Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei bertemu dengan ratusan intelektual unggul muda pada hari Rabu (26 Oktober 2017). Beliau memberikan bimbingan konstruktif mengenai kemajuan ilmiah negara dan penghapusan ketergantungan ekonomi, budaya dan ilmiah, serta poin penting tentang masa depan kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Rahbar menilai kemajuan ilmiah sebagai kekuatan negara dan, merujuk pada hadis Imam Ali (as), "Ilmu adalah kekuatan...", seraya menekankan bahwa Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa berdasarkan keunggulan ilmiah dalam periode tententu, mereka menjajah banyak negara selama bertahun-tahun dan merampok bangsa-bangsa.

Imam Ali as dalam Nahjul Balaghah menulis, "Ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Siapa pun yang menguasainya akan menang dan siapa pun yang tidak memiliki kekuatan itu, maka akan dikalahkan orang lain." Ayatullah Khamenei menekankan bahwa kita harus mengejar keterbelakangan sains agar tidak berada di bawah kendali dan kontrol pihak lain.

Beliau mengkritik gagasan bahwa westernisasi adalah satu-satunya cara untuk maju dan mengatakan, "Selama masa pemerintahan Pahlevi, selama 50 tahun, bangsa Iran didefinisikan di bawah Amerika Serikat dan memiliki ketergantungan penuh pada Barat, dan satu-satunya hasil adalah keterbelakangan dan penghancuran kekayaan negara. Sekarang siapa saja yang berpendapat bahwa kemajuan Iran adalah dalam ketergantungan pada Barat, jika dia bukan bodoh dan sengaja mengutarakannya, maka dia adalah pengkhianat negara."

Rahbar menilai penghapusan ketergantungan sebagai langkah awal yang sedang dilakukan dan mengatakan: "Melalui Revolusi Islam, telah terhapus jenis ketergantungan yang terpenting yaitu ketergantungan politik, namun pembebasan dari ketergantungan lain, seperti ilmiah, budaya dan ekonomi, membutuhkan usaha konstan." Beliau menegaskan bahwa kemajuan ilmiah sebagai salah satu elemen kunci agar terbebas dari ketergantungan seraya menekankan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam mengacu kemajuan ilmiah dan teknologi oleh institusi terkait, dan anggaran untuk sains dan teknologi tidak boleh dikurangi.

Rahbar juga menyatakan puas dengan kemajuan lembaga intelektual yang baru didirikan dan perusahaan berbasis sains dan mengatakan, meski demikian ini belum cukup dan kemajuan sains harus ditingkatkan ke seluruh negeri sehingga pergantian pemerintah tidak menghentikan atau memperlambat arus kemajuan ilmiah.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menekankan perlunya peningkatan kualitas artikel ilmiah dan penelitian serta hubungannya dengan kebutuhan negara. Beliau menganggap inovasi sebagai salah satu tuntutan industri negara, dimana program montage (perakitan) mencegah inovasi tersebut. Beliau meminta para pejabat merencanakan dalam 10 tahun mendatang, persepektif industri negara berubah dari "perakitan" menjadi "inovasi".

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa hanya dalam hal ini, industri akan merasakan kebutuhan akan penelitian intelektual, dan akan terbangun komunikasi konstruktif antara industri dan universitas. Menyinggung kebersamaan budaya dengan teknologi, beliau menekankan urgensi aktivitas budaya yang tepat dan cerdas di lembaga-lembaga intelektual.

Pada bagian lain pidatonya, Rahbar menyinggung hubungan independensi politik dengan kemandirian dan kemajuan ilmiah, seraya menjelaskan, "Kemajuan ilmiah adalah anti-ketergantungan dan itulah sebabnya musuh geram terhadap semangat para pemuda, seperti Anda, dalam menggapai kemajuan ilmiah.”

Rahbar mengatakan, "Jelas bagi semua pengamat internasional bahwa Iran saat ini dengan 40 tahun lalu memiliki perbedaan antara langit dan bumi. Kita adalah negara dan bangsa yang pada peringkat kesekian dan mematuhi perintah ini dan itu; [akan tetapi] sekarang kita adalah sebuah negara berpengaruh dan terus bergerak menuju kekuatan - ilmiah, politik- dan kita sedang bergerak, dan ini sangat nyata. Musuh geram dan marah ... karena mereka telah kehilangan dominasinya atas kepentingan Iran."

Beliau menekankan bahwa kemajuan militer Iran, terutama pada industri rudal, terjadi pada saat sanksi Iran. "Bangsa Iran telah menjadi teladan bagi negara-negara dan menunjukkan bahwa mereka dapat melawan negara adidaya dan tidak takut di hadapan mereka, dan pada saat yang sama terus maju."

Pada masa perang yang dipaksakan oleh Irak, rezim Ba'ath yang dipimpin Saddam Hossein mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat dan Eropa, dan memiliki berbagai senjata pemusnah massal bahkan senjata kimia. Sementara Iran akibat sanksi kejam, tidak dapat membeli peralatan militer yang diperlukan untuk membela rakyatnya. Akibatnya, banyak kota yang menjadi sasaran serangan rudal Saddam dan ribuan orang yang tidak berdosa terbunuh.

Namun, perang itu berakhir dengan kemenangan para pemuda Iran dan kekalahan Irak, agresor diusir dari wilayah Iran, dan gagal mencapai tujuan mereka. Pengalaman perang delapan tahun ini telah menyebabkan para ahli Iran mengandalkan kemampuan mereka untuk merancang dan memproduksi peralatan untuk mempertahankan negara. Upaya ini sekarang telah membuahkan hasil dan Iran dapat membangun berbagai peralatan militer, termasuk rudal jarak jauh, di dalam negeri.

Sekarang, Amerika Serikat dan beberapa kekuatan Barat telah mulai bermakar soal pengurangan kekuatan defensif Iran, yang langsung direspon tegas oleh Rahbar dan para pejabat lainnya bahwa kekuatan pertahanan, tidak dapat dinegosiasikan. Mengacu pada pidato terbaru Presiden Amerika Serikat mengenai Iran, Rahbar menilai ungkapan tersebut adalah omong-kosong dan penyia-nyiaan waktu untuk menanggapinya. Beliau menekankan bahwa satu-satunya poin dalam hal ini adalah perhatian terhadap identifikasi musuh dan metode permusuhannya serta mencegah kelalaian. Beliau memperingatkan bahwa meskipun musuh mengesankan dirinya bodoh, namun kita tidak boleh lengah terhadap tipuannya.

Ayatullah Khamenei menyinggung upaya Amerika untuk mengembalikan para pemuda revolusioner, aktif dan progresif ke periode 50 tahun lalu sebagai tanda keterbelakangan mental sistem penguasa Amerika dan mengatakan, "Musuh tidak dapat mengerti apa yang telah terjadi di Iran dan di kawasan. Karena itu mereka akan gagal, sebagaimana di Irak, Suriah dan negara-negara lain di kawasan ini, perhitungan mereka keliru dan gagal."

Rahbar percaya bahwa akar ketidakamanan kawasan adalah rezim yang berkuasa di Amerika Serikat, yang sebenarnya adalah agen Zionisme global. Menurut beliau kubu Demokrat Amerika telah mengakui menciptakan Daesh, jadi pasti Amerika akan menentang Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang melawan Daesh.

Beliau menambahkan bahwa Iran telah mampu menghancurkan rencana Amerika untuk Lebanon, Suriah, Irak dan negara-negara lain di kawasan, dan itulah mengapa Amerika Serikat geram terhadap Iran, dan karena itu mereka memusuhi seluruh elemen kekuatan Iran. Lebih lanjut, Ayatullah Khamenei menilai kemajuan ilmiah, pertahanan dan ekonomi sebagai elemen penting dari kekuatan Iran. Menurut beliau investasi asing di Iran dapat dilakukan namun bergantung pada sistem ekonomi negara yang bertumpu pada kemampuan dalam negeri.

Tags

Oct 25, 2017 10:39 Asia/Jakarta
Komentar