• Turki tidak bisa Buktikan Pelanggaran Pesawat Rusia

Duta Besar Rusia di Ankara, Andrey Karlov mengatakan bahwa Turki gagal membuktikan masalah pelanggaran wilayah udara negara itu oleh Rusia.

Laman Sputniknews melaporkan, Karlov pada Selasa (9/2/2016) menambahkan, pemerintah Turki tidak mampu menyerahkan bukti-bukti akurat dalam hubungan dengan klaimnya tentang pelanggaran wilayah udara negara itu oleh pesawat tempur Rusia.

“Setiap kali Moskow meminta Ankara untuk menyerahkan bukti-bukti tentang kasus itu, Turki tidak pernah memberi jawaban dan itu juga mencakup permintaan Moskow untuk mengakses informasi yang berhubungan dengan penembakan pesawat tempur Su-24 Rusia,” ujarnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexei Meshkov, juga menuturkan bahwa Turki cukup mengerti apa yang harus dilakukan untuk menormalisasi hubungan dengan Rusia.

“Ankara harus berhenti menciptakan ketegangan dan tudingan terhadap Moskow,” tegasnya.

Pada 24 November 2015, Turki menembak jatuh pesawat tempur Su-24 Rusia yang sedang terlibat dalam operasi anti-ISIS di wilayah udara Suriah dan berjarak empat kilometer dari perbatasan Turki.

Pemerintah Turki mengaku bahwa pesawat tempur Rusia telah melanggar wilayah udaranya. Rusia menolak tudingan itu dan menegaskan pesawat mereka sama sekali bukan ancaman bagi Turki. (IRIB Indonesia/RM)

Tags

Feb 09, 2016 18:55 Asia/Jakarta
Komentar