Kebangkitan Imam Husein menunjukkan nilai pengorbanan, keberanian, kecintaan, serta seruan keadilan dan kebenaran. Sejarah mencatat, bagaimana pengorbanan Imam Husein memperjuangkan kebenaran, meskipun musuh berupaya untuk membungkamnya.

Semua nilai yang diperjuangkan Imam Husein tersebut berakar dari al-Quran. Oleh karena itu, dalam ziarah Asyura kita membaca, "Asyhadu anaka tali likitabillah,". Aku bersaksi denganmu Husein, yang melantunkan kitab Allah.

 

Al-Quran sangat menekankan masalah ilmu dan akal, serta sebaliknya menentang kebodohan dan kelalaian manusia. Mengenai masalah ini, Imam Husein mengatakan bahwa kelalaian dan ketidaksadaran adalah penyakit terburuk manusia dan juga masyarakat. Dari sanalah lahir berbagai bentuk penyimpangan pemikiran dan perilaku manusia.

 

Ketidaksadaran dan lalai adalah akar dari seluruh kekacauan perilaku baik di tingkat individu maupun sosial. Sebab, orang yang tidak sadar sedang tidak perduli terhadap keadaan yang terjadi, bahkan terhadap dirinya sendiri, kecuali hal-hal fisik yang kelihatan dari luar saja.

 

Mengenai masalah ini, Al-Quran surat Al-Araf ayat 179 menegaskan, "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang tidak sadar dan lalai,".

Image Caption

 

Masyarakat yang lalai akan merasa tidak membutuhkan ilmu dan pengetahuan, bahkan tidak perlu diingatkan maupun disadarkan. Oleh karena itu, mereka tidak melangkahkan kakinya di jalan menuju kebenaran.

 

Kebangkitan Iman Husein untuk menyadarkan umat Islam, terutama masyarakat Irak yang tenggelam dalam kelalaian. Imam Husein menyalakan obor nilai-nilai al-Quran yang disampaikan kepada masyarakat untuk membangkitkan kesadaran mereka mengenai ajaran sejati Islam yang telah diselewengkan oleh dinasti Umayah.

 

Di salah satu pidatonya, Imam Husein menyitir surat al-Anam ayat 157, "Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling,".

 

Perilaku Ahlul Bait senantiasa bersandar kepada Al-Quran. Demikian juga dengan Imam Husein. Selain menbacanya, bahkan menjelang kesyahidannya ketika dikepung pasukan musuh, Imam Husein juga mengamalkan nilai-nilai agung dalam al-Quran dan mengajarkannya kepada yang lain.

 

Dalam masalah kepemimpinan umat Islam, Imam Husein memandang pemimpin sangat berpenting dalam sebuah masyarakat, bangsa dan negara. Salah satu syarat pertama dan paling utama dari pemimpin dalam pandangan Imam Husein adalah keimanan dan pengamalan nilai-nilai ilahi.

 

Pandangan tersebut sesuai dengan al-Quran surat An-Nisa ayat 105 yang berbunyi, "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,".

 

Persyaratan lain dari seorang pemimpin adalah merakyat dan mengarahkan masyarakat, terutama pejabat negara untuk mematuhi aturan ilahi. Berbagai ayat dalam al-Quran menjelaskan mengenai masalah ketaatan kepada aturan Allah swt, termasuk dalam masalah pemerintahan dan penolakan terhadap aturan selain itu.

 

Imam Husein berulangkali menyatakan bahwa Yazid tidak memiliki persyaratan untuk memimpin umat Islam. Bahkan, ia tidak memperhatikan masalah Islam dari sisi luarnya sekalipun, seperti minuman keras yang diharamkan dalam Islam, tidak pernah diperhatikan oleh Yazid.

 

Meskipun mengklaim sebagai pemimpin Islam, tapi Yazid secara terbuka minum-minuman keras. Tidak hanya, berbagai perbuatan lain yang dilarang dalam Islam dilakukan oleh Yazid.

 

Sepak terjang Yazid menyebabkan tersebarkan kerusakan di tubuh umat Islam ketika itu. Sebab mereka tidak mengamalkan al-Quran dan sebaliknya menjauh dari kitab suci ilahi tersebut.

 

Imam Husein dengan kebangkitannya datang untuk memberikan petunjuk kepada masyarakat supaya beriman kepada Allah swt dan menjalankan aturan-Nya. Seluruh pijakan perjalanan Imam Husein dalam perjuangannya bertumpu pada Al-Quran. Oleh karena itu, sejak awal kebangkitan Imam Husein dari tanah suci Mekah dan Madinah ke Karbala semata-mata karena mencari keridhaan Allah dan menunaikan perintah al-Quran.

Karbala

 

Ketika Imam Husein siap untuk menghadapi Yazid, Muhammad bin Hanafiah datang menemui beliau. Setelah memberikan hormat kepada suadaranya, Muhammad bin Hanafiah menyampaikan maksudnya supaya Imam Husein mengurungkan niat untuk berperang menghadapi Yazid.

 

Tapi permohonan tersebut dijawab dengan baik oleh Imam Husein. Beliau berkata, "Saudaraku, walau aku tidak mendapatkan satu tempat pun di dunia ini, tapi akan tetap akan melawan Yazid bin Muawiyah,"

 

Kemudian, Imam Husein menulis surat wasiat yang menjelaskan dengan baik mengenai tujuannya datang ke Karbala. Di akhir wasiatnya, sebelum berangkat ke Karbala, Imam Husein mengutip al-Quran surat Hud ayat 88 yang berbunyi, "… dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali,".

 

Imam Husein bersama keluarga dan pengikutnya syahid di Karbala dibantai oleh pasukan Yazid. Dilihat sepintas, Imam Husein tampak kalah secara fisik. Tapi hari ini, kita melihat fakta sebaliknya.

 

Nama Imam Husein dan perjuangannya tetap abadi, sedangkan Yazid hilang ditelan sejarah, dan namanya masuk dalam jajaran orang-orang lalim yang dikecam sepanjang sejarah. Sebagaimana janji al-Quran kebenaran akan tegak dan kebatilan akan binasa.

 

 

Tags

Sep 12, 2018 18:51 Asia/Jakarta
Komentar