Festival Seni Rupa Internasional Fajr ke-10 adalah salah satu ajang pagelaran seni rupa terbesar di Iran yang mempertunjukkan cabang-cabang seni rupa secara umum di negara ini.

Pembukaan festival seni rupa internasional Fajr ke-10 yang dihadiri oleh sejumlah seniman terkemuka Iran, dilakukan pada hari Selasa, 23 Januari 2018. Dalam acara ini, sebagaimana biasa dilakukan setiap tahun, diberikan penghargaan kepada beberapa seniman rupa dan peminat seni rupa.

Pada kesempatan itu, Kiani, mantan atase budaya Iran di Bulgaria menganugerahkan penghargaan kepada Penerbit Yasavali sebagai penerbit terbaik, Perhimpunan Seniman Rupa sebagai perhimpunan terbaik, Salaneh Por Sabouk sebagai even seni rupa terbaik, Departemen Kebudayaan dan Bimbingan Islam Provinsi Kerman, Kanal Berita TV Iran sebagai media terbaik, dan Galeri Sorbon sebagai galeri terbaik.  

Festival seni rupa internasional sebagai salah satu indikator prestasi seni rupa, sejak periode ketujuh telah membuka keran partisipasi yang lebih luas bagi beragam cabang seni rupa. Berdasarkan visi yang diusung sejak periode ketujuh festival, delapan cabang seni rupa yang sudah umum dan dikenal luas, media-media dan prakarsa baru yang lebih dekat dengan bahasa kekinian, turut menyemarakkan festival ini.

Festival Seni Rupa Internasional Fajr ke-10

Tahun ini, lebih dari 10.600 karya seni dari 53 negara ikut bersaing di sejumlah kategori yang dilombakan, dan 88 karya seni terbaik dipamerkan dalam festival kali ini. Dari semua karya seni yang dipamerkan, 33 karya adalah karya seniman perempuan, 58 karya seniman laki-laki dan delapan karya seniman luar negeri dari Belgia, Serbia, Bangladesh, Irak, Peru dan Turki.

Sebuah pameran khusus di luar pameran utama juga digelar untuk menampilkan karya seniman Afghanistan, Tajikistan, Irak, Suriah dan negara-negara tentangga Iran lainnya.

Festival ini diselenggarakan dengan maksud untuk mengenalkan ide-ide orisinal dan karya-karya interaktif serta kreatif, juga pengenalan karya-karya dengan fitur terkini dan interaktif dalam bingkai pemanfaatan satu atau beberapa cabang seni rupa klasik dan modern, serta ide orisinal dan konsep artistik. Festival seni rupa internasional Fajr ke-10 seperti periode-periode sebelumnya, menggunakan strategi antardisiplin, dan cabang-cabang seni seperti seni video (video art) dan seni instalasi, berpartisipasi aktif dalam periode festival kali ini.

Pada festival kali ini, perhatian tidak dipusatkan pada ibukota Iran, dan provinsi-provinsi lain juga turut berpartisipasi dalam rangka mempublikasikan secara luas acara ini di seluruh penjuru negara. Oleh karena itu, Provinsi Azerbaijan Barat dan Timur, Ardebil, Isfahan, Alborz, Ilam, Tehran, Chaharmahal-Bakhtiari, Khozestan, Gilan, Golestan dan Hamedan, termasuk di antara provinsi Iran yang ikut serta dalam festival seni rupa Fajr kali ini.

Tujuan lain penyelenggaraan festival ini adalah menarik perhatian seniman-seniman daerah dan menampilkan karya-karya mereka di tingkat nasional sehingga dapat menambah semarak pagelaran seni rupa terbesar Iran yang menjalankan strategi antardisiplin ini. Di festival seni rupa kali ini, 10 galeri dan sanggar seni non-pemerintah untuk pertama kalinya berpatisipasi secara langsung dan menampilkan aktivitas-aktivitasnya.

Sebuah proyek yang dinamai "Hezareh" juga diperkenalkan di tengah-tengah festival seni rupa Fajr kali ini. Proyek Hezareh adalah skema umum kedudukan perempuan dalam seni rupa Iran. Kenyataannya, kaum perempuan Iran termasuk yang unik di Timur Tengah dan karya-karya seni mereka berbeda dengan yang lain.

Festival Seni Rupa Internasional Fajr ke-10

Mereka adalah seniman-seniman perempuan modern dan mengikuti perkembangan sosial, karenanya tampak begitu berbeda. Seniman perempuan Iran hari ini bekerja sangat efektif, dan sangat aktif dalam menghasilkan ide-ide baru.

Lapisan masyarakat ini jumlahnya cukup banyak di Iran dan bekerja secara teratur serta menghasilkan karya-karya berharga. Oleh karena itu diusulkan agar tahun ini seniman-seniman perempuan yang berkecimpung di seni rupa, seni lukis dan seni instalasi, berpartisipasi dalam sebuah proyek tersendiri.

Dalam proyek ini, para seniman diminta untuk mendesain sebuah kursi, lalu menciptakan karya yang berhubungan dengan itu dari sisi emosional. Dalam proyek ini, kursi digambarkan sebagai simbol kedudukan seniman dan memiliki hubungan emosional dengan kehidupan serta lingkungan tempat hidupnya.

Alasan penamaan proyek ini dengan Hezareh yang berarti milenium adalah, karena kaum perempuan di era milenium ketiga memainkan peran yang sangat signifikan dalam urusan pengelolaan makro negara.

Di festival kali ini, ditampilkan 22 karya seni dari 100 seniman dan setelah melalui proses verifikasi, kemudian dipamerkan. Karena karya-karya seni tersebut dari sisi tema sangat berkaitan satu sama lain, maka dapat dikatakan sebagai sebuah gambaran umum tentang kedudukan perempuan dalam seni rupa Iran.  

Salah seorang peserta festival seni rupa internasional Fajr ke-10 menegaskan bahwa pagelaran ini harus memiliki lokasi tetap dan tepat untuk memamerkan karya-karya seni. Fatemeh Sadat Fazael Ardakani, seniman muda yang masih berstatus mahasiswa semester enam, jurusan seni lukis itu, ikut serta dalam festival kali ini dengan karya bertema "Pembunuhan Massal".

Festival Seni Rupa Internasional Fajr ke-10

Karya seni yang menggambarkan tentang pencemaran udara itu, dibuat menggunakan 2.200 masker. Ketika menyaksikan karya Fatemeh dari jauh, terlihat bentuk sebuah pohon dan hal ini menunjukkan realitas penebangan pohon yang sia-sia.

Dengan menggunakan masker sebanyak itu, ia menciptakan lukisan pohon Berangan (Platanus) di dinding dan mengingatkan masyarakat tentang bahaya pencemaran udara dan kematian manusia sebagai dampaknya. Ilustrasi pohon Berangan dipilih karena pohon ini adalah jenis pohon terbaik untuk membersihkan udara dan merupakan simbol kehidupan itu sendiri.

Fatemeh menuturkan, kematian adalah realitas yang mustahil dipungkiri dan bisa datang kapan saja, dimana saja dan pada usia berapa saja. Bagi kita manusia, kematian yang disebabkan karena sakit, bencana alam dan yang lainnya sudah biasa dan bagian dari kehidupan, akan tetapi kita asing dengan kematian akibat perang dan pencemaran.

"Ketika mendengar berita penebangan pohon yang sia-sia, kecemasan atas kematian akibat pencemaran udara bertambah dua kali lipat, pasalnya kita sekarang tahu bahwa pohon adalah penyaring polusi udara terbaik dan musnahnya pepohonan berarti musnahnya manusia di muka bumi," ujarnya.

Amir Raad, peserta festival yang lain, karyanya sempat dipamerkan di Sanggar Seni Saba. Dalam festival kali ini, Raad menampilkan dua proyek, pertama berhubungan dengan seni video yang mempertunjukkan karya-karya dari Iran, Spanyol, Italia dan Amerika. Video-video tersebut adalah video pilihan dari sejumlah festival internasional yang digelar sebelumnya.

Proyek lain berhubungan dengan performance art. Secara bahasa, berarti pertunjukan, tapi performance art adalah substansi setiap pertunjukan yang bersandar pada manusia. Performance art hanya dipentaskan sekali dan jika diulang, maka ia tidak bisa lagi disebut performance art. Jenis seni ini dapat dipentaskan dimana saja, kapan saja dan pada kesempatan atau acara apa saja.

Gerakan seseorang atau sekelompok orang di sebuah tempat dan waktu tertentu menghasilkan sebuah kerja. Performance art dari Raad itu ditampilkan di sanggar seni Saba oleh kelompok seni Beta.

Amir Raad menyusun 15 pertunjukan berbeda sepanjang festival dan mengatakan, pementasan perfromance art memiliki hubungan langsung dengan lokasi pertunjukan, oleh karena itu mungkin saja kami dalam sehari bisa mementaskan beberapa pertunjukan berbeda dan di hari yang lain hanya satu pertunjukan.

Festival Seni Rupa Internasional Fajr ke-10

Menurut Amir Raad, seni rupa di era terkini meliputi spektrum media yang luas dan alami, dan festival seni rupa internasional Fajr ke-10 berusaha bergerak ke arah spektrum luas tersebut.

Rainer Goebbles, seniman Jerman yang datang ke Iran untuk mementaskan performance art dalam festival teater Fajr, setelah mengunjungi pameran seni rupa Fajr mengatakan, di pameran-pameran yang saya kunjungi saya dihadapkan dengan ide-ide yang lahir dari sebuah pemikiran cemerlang yang mengenal dengan baik lingkungan sekitarnya.

Ia menambahkan, dalam pameran-pameran ini saya menyaksikan bahwa seniman-seniman Iran memahami dengan baik seni kontemporer dengan bahasa dunia terkini yang tidak harus seni nasional atau nasionalis, tapi tetap memiliki muatan budaya Iran. Goebbles berharap bisa menampilkan proyek-proyek multimedia untuk diikutkan dalam festival seni rupa Fajr tahun depan.

Feb 06, 2018 15:18 Asia/Jakarta
Komentar