• Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt
    Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt

Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt tiba di Tehran beberapa jam lalu. Kedatangan Hunt kali ini menjadi lawatan pertama kali ke Iran selama menjabat sebagai menteri luar negeri Inggris.

Kunjungan Menlu Inggris tersebut menjadi perhatian banyak kalangan karena berlangsung di saat Trump sedang meningkatkan tekanan sanksinya terhadap Tehran.

Lawatan Hunt membawa agenda penting dan strategis mengenai masalah ekonomi, politik, terutama JCPOA, serta isu regional dan internasional.

Kini, menjaga JCPOA menjadi masalah sentral bagi Iran dan Eropa. Menlu Inggris dalam kontak telpon dengan sejawatnya dari Iran, Mohammad Javad Zarif pada 5 November lalu menekankan komitmen terhadap JCPOA, dan menyerukan implementasi segera mekanisme khusus Eropa untuk melanjutkan kerja sama dengan Iran.

Tapi Iran memiliki sejumlah kritik terhadap implementasi JCPOA. Iran mengharapkan pemerintah Inggris dan negara Eropa lainnya bisa mengambil langkah inovatif di bidang perbankan untuk menyelesaikan hambatan pembatasan hubungan antarbank sebagai dampak kebijakan sepihak AS dan sanksi ilegal AS. Tentu saja, kunjungan Menlu Inggris kali ini diharapkan akan memenuhi harapan dan memberikan solusi sebagaimana yang diharapkan bersama.

Bendera para pihak pendukung JCPOA

Mantan Menteri Luar Negeri Inggris, Brian Wilson dalam tulisan terbarunya dimuat The Scotsman menilai sanksi AS terhadap Iran tidak konstruktif. Wilson menulis, "London harus mengambil jarak dengan kebijakan Trump dalam masalah Iran, sebab kebijakan tersebut akan mengarah ke jalur berbahaya,".

Sikap transparan kementerian luar negeri Inggris menyikapi sanksi non-konstruktif Trump terhadap Iran menunjukkan London mengambil langkah serius untuk mengambil jarak dengan kebijakan ekstrem Trump. Tampaknya, posisi Inggris yang keluar dari Uni Eropa sebagai dampak Brexit akan membuat negara ini mengambil langkah sendiri dengan memberikan paket terpisah terhadap Iran.

Charles Black Moore, analis ekonomi Internasional menyoroti pengaruh positif Brexit terhadap kecenderungan perusahaan-perusahaan Inggris untuk berperan aktif di Iran. Menurutnya, masalah ini akan mendorong semakin banyak perusahaan Inggris menjalin kerja sama dengan Iran.

"Dengan pertimbangan perdagangan, Inggris menjalin hubungan lebih kuat dengan Iran. Perusahaan-perusahaan Inggris menghendaki lebih banyak kesepakatan perdagangan bilateral dengan Iran, dan tampaknya laju diplomasi akan semakin deras dari sebelumnya," ujar analis ekonomi internasional ini.

Sebelumnya, Deputi Menlu Inggris, Alistair Burt dalam kunjungannya ke Iran Agustus lalu bertemu dengan Kepala Dewan Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharazi menegaskan antusiasme London untuk menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Iran. Menurut Burt, selain Iran, Eropa juga menjadi korban kebijakan keliru pemerintah AS.

Kini, kunjungan menlu Inggris ke Iran memasuki fase baru dialog antara Tehran dan London dalam kerangka kerja sama ekonomi bilateral setelah AS menyatakan keluar dari JCPOA untuk membahas mekanisme kerja sama finansial kedua negara. Perundingan ini bagi Tehran harus mempertimbangkan kepentingan Iran dalam implementasi JCPOA.

Babak baru perundingan dan interaksi politik antara London dan Tehran akan mendorong kerja sama lebih luas di kawasan. Dinamika politik regional saat ini menunjukkan Iran menjadi pemain penting yang konstruktif di kawasan, dan masalah ini diakui oleh pihak Eropa, sebagaiman ditegaskan dalam kunjungan menlu Inggris ke Tehran.(PH)   

 

 

Tags

Nov 19, 2018 17:40 Asia/Jakarta
Komentar