Tausiyah Ramadhan Di bulan suci Ramadhan, rahmat Allah Swt turun ke bumi lebih dari sebelumnya dan tanda-tanda rahmat itu, sangat terasa terutama dalam majelis-majelis Muslimin. Umat Islam berdasarkan keyakinan agama, menjalankan sunnah-sunnah indah di bulan Ramadhan, salah satunya memberikan makanan berbuka kepada sesama. Sunnah indah ini adalah warisan dari Nabi Muhammad Saw.

Menjelang azan Maghrib, lantunan doa begitu merdu terdengar, dan jamuan berbuka membawa keindahan tersendiri bagi keluarga. Sang ibu menyiapkan buka puasa sementara putri kecilnya asyik dalam kegembiraan dan memperhatikan apapun yang ia lihat penuh rasa ingin tahu. Sang ayah tiba ke rumah dengan membawa roti sembari tersenyum. Kakek, nenek, paman, bibi semua menjadi tamu berbuka puasa malam ini.

Kumandang suara azan sudah terdengar dan semua menyambutnya gembira. Sang kakek di saat-saat penuh berkah itu berdoa, semoga saat-saat penuh kasih ini selalu ada, bahkan jika kelak dirinya terlebih dahulu meninggalkan semua. Lalu ia mengajak semuanya duduk di meja makan untuk berbuka. Ia menengadahkan tangannya dan berdoa, lalu diamini anggota keluarga yang lain.

Momen berkesan ini selalu diingat oleh putri terkecil keluarga. Ketika besar nanti ia pasti akan menjaga tradisi indah ini dan mengajak keluarganya untuk berbuka puasa bersama. Rasulullah Saw bersabda, "Jauhkan dirimu dari api neraka meski hanya dengan memberikan setengah kurma atau seteguk air untuk orang lain berbuka puasa."

Memberikan makanan berbuka puasa adalah salah satu sunnah yang dapat memperkokoh hubungan sosial dan memperkuat keakraban di antara Muslimin. Pada hakikatnya, Islam adalah agama cinta dan kasih sayang. Islam menekankan agar hubungan manusia berlandaskan penghormatan, kesopanan dan penghargaan.

Nabi Muhammad Saw dalam berhubungan dengan masyarakat sangat mengutamakan kasih sayang dan penghormatan. Diriwayatkan bahwa siapapun yang pernah bertemu dengan Nabi Muhammad Saw, ia akan terpesona dengan kepribadian agung beliau. Nabi Muhammad Saw memperlakukan orang lain dengan akhlak yang sangat indah, selalu menyuguhkan senyuman dan bersikap rendah hati.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah Saw mengatakan, "Sebagian masyarakat adalah kunci kebaikan dan sebagian lainnya, kunci keburukan. Beruntunglah mereka yang diberikan kunci kebaikan oleh Tuhan". Membantu orang lain atau menggembirakan mereka dapat dilakukan dalam berbagai bentuk.

Betapa banyak rasa simpati yang ditunjukkan kepada seorang teman, dapat menghapus kesedihannya dan terkadang bantuan kecil dapat menyelesaikan persoalan besar dalam hidup seseorang dan menumbuhkan benih kasih sayang di dalam hatinya. Nabi Muhammad Saw pernah menyampaikan tiga cara menggembirakan orang lain. Beliau bersabda, "Cara terbaik untuk menggembirakan orang lain, adalah dengan membayarkan utangnya, memenuhi hajatnya atau menghilangkan kesedihannya".

Kajian Tafsir

Pada kajian tafsir di bagian ke-24 ini, kami mengajak anda untuk membahas tafsir ayat 74 dan 75 Surat Taha sebagai berikut,

إِنَّهُ مَن يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ ﴿٧٤﴾ وَمَن يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُولَـٰئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلَىٰ ﴿٧٥﴾

"Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)."

Kedua ayat ini diturunkan setelah para penyihir, beriman kepada Nabi Musa as dan Firaun memberikan janji-janjinya kepada Mukminin. Firaun berjanji kepada para penyihirnya, jika mereka berhasil mengalahkan Musa, maka akan diangkat posisinya di kerajaan. Akan tetapi setelah para penyihir itu beriman kepada Musa, Firaun mengancam akan memotong tangan dan kaki mereka dan menggantungnya.

Poin terpenting yang disinggung dalam kedua ayat ini adalah perubahan besar dan cepat dalam diri para penyihir di hadapan Nabi Musa as. Mereka sebelumnya berdiri di hadapan Musa sebagai musuh besar, akan tetapi setelah menyaksikan mukjizat pertama Musa, mereka terguncang dan sadar lalu berubah dalam keheranan. Perubahan cepat dari kufur kepada iman ini, atau dengan kata lain perubahan dari kegelapan menuju cahaya, membuat semua yang menyaksikan takjub dan mungkin bagi Firaun sesuatu yang sulit dipercaya. Oleh karena itu, Firaun berusaha menunjukkan bahwa ini adalah konspirasi yang sudah diatur sebelumnya, padahal dirinya sendiri mengetahui hal itu bohong.

Apa yang membuat para penyihir mengalami perubahan mendasar dan cepat sehingga mereka bahkan bersedia meninggalkan pekerjaannya dan tidak takut tangan dan kakinya dipotong serta digantung di atas pohon, adalah ilmu pengetahuan dan makrifat. Para penyihir mengenal dengan baik rahasia ilmu sihir dan memahami dengan jelas bahwa apa yang dilakukan Nabi Musa as bukan sihir tapi mukjizat Ilahi, karenanya mereka berubah dengan keberanian dan kepastian. Dari ayat ini kita bisa memahami bahwa untuk merubah dan membuka pintu hidayah seseorang atau masyarakat yang menyimpang, sebelum melakukan apapun kita harus memberikan kesadaran.

Poin penting lain dari ayat ini adalah, semua orang yang berada di jalan menuju Tuhan, mereka akan sampai ke tujuan sebagai pendosa dan penjahat, atau sebagai mukmin dan orang saleh. Jika sebagai pendosa dan penjahat, maka mereka akan masuk ke dalam api neraka, dan jika sebagai mukmin, mereka akan disambut di surga. Khwaja Abdullah Ansari terkait hal ini mengatakan, kedua ayat tersebut mengisyaratkan dua kelompok manusia. Kelompok pertama adalah kelompok yang merupakan manifestasi sifat pembalasan Tuhan. Mereka tidak dicabut nyawanya sehingga terbebas, juga tidak hidup tanpa kehinaan.

Kelompok yang lain adalah mereka yang manifestasi keindahan Tuhan tampak pada hati-hatinya dan mereka menikmati anggur rumah cinta, setiap detik dan saat, dari cawan penuh manfaat. Ayat ini menjelaskan bahwa hamba harus menyingkap hijab kelalaian dan berusaha mewakafkan seluruh pekerjaannya untuk syariat dan dengan tolok ukur hakikat. 

Tips Sehat Menjalani Puasa

Di hari-hari akhir bulan suci Ramadhan yang tahun ini di Iran jatuh pada musim panas, untuk menghilangkan rasa haus di bulan ini jangan sampai lupa memakan buah ceri. Ceri dapat mengurangi haus dan radang, mengencerkan darah dan mencerahkan kulit. Konsumsilah buah-buahan seperti aprikot dan persik, karena buah-buahan ini menurunkan rasa sakit akibat asam lambung secara signifikan dan mengganti zat mineral yang hilang akibat keluarnya keringat.

Sangat penting untuk mengganti nutrisi tubuh yang hilang dengan mengkonsumsi buah-buahan serta sayur mayur yang mengandung air. Buah-buahan seperti jeruk dan stroberi, selain memasok air bagi tubuh, juga zat-zat penting lainnya seperti kalsium dan serat, besi, kalium dan mineral, juga Vitamin C, B1 dan B2. Buah-buahan yang mengandung air lainnya seperti semangka juga penting memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Mengkonsumsi jeruk nipis juga bisa mencegah haus dan kelelahan akibat panas dan dianjurkan agar dikonsumsi antara waktu berbuka dan sahur. Untuk mencegah kehausan, anda juga bisa menggodok daun mint dan minumlah dengan madu. Perhatikan, meminum teh terutama teh pekat, untuk mengatasi kehausan adalah keliru.

Pengobatan tradisional dalam hal ini, menganjurkan memakan tanaman "krokot" (gelang biasa) atau nama latinnya Portulaca Oleracea yang berkhasiat menghilangkan rasa haus. Tanaman ini memiliki daun dengan daging yang tebal dan benihnya berwarna hitam pada bagian bawah. Krokot itu mirip dengan kelabat atau Fernagreek dan daun-daunnya tampak berminyak. Ibnu Sina mengatakan, krokot atau Portulaca Oleracea dapat menghilangkan haus, panas dan sakit empedu. Mengkonsumsi krokot selama bulan Ramadhan bisa membantu menghilangkah atau mencegah haus. Lebih baik agar minuman yang mengandung biji krokot atau daunnya dikonsumsi pada waktu berbuka dan sahur.

Secara alami jenis tumbuhan ini menurut para pakar pengobatan tradisional, sangat dingin dan basah. Di sejumlah banyak negara seperti negara-negara Arab, tumbuhan krokot dikonsumsi sebagai lalaban. Sari tanaman ini atau yang sudah ditumbuk bisa dijadikan sebagai penawar sakit, menyembuhkan luka bakar, mengurangi bengkak dan abses.

Tags

Jun 19, 2017 09:52 Asia/Jakarta
Komentar