Mar 20, 2019 21:54 Asia/Jakarta
  • PM Selandia Baru Jacinda Ardern.
    PM Selandia Baru Jacinda Ardern.

Tidak lama setelah penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru yang merengut nyawa 50 orang dan melukai 40 lainnya pada Jumat, 15 Maret 2019, Perdana Menteri Jacinda Ardern dengan cepat menganggap serangan itu sebagai tindakan terorisme dan menolak anggapan bahwa para korban kebanyakan adalah migran, yang bukan bagian dari negara.

"Mereka memilih untuk menjadikan Selandia Baru sebagai rumah mereka, dan itu adalah rumah mereka," kata Ardern dalam konferensi pers pasca serangan tersebut. Dia pada hari Sabtu itu menegaskan, kalian adalah kita.

Pidato tersebut menunjukkan kebijakan luar biasa Ardern ketika Selandia Baru menghadapi fenomena terburuk dalam sejarah negara ini.

PM Selandia Baru berkunjung ke Christchurch untuk bertemu dengan komunitas Muslim di kota ini. Ardern berpakaian hitam dan mengenakan jilbab, yang ditafsirkan oleh banyak orang sebagai simbol penghormatan terhadap mereka yang terkena dampak serangan itu.

Ketika dia memeluk beberapa keluarga yang berduka, dia memberi tahu mereka bahwa rakyat Selandia Baru "bersatu dalam kesedihan."

Ardern juga berjanji untuk menanggung biaya pemakaman bagi setiap korban dan menawarkan bantuan keuangan tambahan kepada keluarga yang mungkin membutuhkannya.

PM Selandia Baru berjanji bahwa kabinetnya akan mengambil langkah-langkah pengendalian senjata untuk memperbaiki undang-undang negara terkait dengan senjata. Ardern berjanji melakukan reformasi untuk pengendalian senjata. (RA)

Tags

Komentar