena itu, pejabat Ankara berusaha menggunakan krisis baru untuk menekan Amerika dan Saudi secara bersamaan.

Kenyataannya adalah, hubungan Turki dengan Saudi dan Amerika sangat buruk dalam beberapa tahun terakhir. Karenanya diduga pejabat Ankara sedang memulihkan hubungan dengan Washington dan Riyadh.

Dapat dipastikan, para pejabat Turki, terlepas dari realitas kasus hilangnya Khashoggi, hanya berusaha meraih keunggulan dari Amerika dan Saudi.

Dalam hal ini, pemerinah Turki berusaha membesar-besarkan kasus Khashoggi dan mendapatkan keinginannya dari Amerika dan Saudi. Dari sini kita memahami bahwa dalam dialog petinggi Ankara dan Riyadh, yang dilakukan beberapa hari lalu, ditekankan upaya menjaga hubungan bilateral dan perluasan kerja sama dua negara.

Secara umum apa yang tampak dari perilaku pejabat Ankara adalah, mereka mengancam untuk membongkar dan mempublikasikan informasi penyelidikan Khashoggi kepada masyarakat internasional, namun sebenarnya mereka berusaha menekan Amerika dan Saudi untuk mendapatkan tuntutannya. (HS)

Tags

Oct 20, 2018 17:57 Asia/Jakarta
Komentar