Tausiyah Ramadhan Salah satu berkah bulan suci Ramadhan adalah tertanamnya kebiasaan mentaati aturan dalam rutinitas kehidupan oleh orang-orang berpuasa. Semua orang yang berpuasa memulai puasa dan berbuka pada waktu yang telah ditetapkan.

Keteraturan ini adalah pengingat bagi Muslimin bahwa mereka harus memiliki program terjadwal dalam setiap urusan, baik yang bersifat duniawi maupun akhirat. Pengalaman indah lain yang didapat dari bulan Ramadhan adalah bangun di waktu sahur. Dengan melewati bulan suci ini, pengalaman-pengalaman maknawi tersebut dapat dikatakan telah menjadi kebiasaan bagi orang-orang yang berpuasa .

Seorang bijak berkata, berusahalah untuk menjalankan puasa yang baik di bulan suci ini. Kemudian ia ditanya, apa yang dimaksud berpuasa yang baik itu. Ia menjawab, puasa yang baik adalah ketika hati bersih dari dendam dan kedengkian, mulut terjaga dari ghibah, menghina dan mencela orang lain, mata terhindar dari melihat segala sesuatu yang tidak baik dan telinga kita tidak mendengar yang sia-sia. Nabi Muhammad Saw bersabda, bulan Ramadhan memiliki tiga ciri, sepuluh hari pertamanya disertai rahmat, sepuluh hari kedua membawa ampunan Tuhan dan sepuluh hari terakhir adalah keselamatan dari api neraka.

Kini bulan suci Ramadhan akan meninggalkan kita semua, sungguh disayangkan jika kita tidak bisa menikmati waktu-waktu berharga saat sahur di hari-hari yang lain. Dari seluruh waktu dalam sehari semalam, sepertiga malam adalah momen yang paling dikenal oleh para arif. Di penghujung malam, kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan lebih besar. Waktu tersebut adalah waktu yang tepat untuk merenungkan keajaiban-keajaiban semesta dan Tuhan.

Begitu banyak ilmuwan dan cendekiawan yang berhasil mengungkap hakikat besar kehidupan berkat perenungan di penghujung malam. Begitu indah jika malam gelap gulita diterangi dengan munajat kepada Tuhan. Di dalam hadis disebutkan, shalat dan munajat di tengah malam akan menjadi penerang di hari kiamat. Imam Sajjad as ditanya, bagaimana bisa orang-orang yang menghidupkan malam memiliki wajah yang indah dan bercahaya ?. Imam menjawab, karena mereka menyendiri bersama Tuhannya dan Tuhan menyelimuti mereka dengan cahaya-Nya.

Bangun di penghujung malam untuk mendekatkan diri kepada Tuhan membawa ketenangan batin tersendiri bagi setiap orang. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kebiasaan di bulan suci Ramadhan, bangun di penghujung malam untuk beribadah, juga dilakukan di hari-hari yang lainnya.

Kajian Tafsir

Pada pertemuan kali ini, kami mengajak anda untuk menyimak pembahasan tafsir ayat ke 25 Surat Al Hadid sebagai berikut,

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّـهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa".

Ayat ini secara tegas menjelaskan tentang tujuan pengutusan dan pengangkatan para nabi, yaitu untuk menegakkan keadilan di muka bumi. Allah Swt berfirman, kami mengutus para rasul dan nabi dengan membawa ayat-ayat, mukjizat dan argumen yang kokoh.

Bersama mereka juga diturunkan kitab-kitab langit (kitab Nabi Nuh as, kitab Nabi Ibrahim as, Taurat, Injil dan Al Quran). Kitab-kitab itu berisi tentang penjelasan seputar agama, keyakinan yang benar dan syariat sehingga umat manusia bisa berlaku adil dan supaya keadilan tegak di tengah mereka.

Di ayat ini, setelah disebutkan bahwa Tuhan mengutus para nabi agar keadilan tegak di tengah masyarakat, lalu dilanjutkan dengan penjelasan bahwa para nabi selain berdakwah dengan bahasa, mereka juga menggunakan kekuatan dan senjata untuk memerangi para penindas.

Rasulullah Saw ketika tiba di Madinah dan mendirikan pemerintahan Islam, membacakan ayat-ayat suci Al Quran untuk masyarakat, yang juga didengar oleh musuh-musuh, akan tetapi tidak cukup dengan itu, beliau juga menggunakan senjata dan kekuatan untuk menghadapi kezaliman mereka.

Oleh karena itu, orang-orang yang bangkit di atas keadilan harus menggunakan kekuatan untuk menghadapi kaum arogan, penindas dan kelompok yang melanggar hak asasi manusia.

Poin penting dari ayat ini adalah pemisahan orang-orang yang bangkit untuk menegakkan keadilan, dari orang-orang yang memalingkan diri dari kewajiban besar ini. Salah satu tujuan lain dari pengutusan nabi adalah ujian bagi manusia dan pemisahan barisan manusia.

Istilah مَن یَنصُرُهُ "Barangsiapa yang menolong Allah" artinya adalah menolong agama dan nabi-nabi-Nya, dan menegakkan keadilan serta memperjuangkan kebenaran, karena Tuhan tidak memerlukan pertolongan siapapun, sebaliknya semua makhluk membutuhkan pertolongan-Nya.

Untuk membuktikan pernyataan ini, di akhir ayat disebutkan, sesungguhnya Allah maha kuat lagi maha perkasa, karena Dia bisa menghancurkan dunia hanya dengan satu perintah dan membinasakan seluruh musuh-Nya serta memenangkan umat-Nya. Akan tetapi jika itu dilakukan, tujuan yang sebenarnya yaitu mendidik dan menyempurnakan manusia, tidak akan pernah tercapai. Oleh karena itu Allah Swt menyeru manusia untuk menolong agama-Nya.

Tips Sehat Menjalani Puasa

Bulan suci Ramadhan selain memberikan manfaat maknawi kepada orang-orang yang berpuasa, juga memberikan manfaat materi seperti keteraturan jadwal makan. Mungkin berat badan kita sedikit menurun, tapi yang terpenting adalah kita jadi terbiasa dengan pola makan yang benar setelah berpuasa di bulan Ramadhan.

Para pakar gizi mengatakan, untuk menjaga hasil yang diperoleh selama berpuasa di bulan Ramadhan, sebaiknya kita mengikuti pola makan yang sehat. Selama bulan Ramadhan kita memberikan waktu istirahat yang lebih besar kepada sistem pencernaan tubuh, maka lebih baik jika di hari-hari pertama setelah Ramadhan, kita tidak mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak.

Kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat selama Ramadhan perlu dilanjutkan di hari-hari yang lain sehingga jika tingkat lemak dan gizinya diperhatikan, hal itu dapat mencegah munculnya berbagai penyakit. Jenis tertentu dari roti, kacang-kacangan, daging dan sayur segar serta buah, adalah menu lengkap untuk menjaga kesehatan di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya.

Sebagian orang terbiasa berbuka puasa dengan meminum segelas susu. Kebiasaan ini baik jika dilanjutkan di luar bulan Ramadhan yaitu di saat sarapan, dan mengkonsumsi yogurt di waktu makan siang dan makan malam. Dianjurkan juga untuk mengkonsumsi minimal dua gelas susu rendah kalori setiap harinya.

Pakar gizi mengatakan, jika setelah Ramadhan kita tidak mengkonsumsi menu makanan yang seimbang, beragam dan rendah lemak, maka lemak-lemak makanan akan kembali tertimbun di dalam tubuh. Hal itu dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak dan tekanan darah, menambah berat badan, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan otak.

Oleh karena itu setelah Ramadhan, di saat berat badan dan lemak serta gula darah lebih seimbang, kita dianjurkan untuk memperhatikan pola makan dan menjaga keseimbangan serta keragaman makanan. Disarankan juga untuk tetap mengkonsumsi empat kelompok makanan utama yaitu makanan berkarbohidrat seperti roti dan nasi, buah dan sayuran, susu dan produk olahan susu, dan sumber protein seperti daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.

Jun 23, 2017 07:07 Asia/Jakarta
Komentar