Generasi mengacu pada sekelompok orang yang memulai atau mengakhiri tahap kehidupan, berdasarkan definisi yang diberikan oleh ensiklopedia ilmu sosial. Tentu saja, tidak ada generasi, yang dapat mencerminkan cita-cita generasi sebelumnya, dan khususnya karakteristik dan watak mereka.

Tedapat perbedaan komplsk antara dua generasi yaitu perbedaan dalam tujuan dan cita-cita, perbedaan dalam penampilan, dalam harapan hidup, dan akibatnya perbedaan dalam gaya hidup. Perbedaan tersebut menjadi karakteristik yang bersifat baru, segar, dan berbeda dari generasi sebelumnya.

Namun kondisi tersebut berisiko terjadinya jarak perbedaan dari dua atau tiga generasi, di mana menuntut munculnya sebuah kondisi yaitu kerenggangan jarak dari aspek intelektual dan nilai antargenerasi. Ada beberapa faktor yang menciptakan kesenjangan antargenerasi, seperti usia dan berbagai kondisi lain yang timbul dari kondisi spesifik masyarakat dan dunia moderen.

Ayatullah Khamenei

Generasi pertama adalah orang-orang yang mengabdikan sebagian dari hidup mereka untuk memerangi despotisme dan memenangkan revolusi serta membentuk Republik Islam. Generasi ini mengambil alih manejemen masyarakat di hari-hari paling sulit pada masa revolusi, serta terlepas dari berbagai tantangan dan plot, mereka berhasil menyelamatkan revolusi dari jalur distorsif.

Generasi kedua, adalah hasil gemblengan dari generasi pertama. Mereka adalah motor penggerak Revolusi Islam dan menciptakan kemenangan epik Perang Pertahanan Suci dengan sarana paling minim. Mereka adalah orang-orang yang mengalami kemenangan revolusi dan menikmati pengalaman perang, terjun ke medan pembangunan ekonomi makro negara pasca perang, mengatur sistem manajemen negara. Sekarang, mayoritas pejabat dan tokoh masyarakat adalah dari generasi ini.

Generasi ketiga adalah anak-anak generasi kedua yang tidak memiliki pengalaman di masa sebelum revolusi dan perang. Adapun generasi keempat adalah anak-anak generasi ketiga sekarang ini dan akan tampil di masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.

Oleh karena itu, fokus utama dan audiens pada perubahan generasi ini, pada hakikatnya adalah para pemuda dan remaja negara saat ini, yang membentuk sekitar 70 persen dari populasi masyarakat. Dari jumlah tersebut rata-rata mereka berusia di bawah 30 tahun dan 35 persen di antaranya di kelompok remaja. Jika kita mendefinisikan usia kaum muda adalah usia antara 15 dan 28, maka 25 juta pemuda Iran, membentuk bagian penting dari masyarakat sekarang.

Ayatullah Khamenei

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayyid Ali Khamenei dalam menjelaskan generasi ketiga ini mengatakan, "Salah satu hal yang saat ini menjadi poros perang psikologis musuh - perlu untuk dijelaskan – adalah mereka mengatakan generasi ketiga revolusi, telah terisolasi dari ide-ide revolusi, kemudian mereka menetapkan filosofi untuk membuktikannya, sama seperti semua filosofi palsu, bohong dan palsu yang hanya untuk menjustifikasi kebohongan dan kepalsuan mereka, sehingga tidak ada orang yang berani menilai filosofi tersebut keliru."

Rahbar menambahkan, "Anda mengatakan bahwa ini berdasarkan filosofi! Seperti apa filosofinya? Filosofinya adalah bahwa selalu di setiap revolusi, generasi ketiga dari revolusi tersebut akan bertentangan! Ini keliru, ini omong kosong! Revolusi mana yang Anda katakan? Pada 1789 terjadi revolusi di Perancis, tetapi tidak di generasi ketiga maupun generasi kedua, bahkan mereka berbalik di generasi pertama revolusi! Setelah empat, lima tahun, mereka menciptakan gerakan melawan kaum revolusioner pertama dan berkuasa selama tiga, empat tahun. Setelah empat dan lima tahun, mereka pun dilawan, dan sampai pada tahun 1802, esensi revolusi ini telah sedemikian berubah sampai seorang seperti Napoleon tampil dan meletakkan mahkota di kepalanya ..."

Rahbar mengatakan, "Setelah itu, selama hampir 80-90 tahun, rezim monarki—tentunya berbagai monarki dan keluarga—bermuculan di Perancis yang selalu berperang, merusak dan korupsi. Revolusi tersebut, bukan hanya generasi ketiga, bahkan tidak sampai ke generasi kedua, karena prinsip revolusinya adalah prinsip yang goyah."

Analisa berbagai fakta tentang generasi Revolusi Islam mencerminkan fakta bahwa beberapa perbedaan yang ada antargenerasi adalah hal yang wajar. Aspirasi, kebutuhan, dan afeksi generasi muda di setiap masyarakat berbeda dari generasi sebelumnya.

Ciri-ciri yang menonjol dari generasi ketiga Revolusi Islam, menunjukkan bahwa generasi ini secara kepribadian memiliki identitas independen dan bergantung pada esensi, orisinalitas dan perhatiannya terhadap agama. Bertentangan dengan beberapa persepsi sosiologi politik, generasi ini bergerak secara spontan melanjutkan Revolusi Islam.

Ciri khas lain dari generasi ini adalah kedinamisan dan semangat kritik untuk merespon dengan cepat terhadap setiap potensi kekeliruan dan penyimpangan demi menghindari ketergelinciran. Poros gerakan generasi ini didasarkan pada identifikasi dan analisa peristiwa politik global, sikap proprosional dan respon cepat di hadapan ancaman. Kondisi global, ledakan informasi dan arus informasi yang cepat, membentuk dinamika dan kekuatan analisa pada generasi ini.

Generasi ketiga ini tertarik pada budaya dan tradisi Iran serta agama dan akhlaknya, juga sangat memperhatikan dimensi, seni dan estetika budaya Iran. Generasi ketiga dari revolusi adalah generasi yang ingin berpartisipasi dan memainkan peran yang lebih besar dalam masyarakat. Generasi masa kini, mengharapkan independensi dan kebebasan yang diciptakan oleh Revolusi Islam, untuk hadir secara aktif dan berpengaruh tidak hanya di ruang sekolah dan universitas, tetapi juga di arena politik dan sosial masyarakat.

Ayatullah Khamenei

Generasi yang tumbuh dalam periode penuh semangat selama 20 tahun sejak kemenangan Revolusi Islam, berhak berpartisipasi dalam berbagai bidang sosial dan terlibat dalam penentuan nasib negara. Mengingat pertumbuhan populasi, mereka memainkan peran determinan dalam banyak keputusan berdasarkan suara masyarakat. Generasi ini sekarang menyumbang 65 hingga 70 persen dari masyarakat Iran, dan di masa depan itu akan menjadi pilar utama  republik Islam yang percaya pada kerja keras dan kemampuan mereka sendiri.

Salah satu kebanggaan gemilang Republik Islam Iran adalah tumbuh dan aktifnya negara di bidang sains. Bahkan, salah satu kekuatan Iran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di negara ini adalah pencapaiannya dalam produksi sains. Menurut laporan United Nations Development Programme (UNDP), dalam beberapa dekade terakhir, Iran telah melakukan upaya signifikan untuk memperkokoh pendidikan, terutama di bidang ilmu pengetahuan dasar dan teknik dan bidang terkait.

Karakteristik ini merupakan pondasi dari kemajuan generasi revolusi dan bangsa Iran sejak awal Revolusi Islam, dan terlepas dari semua kesulitan dan tantangan serta sanksi dari musuh, rakyat Iran bukan hanya tidak putus asa dari jalur Revolusi Islam, bahkan di generasi ketiga ini telah mampu meraih banyak kesuksesan, prestasi dan kemajuan di berbagai bidang.

Sep 08, 2018 17:29 Asia/Jakarta
Komentar