Mar 26, 2019 11:01 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengulang klaimnya bahwa perilaku Republik Islam Iran mulai berubah sejak ia berkuasa.

Seperti dilaporkan Televisi al-Alam, Donald Trump Senin (25/3) mengklaim, keluarnya Washington dari JCPOA dan penerapan kembali sanksi anti Tehran, membuat perilaku Iran berubah dan aktivitas regionalnya menurun.

Donald Trump bersama Benjamin Netanyahu

Trump sebelumnya mengklaim, kebijakannya juga membuat kekuatan Republik Islam Iran menurun.

Presiden AS 8 Mei 2018 lalu secara sepihak mengumumkan negaranya keluar dari JCPOA dan kembali memulihkan sanksi ilegal nuklir terhadap Republik Islam Iran. Langkah Trump tersebut menuai kecaman baik di dalam negeri AS maupun di tingkat internasional.

Statemen menggelikan Trump terkait penurunan kekuatan dan pudarnya aktivitas regional Iran dirilis ketika petinggi Republik Islam Iran berulang kali menyatakan bahwa Iran sebagai salah satu negara berpengaruh, stabil dan kuat di kawasan, jika dibutuhkan, senantiasa siap membantu kaum tertindas dan negara lain yang dililit perang melawan terorisme. Iran dalam hal ini tidak akan mundur.

Iran atas permintaan resmi pemerintah Irak dan Suriah memberi bantuan kepada kedua negara ini untuk melawan kelompok teroris dukungan AS dan sekutunya. Langkah Iran ini tidak selaras dengan harapan Trump. (MF)

 

Tags

Komentar