Tausiyah Ramadhan Istiqomah (keteguhan diri) seperti juga amal saleh, ia dihasilkan dari iman. Iman ketika kokoh dan merasuk ke dalam hati, akan mengajak seseorang untuk istiqomah. Begitu juga istiqomah di jalan kebenaran akan menambah kedalaman iman seseorang, karena itu keduanya saling mempengaruhi.

Dalam sebuah hadis dari Nabi Muhammad Saw disebutkan, seseorang mendatangani Nabi dan berkata, berikanlah perintah kepada saya yang dengan melaksanakannya saya bisa selamat di dunia dan akhirat. Nabi bersabda, katakan Tuhanku adalah Allah dan teguhkan dirimu atas ucapan ini.

Salah satu pengalaman berharga orang yang berpuasa di bulan suci Ramadhan adalah kedekatan dengan Tuhan. Hubungan ini berpengaruh efektif dalam melawan rasa cemas dan kekhawatiran. Kesedihan dan kecemasan sendiri dapat mengganggu kondisi jasmani dan ruhani seseorang secara serius.

Sebagai contoh, sebuah pohon tua mampu menahan teriknya matahari di musim panas, terpaan topan kencang, atau dinginnya musim dingin, namun ia tidak akan mampu menahan serangan seekor ulat kecil yang masuk ke tubuh dan akarnya. Serangan ulat tersebut membuat pohon itu perlahan kering lalu mati. Pohon ini mampu bertahan dalam berbagai kondisi sulit, akan tetapi seekor ulat kecil bisa merusak dan membinasakannya dari dalam. Begitu pula halnya dengan kondisi yang dialami manusia.   

Ada banyak faktor seperti gelisah, cemas dan ragu, yang jika menguasai manusia, akan merusaknya dari dalam dan secara perlahan mencabut kegembiraan dan harapan darinya. Namun seseorang yang meletakkan hati dan jiwanya di bawah naungan rahmat Tuhan, faktor-faktor destruktif tadi tidak akan bisa mengganggu, karena ia telah menyandarkan diri pada tempat berlindung yang terpercaya.

Salah satu sebab kegelisahan manusia adalah harapan melebihi batas dan tidak masuk akal. Manusia, biasanya berharap seluruh peristiwa yang terjadi di dunia ini sesuai dengan keinginannya. Keinginan semacam ini tidak realistis, karena tidak semua cita-cita manusia bisa terwujud. Terkadang penyesalan yang tidak beralasan akan masa lalu dan takut serta cemas akan masa depan, juga dapat menjadi faktor kegelisahan manusia. Jika seseorang mengalami hal ini, maka ia telah kehilangan kekuatan memahami realitas dalam hidupnya.

Usia yang begitu berharga orang semacam ini sirna hanya dalam sekejap dan ia harus melewati hidup penuh penderitaan. Akan tetapi orang yang berada dalam dekapan rahmat Tuhan, ia percaya bahwa Tuhan akan terus melimpahkan rahmat-Nya yang tak terbatas. Karena ia percaya bahwa mengingat Tuhan bukan hubungan sepihak. Tuhan tidak akan pernah melepaskan sedetikpun orang-orang yang mengingat-Nya.

Nabi Muhammad Saw bersabda, setiap manusia yang mengingat Tuhan, jika di dalam doanya ia minta dijauhkan dari dosa, maka Tuhan akan memberikan satu dari tiga nikmat ini, langsung mengabulkan doanya, menyimpan pahalanya untuk akhirat, atau karena nikmat itu, ia dijauhkan dari segala musibah.

Seorang arif ditanya, mengapa doa kita tidak selalu diijabah Tuhan? Ia menjawab, karena kalian tidak melaksanakan perintah Tuhan dalam hidup kalian. Kalian mencintai Nabi, tapi tidak menjadikan kehidupan beliau sebagai teladan. Kalian memiliki Al Quran, tapi tidak pernah menjalankan hukum-hukumnya. Kalian percaya dengan surga, namun tidak berusaha mendapatkannya.

Kajian Tafsir

Pada pertemuan kali ini kami mengajak anda menyimak tafsir ayat ke-30 Surat Fushilat sebagai berikut,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّـهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

 

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."

Ayat ini menyinggung kondisi orang-orang beriman yang berserah diri kepada Tuhan dan mengakui kehambaannya di hadapan Tuhan. Mereka, setelah berikrar atas ketuhanan Allah Swt, dirinya terhubung dengan alam malakut, karena sedemikian teguh pendiriannya di jalan kebenaran. Artinya, dari sisi ruhani, pemikiran dan psikologis, mereka menemukan sumber abadi dan tidak pernah dihinggapi rasa takut dan sedih dalam hidupnya.

Sebagian orang mengaku cinta kepada Tuhan, tapi dalam praktik tidak pernah istiqomah. Mereka adalah orang-orang lemah yang mengorbankan imannya di hadapan hempasan gelombang syahwat dan akhirnya menjadi musyrik. Mereka akan langsung kehilangan imannya yang lemah itu ketika terancam.

Pengakuan lisan adalah hal mudah, tapi praktik, sulit dan menjaga kontinuitas amal, jauh lebih sulit. Sebagian orang berbicara soal cinta pada Tuhan, sebagian yang lain mempraktikkannya dan mematuhi perintah Tuhan, tapi tidak mampu bertahan dari kerasnya peristiwa alam, terjangan topan, hinaan, cemooh dan permusuhan di luar batas. Oleh karena itu mereka berhenti. Sebagian orang lebih buruk, bukan hanya berhenti, mereka bahkan mundur.

Khwaja Abdullah Ansari berkata, ayat ini mengisyaratkan tentang "tauhid ikrar" (berikrar atas ketauhidan Tuhan secara lisan) dan "tauhid makrifat". Tauhid ikrar adalah mengakui bahwa Tuhan, esa secara fisik, dan tauhid makrifat adalah istiqomah, yaitu mengakui keesaan Tuhan setelah melakukan penelahaan dan melangkah di jalan lurus dengan keimanan pada langkah yang benar dan pasti.

Tauhid makrifat artinya, pengakuan keesaan Tuhan dalam lisan disertai praktik dengan berkomitmen menempatkan diri di jalan kebenaran dan melangkah di jalan yang lurus. Seorang guru irfan berkata, berbicara pada Tuhan hanya dua kalimat, ijabah dan istiqomah. Ijabah adalah janji, dan istiqomah adalah menunaikan janji dalam amal.

Tips Sehat Menjalani Puasa

Berolahraga yang selalu dianjurkan untuk menjaga kesehatan jasmani dan ruhani, pada bulan Ramadhan membawa dampak yang lebih baik terutama di hari-hari akhir bulan suci ini. Bukan saja tidak mengganggu puasa, jika dilakuan dengan benar, berolahraga dapat menciptakan ketenangan dan menurunkan stres orang yang berpuasa, serta menambah kesabaran mereka.

Berolahraga di bulan Ramadhan mencegah konsentrasi lemak dalam tubuh dan mempermudah proses pembakaran lemak. Selain memberikan dampak positif pada ketahanan tubuh, olahraga juga membantu meningkatkan kekuatan belajar dan daya pikir.

Olahraga yang berkesinambungan adalah salah satu jalan untuk menjaga keselamatan selama bulan Ramadhan. Jika orang yang berpuasa menjalankan program makanan dengan benar, ia bisa berolahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan, namun tidak boleh melakukan gerakan-gerakan yang berat dan banyak.

Karena hal itu mungkin saja menimbulkan rasa haus dan mengganggu tekanan darah. Dengan mengurangi intensitas olahraga, kita tetap bisa beraktivitas dan menghemat energi. Sebagai contoh, kebiasaan melakukan olahraga lari, bisa diganti dengan jalan cepat.

Dr. Ali Mazahernejad, Kepala Departemen Olahraga, Jurusan Kedokteran Olahraga, Universitas Ilmu Kedokteran Iran mengatakan, berpuasa menyebabkan kejernihan berpikir, menciptakan keceriaan dan kesehatan jasmani. Olahraga juga, bukan saja tidak mengganggu puasa, bahkan jika dilakukan dengan benar dan sesuai aturan, bisa menjaga orang berpuasa dari kelelahan dan kondisi sulit, terutama cuaca panas.

Tags

Jun 20, 2017 09:42 Asia/Jakarta
Komentar