Sep 07, 2019 19:37 Asia/Jakarta
  • Donald Trump, Presiden Amerika Serikat
    Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

Transformasi Amerika sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya pengulangan kebohongan Trump soal lingkungan hidup dan anggaran pembangunan tembok perbatasan Amerika dan Meksiko dijamin Pentagon.

Selain itu, akan dibahas juga tentang penekanan akan kemunduran imperium Amerika, dimulainya putaran baru perang dagang Amerika Serikat dan Cina dan langkah terbaru AS untuk meningkatkan kehadiran militer di Eropa Timur.

Trump Kembali Berbohong

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat kembali berbohong dengan menyebut negaranya memiliki udara paling bersih dan air paling sehat serta menyerang Kesepakatan Paris mengenai perubahan iklim. Sebelumnya, Trump di sela-sela KTT G7 di Perancis berbohong soal kondisi polusi udara di negaranya dan kali ini mengulangi kembali kebohongannya lewat Twitter.

Image Caption

Trump di serangkaian tweetnya menyebut Cina sebagai negara produsen terbesar gas emisi di dunia dan penyebaran gas karbon dioksida Amerika kurang dari seperempat populasi Cina, padahal hal polusi yang dihasilkan negara ini setengah dari polusi Cina.

Artinya, emisi karbon dioksida per kapita di Amerika Serikat, yaitu sekitar 16 ton per tahun, dua kali lipat dari Cina. Emisi karbon dioksida per kapita Cina dengan populasi 1,4 miliar orang adalah 7 ton pertahun.

Trump dalam pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela-sela KTT G7 di Perancis juga mengklaim bahwa Amerika Serikat saat ini memiliki udara terbersih dan air tersehat. Sementara jumlah hari dengan udara tidak sehat di Amerika Serikat selama dua tahun terakhir selama masa kepresidenan Trump telah meningkat sebesar 15 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bertentangan dengan klaim Trump, data statistik juga menunjukkan bahwa AS menempati urutan ke 37 dari 195 negara di dunia dalam hal udara bersih. Adapun dalam masalah air, klaim Trump juga salah. Indeks Kinerja Lingkungan yang dipublikasikan Universitas Yale menunjukkan bahwa ada 9 negara lain yang memiliki tingkat kesehatan air yang sama dengan AS.

Presiden AS juga menulis dalam tweetnya bahwa negaranya adalah produsen energi terkemuka dunia. Di sela-sela KTT G7, Trump juga mengklaim bahwa upaya AS untuk menjadi produsen minyak dan gas terkemuka dunia berhutang pada usaha yang dilakukannya. Kenyataannya, sesuai dengan statistik yang dipublikasikan Biro Informasi Energi AS, negara ini pada 2013 telah menjadi negara produsen pertama gas alam dan hidrokarbon. Angka produksi minyak mentah AS naik ke level tertinggi di dunia pada 2008, yang mungkin ditafsirkan dengan benar oleh Trump. Sementara Amerika Serikat mengaitkan peringkat ini karena produksi minyak serpih atau shale oil, sebuah revolusi dalam industri sejak George W. Bush dan mencapai puncaknya di bawah Obama.

Pentagon Menjamin Anggaran Pembangunan Tembok Perbatasan AS-Meksiko

Pentagon akhirnya menjamin anggaran pembangunan tembok perbatasan dengan harus menunda puluhan program militernya. Para senator Demokrat di DPR AS mengritik keras keputusan ini. Para pejabat AS mengumumkan bahwa lebih dari 120 program pembangunan militer akan ditunda, dengan menyisihkan 3,6 miliar dolar untuk membangun sebagian dari 282 kilometer tembok perbatasan di selatan Amerika. Donald Trump, Presiden AS di awal tahun 2019 mencanangkan kondisi darurat demi mendistribusikan kembali anggaran pembangunan tembok perbatasan Amerika dan Meksiko.

Pentagon

Pentagon di bulan Maret telah mengumumkan penangguhan sejumlah daftar proyek-proyek yang mungkin terpengaruh pembangunan tembok ini. Para pejabat pentagon hari Selasa, 3 September menyatakan bahwa 127 proyek militer akan dipengaruhi pembangunan tembok ini. 1,8 miliar pertama dengan menunda proyek pembangunan militer di luar negeri dan bagian keduanya dengan menunda proyek-proyek yang ada di dalam Amerika Serikat.

Pembangunan tembok perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko merupakan satu dari janji kampanye pemilu presiden Donald Trump pada 2016 dan sampai saat ini tetap menjadi fokus utamanya untuk memenangkan kembali pemilu presiden akan datang. Deputi Kementerian Pertahanan AS mengatakan pekerjaan konstruksi kemungkinan akan dimulai dalam tiga bulan ke depan di tanah yang dimiliki Pentagon. Komandan Operasi Kepala Staf Gabungan Angkatan Darat AS Andrew Poppas juga menyatakan harapan bahwa pembangunan tembok itu akan mengurangi jumlah pasukan yang dibutuhkan di perbatasan dengan Meksiko.

Sekarang ada lebih dari 4.500 tentara AS dan pasukan Garda Nasional di perbatasan selatan negara ini. Masalah ini menghadapi banyak kritikan. Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan keputusan itu akan merusak rencana besar yang bertujuan mendukung pasukan kita dalam instalasi militer di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

Sementara itu, Juru Bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengumumkan bahwa daftar rencana yang ditunda untuk pembangun tembok itu akan dirilis setelah anggota-anggta kongres diberitahu. Sementara itu, Nancy Pelosi, Ketua DPR AS dalam hal ini mengatakan, "Dari sudut pandang saya, mencuri dana konstruksi militer di luar negeri dan di dalam negeri akan membahayakan keamanan nasional kita, kualitas hidup dan moral pasukan kita serta akan menyebabkan Amerika Serikat Kurang aman.

Kemunduran Imperium Amerika Serikat

Seorang mantan Republikan di Kongres dan mantan kandidat presiden percaya imperium AS berada di ambang kehancuran. Mantan calon dari Partai Republik dan mantan kandidat presiden Ron Paul dalam sebuah laporan baru-baru ini yang dirilis di situs Ron Paul Institute untuk Perdamaian dan Kemakmuran menekankan, "Tanda-tanda kehancuran imperatur Amerika telah ditunjukkan seperti kebijakan luar negeri agresif AS, kebijakan moneter yang merusak diri sendiri dengan menyembunyikan inflasi serta meningkatnya hutang nasional dan perorangan."

Ron Paul

Menanggapi pertanyaan, "Berapa banyak waktu yang tersisa untuk akhir imperium Amerika?" Ron Paul mengacu pada masalah dalam negeri, kebijakan luar negeri dan ekonomi AS menyatakan, "Kita bukan lagi negara adikuasa dulu." Menyinggung ada propaganda tentang kekuatan ekonomi Amerika, Ron Paul mengatakan ada statistik yang menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda pertumbuhan ekonomi riil. Melihat pertumbuhan ekonomi AS dibandingkan dengan utangnya menunjukkan bahwa utang telah tumbuh lima hingga enam kali lebih cepat daripada PDB, jadi sekarang semuanya berbasis utang dan ini adalah masalah yang membatasi diri, dan menurut Ron Paul ini adalah salah satu alasan runtuhnya imperium AS.

Ron Paul meyakini bahwa Amerika Serikat sudah lemah karena tidak menekankan kinerja etis dan defisit anggaran yang hendak meledak serta perhatian yang sedikit tentang masalah ini. Dalam pandangannya, baik pemerintah maupun Kongres, baik Partai Republik dan Demokrat, tidak memiliki keprihatinan khusus tentang defisit anggaran. Tetapi Ron Paul memperingatkan bahwa hutang nasional pada akhirnya bisa sangat, sangat berbahaya.

Mantan Menteri Pertahanan AS James Mattis juga mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNN bahwa negara-negara demokrasi Barat, termasuk Amerika Serikat, berisiko mengalami keruntuhan dan kehancuran. Mattis mengatakan, "Demokrasi Barat berisiko pada tingkat kepemimpinan dan strategis sekarang menghadapi bahaya karena kita tidak memiliki transparansi yang diperlukan tentang apa yang kita perjuangkan. Ini bukan hanya tentang Amerika Serikat dan negara tertentu; ini bukan tentang AS atau Inggris, ini tentang demokrasi Barat yang membuat saya khawatir."

Putaran Baru Perang Dagang AS-Cina

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat telah meluncurkan perang dagang dengan Cina sebagai salah satu mitra dagang utama Amerika dalam bentuk kenaikan tarif sejak Juli 2018, dalam kerangka kebijakan proteksionisme ekonomi. Meskipun ada beberapa gencatan senjata dalam perang dagang ini, tetapi perang dagang ini sekarang telah dimulai lagi dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pemerintahan Trump akan mulai mengenakan tarif 15% untuk barang-barang Cina senilai lebih dari 125 miliar dolar yang kebanyakan termasuk barang-barang konsumsi. Sebagai bagian dari tindakan pembalasannya, pemerintah Cina akan mulai memberlakukan tarif 5% untuk minyak mentah AS pada 1 September 2019. Ini adalah untuk pertama kalinya sejak setahun yang lalu bahwa minyak AS menjadi sasaran tarif Cina.

Perang dagang AS-Cina

Dengan demikian, perang dagang Trump terhadap Cina telah memasuki fase baru yang akan memiliki banyak efek negatif tidak hanya pada ekonomi AS dan Cina, tetapi juga pada rakyat kedua negara dan pada gilirannya akan berdampak negatif bagi ekonomi negara-negara lainnya. Trump pada Selada lalu, menyatakan bila Cina dan AS tidak mencapai kesepakatan sebelum pemilu presiden tahun 2020 dan bila ia memenangkan pemilu, maka kondisi Cina akan semakin sulit. Sembari mengulangi klaim sebelumnya Trump mengatakan, "Cina lebih memilih kandidat lain yang menang dalam pemilu presiden AS. Hal ini menyebabkan Beijing dapat merugikan perusahaan-perusahaan Amerika.

Sebelumnya, presiden AS dalam wawancaranya dengan Fox News menyatakan bahwa Amerika tidak akan mengizinkan Cina menjadi adidaya dunia. Trump menyampaikan pernyataan ini ketika banyak ekonomi AS yang sebelumnya menyebut Cina akan berubah menjadi kekuatan ekonomi dunia pada 20130.

Berlawanan dengan kesan Trump, bukan saja Cina tidak bermaksud mundur dalam perang dagang besar ini, tetapi diprediksi bahwa Cina juga akan meningkatkan intensitas dan luas tindakan perdagangannya terhadap tindakan presiden AS. Beijing saat ini fokus pada langkah balasan perang dagang terhadap AS yang bertujuan memaksa mundur Trump dari sikapnya saat ini. Dalam hal ini, Cina mengumumkan akan menerapkan tarif antara 5 hingga 10 persen atas 5.078 kategori barang AS dengan nilai sekitar 75 miliar dolar. Tindakan Cina ini akan dilaksanakan mulai 1 September dan 15 Desember.

Eskalasi Kehadiran AS di Eropa Timur

Amerika Serikat sebagai negara pemimpin NATO telah mengambil pendekatan untuk meningkatkan kehadiran militer di Eropa Timur sejak krisis di Ukraina pada 2014 dengan mengubah kebijakan pengurangan tingkat pasukan di Eropa. Pendekatan ini semakin diperkuat sejak masa kepresidenan Donal Trump dan pemerintahan Trump berencana untuk mengambil langkah baru dalam hal ini.

Sekaitan dengan hal ini, Mariusz Blaszczak, Menteri Pertahanan Polandia Sabtu dini hari, 31 Agustus dalam konferensi pers bersama dengan John Bolton, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan, "Washington dan Warsawa telah menyepakati soal penempatan pasukan baru Amerika serikat di enam daerah Polandia, sementara masih dilakukan pembicaraan lanjutan soal daerah ketujuh."

Blaszczak mengklaim bahwa hubungan Polandia dan Amerika Serikat berada pada momen terbaik dalam sejarah saat ini. 

Ini masuk akal mengingat kepatuhan Warsawa terhadap Washington, terutama dalam masalah yang berkaitan dengan NATO. Polandia, sebagai negara besar dan penting di Eropa Timur, bersama dengan negara-negara republik Baltik, telah memainkan peran penting dalam memajukan ambisi Amerika Serikat di NATO dan pada saat yang sama, dalam menghadapi dugaan ancaman Rusia yang menuntut kehadiran militer AS yang lebih luas.

Masalah ini jelas membuat ketidaksukaan dan kekhawatiran Rusia akan langkah-langkah provokatif Washington dan dengan sendirinya, Moskow juga akan mengambil langkah-langkah balasan. Sejatinya, aksi AS ini hanya akan menambah ketegangan militer di Eropa Timur.

Tags

Komentar