Mar 24, 2019 20:05 Asia/Jakarta
  • Amerika dan teroris Daesh
    Amerika dan teroris Daesh

Rusia, Suriah dan Human Rights Watch (HRW) membantah klaim Presiden AS Donald Trump terkait kemenangan AS melawan kelompok teroris Daesh (ISIS) di Suriah dan Irak.

Seperti dilaporkan televisi al-Alam, pemerintah Rusia seraya membantah klaim Trump atas kemenangan negara ini bersama sekutunya di Koalisi Anti Daesh terhadap kelompok teroris ini menekankan, Moskow tidak yakin atas isu ini, karena berdasarkan berbagai evaluasi, ribuan teroris Daesh masih tetap bercokol di Suriah.

AS dan Daesh

Sementara itu, HRW seraya menepis propaganda kemenangan yang dikalim Trump menjelaskan, kehadiran kelompok teroris Daesh di Suriah dan bahkan di timur dan barat Furat masih belum berakhir.

Pemerintah Suriah mengingatkan, keberadaan kelompok teroris Daesh di negara ini belum berakhir dan militer Suriah yang melawan fenomena buruk ini, bukan Amerika.

Donald Trump dalam statemennya mengklaim AS dan sekutunya di Koalisi anti Daesh membebaskan seluruh wilayah yang dikuasai Daesh di Suriah dan Irak.

Dalam sebuah statemen menggelikan, Trump juga mengklaim, meski ada kemenangan ini, pemerintahannya masih tetap waspada terhadap sisa-sisa anasir teroris kelompok ini.

Koalisi internasional anti Daesh yang dibentuk di era pemerintahan Barack Obama dengan tujuan memberangus teroris di Suriah dan Irak. Namun berdasarkan berbagai laporan resmi, AS dan sekutu Barat serta Arabnya justru pihak yang membentuk kelompok teroris termasuk Daesh serta memberi dukungan finansial serta senjata kepada mereka.

Trump di awal kepemimpinannya juga mengakui bahwa Washington pelaku utama dari kemunculan kelompok teroris termasuk Daesh.

Krisis Suriah meletus sejak tahun 2011 dan di Irak pada tahun 2014 ketika kelompok teroris dukungan AS dan sekutunya menyerbu kedua negara ini untuk mengubah konstelasi kawasan demi keuntungan rezim Zionis Israel. (MF)

 

 

Tags

Komentar