Penghargaan Buku Terbaik ke-35 dan Penghargaan Buku Terbaik Internasional ke-25, digelar dengan tujuan mendukung dan mendorong para penulis, penerjemah, editor dan penerbit di dalam negeri, dan mempromosikan budaya masyarakat Islam, melestarikan identitas budaya dan independensi secara global. Dalam pelaksanaan Penghargaan Buku Terbaik ke-35 Republik Islam Iran, dihadirkan 2.500 juri untuk mengevaluasi karya-karya yang diajukan.

Karya yang diajukan sebanyak 55.000 judul, dan 255 karya mencapai babak kedua. Karya-karya dibagi dalam 11 kategori umum, filsafat dan psikologi, agama, ilmu sosial, bahasa, sains, ilmu eksak, seni, sastra, sejarah dan geografi, serta anak-anak dan remaja. Mekanisme evaluasi karya sama seperti sebelumnya, dan buku-buku tersebut dinilai dalam 72 kelompok dengan 11 topik. Sekitar hampir 28 tulisan, 13 terjemahan, dan dua koreksi mencapai babak final.

Penghargaan Buku Terbaik Iran pertama kali  digelar dengan tujuan untuk mendorong para pengkhidmat ilmu pengetahuan dan budaya Iran pada tahun 1334 HS (1956 Masehi), dan setiap tahun, para penulis, penerjemah dan pengarang diundang untuk mengirim hingga lima buku mereka yang diterbitkan tahun lalu untuk dievaluasi para ahli. Penghargaan tersebut diberikan kepada para pemenang sampai tahun 1356 HS (1978 Masehi) di bidang sains dan teknologi, sastra, humaniora, ilmu sosial, anak-anak dan remaja.

Kemenangan Revolusi Islam Iran

Sejak tahun 1356 HS, menyusul peningkatan dan pengokohan revolusi serta gerakan rakyat, pelaksanaan penghargaan tersebut ditunda, dan baru empat tahun kemudian pada tahun 1983, kembali digelar Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, dan satu tahun kemudian, ketentuan pemilihan buku terbaik disetujui. Setelah itu, digelar penghargaan buku terbaik setiap tahun pada peringatan Pekan Fajar Kemenangan.

Mengidentifikasi dan memperkenalkan buku-buku terbaik, membantu meningkatkan tingkat pengetahuan dan budaya masyarakat Islam; menjaga kebebasan dan identitas budaya; mendukung dan mendorong para pengarang buku yang komitmen dan handal, merupakan salah satu tujuan penyelenggaraan kompetisi budaya ini.

Beberapa kriteria dalam evaluasi buku terbaik tahun ini antara lain adalah berpengaruh mendongkrak tingkat ilmiah dan budaya negara, terobosan dan inovasi dalam subjek, struktur, analisa dan tampilan buku serta pemenuhan standar dalam struktur buku. Selain itu, nilai ilmiah dan konten buku, komitmen terhadap nilai-nilai budaya, agama dan kemanusiaan,serta kekuatan persuasi dan pengaruh yang mendalam terhadap audiens juga merupakan di antara kriteria lain yang dipertimbangkan dalam proses evaluasi para juri.

Alaeddin Thabathabaei, seorang penulis, penerjemah dan anggota Pusat Kebudayaan Sastra dan Literatur Farsi mengatakan, "Penghargaan ini penting dan bermanfaat, dan tidak diragukan lagi memiliki dampak positif. Ini semacam dorongan bagi mereka yang beraktivitas, terutama bagi kaum muda. Penghargaan ini dapat bersifat kualitatif dan kuantitatif, yaitu dapat mendorong lebih banyak orang untuk menulis, menerjemahkan dan meningkatkan kualitas buku. Jika masyarakat mengetahui bahwa para penulis berusaha keras untuk meneliti dan menulis buku mereka, maka masyarakat akan semakin baik mengapresiasi mereka."

Penghargaan Buku Terbaik ke-35 dan Penghargaan Buku Terbaik Internasional ke-25, dihadiri oleh Presiden Iran Hassan Rouhani di Vahdat Hall. Dr. Salehi, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam pada acara tersebut, mengatakan, "Revolusi Islam Iran lahir bersama dengan para penulis dan buku-buku memenuhi jalanan, dan jalan-jalan pada masa revolusi dipenuhi dengan buku. Dalam keberlanjutannya revolusi juga membutuhkan buku."

Buku adalah titik sambung kita dengan sains, budaya, seni dan agama. Perkembangan sosial negara sangat terkait dengan buku. Buku seperti simpanan minyak mentah. Buku berubah menjadi sains, budaya kreatif, seni dinamis, agama yang bijak, dan jika kita ingin menggapai perkembangan berkelanjutan, kita perlu memproduksi buku yang bagus dan membaca buku-buku yang bagus. Festival Penghargaan Buku Republik Islam Iran merupakan perayaan budaya tulis.

Penghargaan buku terbaik

Buku-buku terpilih pada Penghargaan Buku Terbaik ke-35 antara lain adalah:
1-    Sejarah dan Transformasi Percetakan: telaah percetakan buku di Iran sejak menjelang Revolusi Islam, karya Abdolhossein Azarang. 
2-    Pengobatan Pernafasan karya Parviz Vahedi. 
3-    Benturan Tengkorak dan Otak, karya Yaqoub Tarsli
4-    Ensiklopedia Seni: lukis, patung, desain grafis, fotografi, media baru, visualisasi, percetakan, komedi, karya Ruein Pakbaz.  
5-    Karya Agung Seni di Quds Razavi: prasasti kuno, karya Mehdi Sahragard
6-    Jalan ini Tidak Punya Polisi Tidur, karya Maryam Jahani. 
7-    Tidak Ber-buku, karya Mohammad Reza Sharafi Khaboushan.
8-     Atlas Sejarah Pelabuhan dan Pelayaran Iran, karya Mohammad Baqer Vosuqi dan Mansour Sefatgol.
9-    Epistemologi Orientalis Sohravardi, karya Mehdi Abbas-zadeh.
10-    Penjelasan Logika Isharaat, (Nahj 1-10) karya Mehdi Azimi. 
11-    Ghurar al-Quran, dari Perspektif Hingga Tafsir, karya Ali Rad.
12-    Budaya Deskriptif Bahasa Farsi, karya Alaeddin Thabathabaei.
13-    Kelompok Budaya Nasional dari Awal Hingga Akhir, karya Rohollah Jaafari. 
14-    Pengenalan Budaya Musik, karya Majid Kiyani.

Penghargaan Buku Terbaik Internasional ke-25 juga digelar pada waktu bersamaan. Penghargaan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan mengenalkan buku berharga di dua bidang studi Islam dan studi Iran pada tiga kategori: kompilasi, terjemahan dan koreksi. Pada tahun ini, buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2016 dalam berbagai bahasa di berbagai negara (selain Iran) dievaluasi para juri. 

Subjek dari karya-karya ada di dua domain: pertama, studi Islam mencakup isu umum, ilmu pengetahuan Islam, sejarah Islam, agama, akhlak, ilmu pengetahuan, hadits, terjemahan teks Islam, penelitian dan tafsir al-Quran, fiqih dan hukum-hukum Islam. Selain itu, turut disertakan buku-buku di bidang teologi, filsafat, tasawuf, mistisisme, sejarah sains dalam Islam, budaya dan peradaban Islam, ekonomi Islam, seni dan arsitektur Islam, serta studi Islam kontemporer.

Domain kedua, yang ditekankan para penulis non-Iran yang berpartisipasi dalam Penghargaan Buku Terbaik Internasional ke-25, adalah studi Iran. Di bidang ini, buku-buku tentang topik bahasa secara umum, linguistik, antropologi, sejarah sains di Iran, puisi dan sastra Persia, sejarah Iran, seni dan arsitektur Iran, sejarah dan peradaban kuno Iran, serta terjemahan karya para ilmuwan Iran dalam bahasa lain.

Pidato Hassan Rouhani

Sekretariat Penghargaan Buku Terbaik Internasional ke-25, telah menerima lebih dari 2.000 judul buku dan informasi bibliografi, dan akhirnya 200 buku dievaluasi oleh para juri. Sebanyak 70 juri dilibatkan dalam proses ini dan 22 buku lolos ke babak final. Buku-buku yang dievaluasi terbagi di sejumlah kategori antara lain studi Islam, sejarah sains, fiqih, hukum, sejarah, peradaban Islam, studi al-Quran, seni, arsitektur, ekonomi Islam, teologi, tasawuf, mistisisme, sejarah dan peradaban Islam, studi Syiah dan Islam kontemporer.

Buku tersebut ditulis dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Cina, Arab, Italia, Georgia, Turki, Azerbaijan, Urdu, Turki, Finlandia, Bosnia, Yunani, dan Serbia. Akhirnya, buku-buku dari Jerman, Perancis, Amerika, India, Bulgaria, Italia, Swiss, Swedia dan Iran termasuk di antara buku terbaik. Penghargaan juga diberikan kepada para pemilik karya-karya terbaik.

Feb 14, 2018 15:11 Asia/Jakarta
Komentar