• Presiden Kuba Kecewa dengan Janji Obama

Presiden Kuba Raul Castro memperingatkan tentang berlanjutnya tindakan tebar konflik oleh Washington terhadap Havana.

"Amerika Serikat bertekad untuk mengakhiri revolusi rakyat Kuba meskipun adanya pemulihan hubungan dan kunjungan Presiden Barack Obama," kata Castro pada Sabtu (16/4/2016) seperti dikutip Reuters.

"Kita harus waspada, saat ini lebih dari sebelumnya," tegasnya saat berpidato pada acara pembukaan kongres pertama Partai Komunis dalam lima tahun terakhir.

Ia juga menilai penghapusan sanksi Amerika terhadap Kuba sebagai sebuah urgensitas.

Castro menegaskan kembali komitmen partai untuk reformasi yang harus dilaksanakan lebih cepat. Namun dia mengatakan Kuba tidak bergerak ke arah kapitalisme.

Dia menandaskan bahwa Kuba berkomitmen untuk pencairan hubungan diplomatik. Tapi, ia tidak percaya janji Obama bahwa AS tidak akan memaksakan perubahan politik atau ekonomi di Kuba.

Obama dan Castro mengumumkan normalisasi hubungan antara AS dan Kuba pada Desember 2014.

Presiden AS pada Maret 2016 melakukan kunjungan bersejarah ke Kuba, namun komentarnya terkait masalah internal Kuba telah mengundang protes dari para pejabat Havana. (RM)

Tags

Apr 17, 2016 12:18 Asia/Jakarta
Komentar