Penguatan fondasi pertahanan, bagi setiap negara adalah salah satu prinsip kekuatan nasional yang sangat penting. Oleh karena itu Republik Islam Iran di tahun 2017 dengan perhatian dan sensitivitas penuh, bekerja keras meningkatkan kemampuan pertahanannya.

Kemampuan pertahanan dan militer adalah salah satu prinsip kekuatan terpenting bagi sebuah negara, memainkan peran kunci dalam keamanan, dan menjadi alat pencegahan di hadapan ancaman musuh. Iran yang mendefinisikan doktrin militernya sebagai kekuatan defensif, sepenuhnya independen di bidang ini.

Seluruh dimensi kemampuan pertahanan Iran mulai dari senjata ringan hingga senjata strategis seperti rudal dan sistem pertahanan udara, memainkan peran defensif dan tidak dirancang untuk agresi.Tujuan final kekuatan pertahanan dan militer adalah menjaga integritas teritorial dan independensi sebuah negara.

Dalam kerangka ini, Republik Islam Iran sudah berhasil melakukannya. Kemajuan berkelanjutan Iran dalam proses diversifikasi kekuatan pencegahan, adalah prioritas agenda kerja institusi militer yang harus didukung pemerintah. Di antara elemen Angkatan Bersenjata Iran, Tentara Nasional Iran memainkan peran signifikan dan disempurnakan oleh Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran.

Sehubungan dengan hal ini, Laksamana Habibollah Sayyari, Kepala Departemen Koordinasi Tentara Nasional Iran, Sabtu (23/12) di acara pembukaan pelatihan kemampuan tempur para kadet Tentara Nasional Iran periode ketiga, menyinggung soal tanggung jawab dan tugas tentara. Ia mengatakan, menjaga integritas seluruh wilayah dan melindungi independensi Republik Islam Iran adalah tanggung jawab tentara.   

Dalam kerangka penguatan kemampuan pertahanan Iran, setiap tahun dengan perencanaan sebelumnya, digelar beragam manuver, dan dipamerkan produk-produk militer terbaru Iran di hari-hari besar nasional.

Awal tahun 2017, Presiden Hassan Rouhani mengunjungi Perusahaan Renovasi dan Logistik Helikopter Iran, PANHA dan meresmikan pesawat tempur latih pertama buatan dalam negeri Iran, Kowsar, pesawat tanpa awak taktis pengintaian yang dilengkapi senjata, Mohajer-6, rudal jelajah anti-kapal, Nasir dan rudal udara ke udara, Fakour.

Rudal Zolfaqar

Pesawat tempur latih pertama buatan dalam negeri Iran, Kowsar dirancang dan dibuat oleh para ilmuwan Pusat Penelitian Lembaga Industri Udara, Kementerian Pertahanan Iran dengan memanfaatkan kapasitas perusahaan-perusahaan berbasis ilmu pengetahuan dalam negeri.

Pesawat yang diproduksi atas pesanan dan dengan partisipasi Angkatan Udara Tentara Nasional Iran ini, sepenuhnya dalam negeri dan selain bisa digunakan untuk melatih para calon pilot, pesawat ini juga mampu melaksanakan tugas-tugas dukungan dekat di udara dan mengangkut berbagai jenis senjata.

Ide, desain, produksi, uji coba dan penyesuaian standar pesawat Kowsar, menjadikan Iran masuk dalam satu dari segelintir negara dunia yang memiliki kemampuan merancang dan memproduksi pesawat di kelas ini.

Perancangan, sampling dan uji coba peluncuran rudal jelajah anti-kapal, Nasir juga masuk dalam kerangka upaya penguatan kemampuan rudal Angkatan Bersenjata Iran. Rudal darat ke darat ini bisa diluncurkan dari pesisir pantai ke laut untuk menembak target, termasuk kapal perang dan dermaga.

Selain itu, rudal udara ke udara, Fakour yang bisa dipasang di pesawat tempur, mampu menghadapi berbagai jenis ancaman udara dan merupakan rudal udara ke udara pertama Iran.

Pada 22 Januari 2017, rudal anti-pesawat jarak jauh, Sayyad-3 juga dipamerkan. Rudal anti-pesawat jarak jauh, Sayyad-3 memilki banyak kegunaan dalam perang elektronik dan memungkinkan dipakai untuk menyerang target-target dengan lokasi cross-section rendah.

Brigjen Farzad Esmaili, Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatamul Anbiya Saw mengatakan, teknologi yang digunakan untuk membuat rudal anti-pesawat jarak jauh, Sayyad-3 hanya dimiliki sejumlah kecil negara. Namun para pakar Iran berhasil merancang dan memproduksi rudal ini di masa sanksi dengan bersandar pada kemampuan dalam negeri.

Sayyad-3

Di hari pertama Pekan Pertahanan Suci, digelar parade militer Angkatan Bersenjata Iran di halaman kompleks Makam Imam Khomeini, Tehran dan dalam acara itu beberapa prestasi militer Iran turut dipamerkan.

Rudal Zolfaqar, rudal balistik Khorramshahr, Qiam, Emad dan Sejil, termasuk di antara produk Angkatan Udara Pasdaran yang diluncurkan secara resmi pada 22 Desember 2017. Puncak kekuatan rudal Iran, adalah sistem rudal balistik Khorramshahr yang untuk pertama kalinya dipamerkan dalam parade militer Angkatan Bersenjata Iran di Tehran. Rudal Iran adalah simbol kekuatan Iran yang dipamerkan di tahun 2017 dalam berbagai metode.

Kekuatan rudal pencegahan, adalah bukti kekuatan nyata Iran di kawasan. Serangan rudal Pasdaran Iran ke markas teroris di Deir Ezzor, Suriah, Juni 2017, membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa Iran adalah negara yang kuat di bidang rudal. Serangan rudal lintas perbatasan pertama Iran ini adalah jawaban tegas atas musuh.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengatakan, musuh harus tahu, Iran akan berdiri kokoh dan kuat, dan musuh tidak akan mampu memukul bangsa Iran, sebaliknya bangsa ini yang akan memukul mereka.

Kemampuan rudal dapat meningkatkan kekuatan pencegahan aktif Iran dua kali lipat dan menjamin situasi keamanan Iran sampai ke level yang meyakinkan. Sementara berlanjutnya kesuksesan ini juga menjadi perhatian dalam Rencana Pembangunan Keenam Iran.

Rencana pembangunan ini mulai dilaksanakan awal tahun 2017. Pasal ke-34, Rencana Pembangunan Keenam Iran yang khusus membahas Angkatan Bersenjata, menekankan sejumlah masalah di antaranya kemampuan rudal, maritim dan pertahanan udara.

Dalam pasal ini juga disebutkan, untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara Iran di level regional, Iran perlu melakukan sejumlah langkah seperti pengembangan dan peningkatan kemampuan produksi rudal, dan penguatan kemampuan pertahanan udara di berbagai level, jarak dekat, sedang dan jauh.

Jan 07, 2018 10:45 Asia/Jakarta
Komentar