Upacara wisuda bersama, pengukuhan, dan penyematan tanda pangkat digelar di Akademi Militer Imam Ali as di Tehran pada Rabu (25/10/2017). Upacara ini dihadiri oleh Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei. Setelah tiba di lapangan upacara, Rahbar mendatangi makam para syuhada untuk berdoa dan menghadiahkan bacaan al-Fatihah untuk mereka.

Ayatullah Khamenei kemudian memeriksa barisan pasukan di lapangan upacara dan dalam sambutannya, menyebut tugas dan tanggung jawab terpenting angkatan bersenjata adalah menjamin keamanan negara. Menurutnya, kemajuan di berbagai bidang, termasuk ilmiah, industri, dan ekonomi bergantung pada keamanan.

"Keamanan adalah ruang untuk pertumbuhan semua elemen kekuatan dan kemajuan, karena dalam situasi yang tidak aman, cita-cita besar dan cemerlang akan terlupakan oleh pikiran," tegas Ayatullah Khamenei.

Akademi Militer Imam Ali adalah salah satu pusat pendidikan militer Republik Islam Iran dan berada di bawah angkatan darat. Setelah melewati tujuh semester studi, termasuk mata kuliah yang disetujui oleh Kementerian Ilmu Pengetahuan, dan juga menempuh pendidikan militer di berbagai medan, para taruna yang lulus akan mendapatkan pangkat pertamanya yaitu letnan dua, dan mereka akan ditugaskan di unit tempur atau staf untuk melanjutkan pengabdian. Para taruna juga berpeluang untuk melanjutkan studinya di universitas-universitas Iran jika disetujui oleh unit layanan tempat mereka bertugas.

Secara historis dan strategis, akademi militer memiliki kedudukan khusus, sehingga setelah Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei sudah 37 kali menghadiri upacara wisuda para taruna dan menjelaskan isu-isu penting yang dihadapi negara kepada para lulusan akademi tersebut.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menggambarkan pertemuan dengan para taruna Akademi Militer Imam Ali sebagai "manis dan menjanjikan," dan menambahkan bahwa kemajuan spiritual dan material di lembaga pendidikan ini adalah sebuah kegembiraan. Rahbar menyebut pemuda sebagai aset negara dan sebuah simpanan untuk kemuliaan, kelangsungan hidup, dan independensi Iran.

Ayatullah Khamenei menekankan pentingnya sektor keamanan dan mengatakan, "Kalian para pemuda angkatan bersenjata, memikul salah satu tanggung jawab terpenting negara ini. Mereka yang menerima tanda pangkat hari ini, sebenarnya telah memulai langkah besar, sebuah jalan yang benar-benar membanggakan; jalan untuk menjaga keamanan dan martabat negara."

Keamanan adalah sebuah nikmat yang tak tergantikan dan merupakan salah satu perhatian utama setiap masyarakat. Al-Quran menganggap keamanan sebagai salah satu tujuan menegakkan kedaulatan Tuhan, kekhalifahan, kepemimpinan orang-orang saleh, dan imamah. Berbagai ayat al-Quran dan hadis Nabi Saw dan Ahlul Bait, secara langsung dan tidak langsung telah membahas masalah tersebut.

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as menganggap nikmat penting dunia adalah keamanan, kesehatan jasmani, dan kesempurnaan, sementara nikmat akhirat adalah menjadi penghuni surga. Dalam hadis-hadis lain, keamanan dianggap sebagai kebutuhan pokok kehidupan manusia, sampai-sampai negara yang tidak aman dianggap tidak berharga.

Dalam menggambarkan kedudukan para penjaga keamanan, Imam Ali as berkata, "Para prajurit – atas izin Tuhan – adalah benteng rakyat, hiasan para penguasa, sumber kemuliaan agama dan keamanan, dan pekerjaan masyarakat tidak akan kokoh tanpa bersandar pada mereka."

Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa setiap kemajuan di negara bergantung pada keamanan. Beliau menuturkan, "Jika tanpa keamanan, kemajuan ilmiah juga tidak ada, juga tidak akan ada kemajuan industri dan ekonomi, tidak akan ada ketenangan, optimisme, dan ketentraman jiwa pada diri masyarakat. Di tempat yang tidak aman, cita-cita besar dan cemerlang akan terlupakan; setiap orang hanya berpikir untuk menjaga keselamatan jiwanya."

Rahbar menjelaskan bahwa keamanan dapat menjamin kemajuan negara, sektor ekonomi sekali pun, yang tampaknya tidak terkait dengan tentara dan militerisme, juga membutuhkan keamanan untuk mencapai kemajuan. "Landasan ekonomi negara juga harus dibangun di atas pondasi yang aman, dan persoalan klasik ketergantungan kita pada minyak telah menyebabkan ketidakamanan dalam ekonomi," ujar Ayatullah Khamenei.

Pada kesempatan itu, Ayatullah Khamenei menyinggung keamanan dan kemuliaan yang dinikmati oleh Republik Islam Iran berkat anugerah Allah Swt. Beliau mengingatkan bahwa Iran – dengan semua kekuatan historis dan potensi luar biasa para pemudanya – pernah berada di bawah para penasihat Amerika, Israel, dan Inggris, dan para penguasa boneka telah membawa bangsa besar ini dalam kehinaan. Namun, berkat Islam dan Republik Islam, kemuliaan dan kekuatan telah kembali ke Iran.

Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran ini menambahkan, "Anak-anakku, para pemuda yang cerdas dan berbakat kita! Hari ini, kemarahan kekuatan arogan dengan kita adalah karena pengaruh Iran telah menyebar di seluruh kawasan ini. Ini adalah bukti kekuatan Republik Islam. Apa yang kita anggap sebagai elemen kekuatan nasional, dipandang oleh musuh sebagai sebuah faktor pengganggu dan mereka melawannya."

"Musuh menentang berkembangnya pengaruh Republik Islam di tengah bangsa-bangsa di kawasan dan di luar wilayah ini, mereka juga menentang kekuatan pertahanan negara dan kekuatan militer. Musuh-musuh kita akan menentang apapun yang menjadi sarana kekuatan dan unsur kekuatan nasional," tegas Rahbar.

Ayatullah Khamenei menerangkan bahwa cara untuk melawan musuh yang menentang kemandirian Iran adalah bersandar pada unsur-unsur kekuatan. Beliau menambahkan, "Sekali lagi, kami menyatakan bahwa kemampuan pertahanan dan kekuatan defensif negara tidak dapat dinegosiasikan. Mari dirundingkan mengapa kalian memiliki alat pertahanan? Mengapa kalian memiliki model yang seperti itu? Mengapa kalian memproduksinya? Kenapa kalian melakukan riset?"

"Kami tidak akan tawar-menawar mengenai hal-hal yang akan meningkatkan kekuatan nasional atau menjamin keamanan negara dengan musuh manapun. Kami akan memajukan jalan kekuatan negara dan inilah tanggung jawab kalian (para taruna)," tandas Rahbar.

Amerika Serikat tidak berkomitmen dengan kesepakatan nuklir, dan kemudian mulai mengangkat wacana untuk membatasi kemampuan rudal Iran, dan mereka mencoba untuk membuka pintu negosiasi mengenai masalah tersebut. Namun, Ayatullah Khamenei dan pejabat pemerintah Iran lainnya berulang kali menegaskan bahwa kemampuan pertahanan negara tidak dapat dinegosiasikan.

Di bagian akhir pidatonya, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Masa depan negara adalah milik generasi muda, dan sebagaimana para pemuda negara ini telah mempertahankan kemuliaan dan martabat Iran Islami dengan pengorbanan dan dedikasi mereka di masa lalu, maka para pamuda hari ini juga harus menjadi pelindung negaranya."

Dalam pesannya kepada para lulusan akademi militer, Ayatullah Khamenei menandaskan, "Para pemuda dahulu telah melakukan tugasnya, maka giliran kalian untuk mempersiapkan diri; negara adalah milik kalian; kalian harus mengantarkan negara ini ke puncak kemuliaan, di bawah payung Islam dan dengan mengambil ilham dari revolusi besar Islam."

Tags

Nov 01, 2017 10:57 Asia/Jakarta
Komentar