Mei 11, 2019 15:08 Asia/Jakarta
  • Unjuk rasa menentang Trump
    Unjuk rasa menentang Trump

Perkembangan yang terjadi di AS selama sepekan terakhir menyoroti isu gelombang pemakzulan Trump yang semakin deras.

Selain itu, statemen Biden yang menyebut Trump sebagai seorang badut, Wendy Sherman mengkritik hasutan perang Bolton, komite intelijen senat AS memanggil Donald Trump Junior, Presiden AS mengumumkan calon Menhan AS, dan AS akan menindak negara yang memusuhi Israel.

 

Donald Trump

Gelombang Pemakzulan Trump semakin Deras

Tuntutan pemakzulan Donald Trump dari jabatan presiden AS semakin mengalir deras. Kali ini sebuah petisi berisi desakan untuk memakzulkan Trump telah diteken 10 juta orang yang dikirim ke Kongres pada Kamis (9/5).

Selain para aktivis dan pendukung mosi tersebut, dua politikus Demokrat di Dewan Perwakilan AS juga turut menandatangani petisi yang mendesak Kongres memulai proses pemakzulan Trump itu.

"Kami memiliki 10 juta alasan untuk berada di sini hari ini," kata anggota Kongres, Al Green, bersama Rashida Tlaib di Gedung Capitol.

Green menganggap usulan pemakzulan sebagai keharusan konstitusional.

Lusinan kotak kardus berisi tanda tangan juga berhasil dikumpulkan dari sejumlah organisasi non-profit seperti MoveOn dan Women's March oleh Tlaib, yang telah mengajukan usulan rancangan undang-undang pemakzulan presiden.

Usulan RUU itu langsung mengarahkan Komite Yudisial Dewan Perwakilan untuk memulai proses investigasi apakah Trump telah melakukan pelanggaran yang membuatnya pantas dimakzulkan.

Sebelumnya, Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi menyuarakan pemakzulan Presiden Donald Trump di partai Demokrat. Pelosi mendorong rencana pemakzulan Trump seiring dengan laporan Robert S. Mueller III, kepada anggota Kongres AS tentang penyelidikannya terhadap campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 dan upaya Trump untuk mengganggu penyelidikan itu.

 

Joe Biden

Biden: Trump, Seorang Badut !

Bakal calon presiden 2020 dari partai Demokrat, Joe Biden menyebut Donald Trump sebagai seorang badut.

Situs Politico melaporkan, Biden dalam kunjungannya hari Sabtu (4/5) ke South Carolina mengatakan, "Banyak sebutan yang bisa disematkan kepada Trump, tapi saya akan memulainya dari badut,".

Sontak pernyataan Biden ini memicu gelak tawa dan ejekan dari para hadirin terhadap Trump.

Jajak pendapat CNN yang dipublikasikan 30 April lalu menunjukkan Joe Biden berada di posisi teratas mengalahkan rivalnya di internal partai Demokrat.

Pada saat yang sama popularitas Trump di kalangan masyarakat AS kian hari semakin terpuruk. Hasil polling yang dilakukan Washington Post dan ABC News menunjukkan 58 persen rakyat AS berkeyakinan bahwa Trump berbohong kepada rakyatnya dalam kasus kecurangan pemilu presien 2016.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan sebanyak 55 persen rakyat AS menolak untuk memilih kembali Trump.

 

Trump Junior 

Komite Intelijen Senat Panggil Donald Trump Jr.

Komite Intelijen Senat Amerika telah memanggil anak tertua Presiden Donald Trump untuk menjawab pertanyaan tentang kesaksiannya di depan panel itu pada tahun 2017 sebagai bagian dari penyelidikan terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Komite itu telah kembali ingin berbicara dengan Donald Trump Jr setelah mantan pengacara presiden, Michael Cohen, mengatakan kepada komite DPR pada bulan Februari lalu bahwa ia telah memberi tahu Trump Jr sekitar 10 kali tentang rencana untuk membangun Menara Trump di Moskow.

Trump Junior mengatakan kepada Komite Kehakiman Senat pada tahun 2017 bahwa dia hanya “samar-samar "sadar secara periferal” atau tidak mengetahui inti proposal tersebut.

Komite intelijen Senat telah menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu di Amerika dan hubungan antara Trump dengan Rusia selama dua tahun terakhir.

 

Patrick Shanahan

Trump Umumkan Kandidat Menhan AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengusulkan nama calon menteri pertahanan baru negara ini kepada Senat AS untuk memperoleh pengesahan.

Donald Trump Kamis (09/05) mengusulkan Patrick Shanahan sebagai menteri pertahanan baru di kabinetnya.

Shanahan, mantan deputi menhan dan mantan direktur eksekutif Boeing sejak lima bulan lalu ditunjuk sebagai penjabat kementerian pertahanan Amerika Serikat.

Shanahan sejak awal 2019 hingga ini memangku jabatan James Mattis yang mengundurkan diri karena berbeda pandangan terkait kebijakan Trump, John Bolton dan Menlu Mike Pompeo.

 

Wendy Sherman 

Wendy Sherman Kritik Hasutan Perang Bolton

Wakil senior pemerintah Amerika Serikat sebelumnya dalam perundingan nuklir dengan Republik Islam Iran mengkritik hasutan perang yang dikobarkan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton.

Wendy Sherman dalam tweetnya pada hari Senin (6/5/2019) menulis, apakah benar John Bolton membawa kita untuk berperang dengan Venezuela dan Iran? Saya tidak pernah melihat perang yang dia tidak ingin memulainya. Dimana Donald Trump?

AS telah mengirimkan kapal induk bersama satuan tugas pembom ke wilayah Timur Tengah. Pemberangkatan armada kapal perang dan pesawat pembom itu disebut sebagai bentuk pesan kepada Iran.

"Menanggapi sejumlah indikasi dan peringatan yang merisaukan dan meningkat, AS mengerahkan kelompok serang USS Abraham Lincoln dan satuan tugas pembom ke wilayah Komando Pusat AS," kata Bolton pada hari Minggu.

Dia menyebut pesan yang ditujukan kepada Iran "sangat jelas dan tidak dapat disalahartikan" bahwa setiap serangan terhadap kepentingan AS maupun sekutunya akan ditanggapi dengan kekuatan penuh dan tanpa henti.

Pernyataan Bolton tidak secara khusus menyebutkan alasan pemberangkatan kapal induk penyerang tersebut. Namun demikian, pengiriman kapal induk itu terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekerasan dan konflik di Jalur Gaza antara Hamas dan Israel, yang disebut terburuk sejak peperangan 2014.

Penempatan kapal induk dan unit pembom tersebut juga dilakukan di tengah peningkatan ketegangan antara AS dan Iran terkait program nuklir, di mana AS membidik ekspor uranium Iran dengan sanksi baru.

Kelompok serang yang diberangkatkan AS tersebut, dilansir Fox News, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, kapal jelajah rudal USS Leyte Gulf dan kapal perusak dari Skuadron 2.

Sejumlah analis Amerika termasuk Ilan Goldenberg menyebut klaim Bolton yang disandarkan pada pengiriman Armada Abraham Lincoln sebagai ancaman kosong.

 

Elan Carr

AS akan Tindak Negara yang Musuhi Israel

Donald Trump melakukan berbagai langkah untuk menyenangkan rezim Zionis Israel. AS dilaporkan dapat meninjau kembali hubungannya dengan negara-negara yang dianggap memusuhi rezim Zionis Israel.

Utusan khusus Kementerian Luar Negeri AS untuk memantau dan memerangi anti-Semitisme, Elan Carr, mengatakan posisi AS ini bisa membuat AS bisa meninjau ulang hubungan dengan pemerintah atau para pemimpin asing.

Namun, seperti dilansir Reuters pada Senin (6/5), Carr menolak menyebutkan negara atau pemimpin tertentu, maupun menguraikan tindakan apa yang mungkin diambil oleh pemerintahan Donald Trump.

Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk negosiasi internasional, Jason Greenblatt mengecam pertemuan informal Dewan Keamanan (DK) PBB yang dipimpin Indonesia.

Greenblatt mengkritik pertemuan informal yang dia sebut "anti-Israel" karena diadakan untuk mengutuk permukiman Israel. Diplomat AS ini menyebutnya sebagai forum yang "membingungkan dan mengecewakan”.

Selain Indonesia, Afrika Selatan dan Kuwait adalah anggota DK PBB yang mengorganisir pertemuan tersebut. Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki dan pengkritik Israel lainnya diundang untuk berbicara dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, yaitu aktivis gerakan perlawanan damai Palestina, Mohammed Khatib, yang menyampaikan pandangannya melalui pesan video; ahli hukum internasional Universitas Ohio, Profesor John Quigley; pengacara dan aktivis HAM Emily Schaeffer Omer-Man dan Ketua Institut Arab–Amerika, Dr. James Zogbi.(PH)

 

Tags

Komentar