Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran telah bertemu dengan para cendekiawan, intelektual dan peraih medali di bidang sains dari Universitas Teknologi Sharif pada Senin, 2 Januari 2016.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan ini menjelaskan beberapa poin penting mengenai keselarasan sains dengan revolusi. Rahbar juga menggambarkan pertemuan tersebut bagaikan "terbukanya sebuah jendela ke arah taman yang menyenangkan dan masuknya udara segar," di mana, pertemuan ini akan mengobarkan harapan atas realisasi tujuan-tujuan mulia negara.

 

Ayatullah Khamenei mengatakan, "Saya bersyukur kepada Allah Swt atas keberadaan para pemuda yang baik, saleh dan berprestasi di negara ini, dan kalian juga harus mensyukuri atas nikmat prestasi, kapasitas dan bakat tinggi yang kalian miliki. "Di awal pertemuan tersebut, Profesor Doktor Fotouhi, Rektor Universitas Teknologi Sharif menyampaikan sambutannya. Ia menyinggung peran penting universitas ini dalam kemenangan Revolusi Islam, Perang Pertahanan Suci dan pengembangan ilmu pengetahuan negara.

 

Fotouhi juga menjelaskan berbagai prestasi dan program Universitas Teknologi Sharif. Ia mengatakan, Universitas Teknologi Sharif berusaha berperan efektif dalam memajukan dan meningkatkan sains yang stabil yang muncul dari dalam negara serta berpartisipasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan nasional.

 

Selain sambutan dari Rektor Universitas Teknologi Sharif, beberapa mahasiswa dan mahasiswi berprestasi serta peraih medali di bidang  fisika, matematika dan astronomi menyampaikan pandangan-pandangan mereka mengenai sejumlah persoalan penting negara dan universitas.

 

Ayatullah Khamenei  menyebut pandangan dan ide yang disampaikan para mahasiswa tersebut sebagai pandangan yang matang, benar, akurat dan sesuai dengan cita-cita. Rahbar menegaskan, keberadaan orang-orang yang berprestasi ini tentunya akan membanjiri masa depan negara dengan ilmu pengetahuan, pengalaman, religiusitas dan revolusioner.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut menyinggung meluasnya wacana produksi sains di Republik Islam Iran dan hasil praktis dari sains tersebut. Ayatullah Khamenei menuturkan, "Upaya dan gerakan ilmiah di negara sama sekali tidak boleh lambat atau berhenti, namun harus berlanjut dengan laju yang lebih cepat. "

 

Republik Islam Iran dalam hal percepatan ilmiah telah naik ke urutan keempat di dunia. Sementara dalam laporan The World Rankings Times, Iran dari sisi jumlah universitas terkemuka, berada di peringkat 32 pada 2012 dan di peringkat 23 pada 2015. Menurut situs-situs internasional, percepatan pertumbuhan ilmu pengetahuan di Iran adalah 13 kali rata-rata global. Rahbar di banyak kesempatan selalu menegaskan pentingnya untuk mempertahankan percepatan tersebut guna mengkompensasi keterbelakangan yang dipaksakan di bidang ilmu pengetahuan.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam menilai komitmen keagamaan dan revolusioner bersamaan dengan upaya ilmiah sebagai hal yang sangat penting. Ayatullah Khamenei menegaskan, kemajuan ilmiah saja tidak akan mampu membuat sebuah bangsa dan negara menjadi bahagia. Beliau menjelaskan, kemajuan sains sebuah bangsa dan negara yang dibarengi dengan cita-cita dan nilai-nilai tinggi spiritual dan revolusi akan menyiapkan ruang untuk mengatur berbagai masalah negara dan bahkan akan menjadi model yang baik bagi kawasan, dunia Islam dan dunia.

 

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyinggung melemahnya peradaban Barat meskipun mereka telah mencapai berbagai kemajuan materi. Menurut beliau, hal ini disebabkan tidak adanya  spiritualitas dan cita-cita ilahi dalam diri mereka. Rahbar mengatakan, "Penyimpangan-penyimpangan pemikiran, perilaku dan moral, hancurnya pilar keluarga, meningkatnya kekerasan, kerusakan moral dan bunuh diri di masyarakat Barat, terutama di Amerika Serikat menunjukkan masalah tersebut, di mana sejumlah pemikir dan cendekiawan AS secara transparan mengakui adanya kesenjangan, kerusakan dan kurangnya moralitas itu. "

 

Rahbar juga menyinggung kelanjutan kekerasan yang makin meningkat di masyarakat Amerika dan pembunuhan dengan senjata api di negara ini. Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Pembunuhan dan penyebaran senjata di AS telah berubah menjadi persoalan serius, di mana solusinya adalah penghentian penggunaan senjata di antara masyarakat, namun  karena dominasi dan pengaruh kuat para mafia perusahaan-perusahaan senjata di AS, maka pemerintah negara ini tidak memiliki keberanian untuk melarang penggunaan senjata api. "

 

Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menilai kemajuan nyata negara tergantung pada "perhatian serius kepada cita-cita agama dan ilahi." Beliau menegaskan,  masalah ini  harus menjadi perhatian khusus di semua sektor negara, baik di bidang ekonomi, politik, karya ilmiah, administrasi negara, maupun pilihan para pengelola dan pemimpin lembaga.

 

Rahbar menyebut "stabilitas dan keteguhan" di jalan agama dan revolusi sebagai faktor penting berikutnya dalam kemajuan negara. Beliau mengatakan, "Melakukan hal-hal besar seperti kemenangan Revolusi Islam atau kesuksesan dalam delapan tahun Pertahanan Suci serta keberhasilan dalam melawan tekanan disebabkan adanya manusia-manusia yang memiliki kegigihan dan keteguhan, di mana mereka tidak goyah untuk meniti jalan agama dan revolusi."

 

Dalam budaya Islam, kegigihan dan ketabahan di jalan agama dan tujuan ilahi memiliki posisi yang sangat penting. Berdasarkan ajaran Islam, pahala bagi orang-orang yang teguh di jalan Allah Swt adalah martabat, kemuliaan, kemerdekaan, kebebasan dan kehormatan. Allah Swt dalam Surat Al-i-Imran ayat 200 berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu serta tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung."

 

Imam Jafar Shadiq as juga berkata, orang yang memiliki iman, ia lebih keras, lebih kuat dan lebih stabil daripada besi. Besi ketika dimasukan ke dalam api akan berubah, namun orang Mukmin jika terbunuh, ia akan hidup, dan jika ia terbunuh lagi, ia akan tetap beriman dan hatinya tetap teguh serta tidak berubah.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam menilai partisipasi dengan semangat jihad di berbagai sektor, terutama di bidang-bidang penting yang berpengaruh bagi masa depan negara sebagai faktor lain dari kesuksesan dan kemajuan. Ayatullah Khamenei menuturkan, langkah jihad –yang bermakna tidak lelah dalam menghadapi kesulitan dan hambatan– adalah percaya kepada jalan dan gerakan berdasarkan pemikiran dan logika.

 

Rahbar menilai generasi muda saat ini sebagai generasi yang lebih mampu, lebih berpengetahan dan cerdas dibandingkan dengan generasi di masa revolusi. Beliau juga menyinggung gerakan mahasiswa, dan mengatakan, gerakan mahasiswa diartikan sebagai gerakan jihad di jalur pelayanan cita-cita revolusi, bukan untuk menentang cita-cita ini.

 

Ayatullah Khamenei menambahkan, "Saya mencintai pemuda-pemuda Mukmin dan saya akan mendukung mereka di manapun mereka berada. Dukungan lebih kepada para pemuda Mukmin dan revolusioner di universitas-universitas adalah tugas para rektor dan pejabat universitas serta menteri terkait."

 

Rahbar di bagian lain penjelasannya juga menyinggung pandangan salah satu mahasiswa terkait penyediaan kondisi yang diperlukan untuk para mahasiswi yang berprestasi. Beliau mengatakan, para pengelola universitas harus menyediakan fasilitas, di mana para mahasiwi dan peneliti (yang telah berkeluarga), selain bisa melakukan pekerjaan ilmiahnya, mereka juga bisa melaksanakan tugasnya sebagai istri dan merawat anak serta tidak memaksa mereka untuk meninggalkan aktivitas ilmiahnya.

 

Sebelum kemenangan Revolusi Islam, jumlah mahasiswi di universitas-universitas Iran hanya 10 persen, namun saat ini, 67 persen orang yang masuk ke universitas adalah perempuan. Kemajuan riset dan penelitian yang dilakukan para perempuan Republik Islam Iran di berbagai cabang ilmu praktis dan teoritis serta keterampilan adalah contoh lain dari perkembangan dan kemajuan perempuan pasca kemenangan Revolusi Islam. Imam Khomeini, Pencetus Revolusi Islam, telah berulang kali menekankan pentingnya masalah martabat dan kemuliaan masyarakat perempuan dan menegaskan pentingnya untuk menyiapkan peluang yang tepat bagi kehadiran sukses mereka di bidang sains, politik dan sosial.

 

Ayatullah Khamenei lebih lanjut mengatakan bahwa mekanisme pemanfaatan Ekonomi Muqawama bergantung pada tujuan negara. Beliau mengatakan, isu bahwa Ekonomi Muqawama akan menjaga Republik Islam Iran dari beragam momentum global adalah sebuah prinsip yang diakui. Rahbar menilai faktor kemajuan AS selama 150 tahun lalu adalah karena pemanfaatan Ekonomi Muqawama, namun beliau mengingatkan bahwa AS menggunakan metode ini demi materi dan uang. Pengalaman yang telah diakui ini memungkinkan dunia untuk memanfaatkannya dengan orientasi yang lebih tinggi.

 

Dalam pertemuan tersebut, para peraih medali di berbagai kompetisi dan olimpiade yang digelar di dalam dan luar negeri menghadiahkan medali mereka kepada Rahbar. Ayatullah Khamenei menilai medali-medali itu sebagai satu hal yang sangat bernilai dan merupakan simbol bakat dan identitas tinggi mereka. Beliau menuturkan, "Nilai-nilai  spiritual dari medali-medali ini lebih tinggi dari nilai-nilai materialnya. Oleh karena itu, saya dengan senang hati dan bangga menerima medali-medali ini, namun kemudian saya akan mengembalikan kepada kalian."

 

Tags

Jan 12, 2017 12:42 Asia/Jakarta
Komentar